Skip to content
Fresh Desk
Agustus 2, 2026
Jatim

Lindungi Ekosistem Anak di Ruang Digital, Gubernur Khofifah dan Menteri PPPA Luncurkan Gerakan Perisai Anak Jawa Timur

Robert Hernandez - beritanara.com 2 mins baca

Pasuruan – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi resmi meluncurkan program perlindungan anak di ruang

Lindungi Ekosistem Anak di Ruang Digital, Gubernur Khofifah dan Menteri PPPA Luncurkan Gerakan Perisai Anak Jawa Timur

Gerakan Perisai Anak Jawa Timur Luncurkan Perlindungan Digital

Beritanara.com – Pasuruan – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi resmi meluncurkan program perlindungan anak di ruang digital. Acara yang bertema perlindungan ekosistem anak ini berlangsung di kawasan Pintu Langit, Ledug, Kabupaten Pasuruan, pada Selasa, 28 Juli 2025. Peluncuran ini menjadi momentum penting dalam upaya menciptakan lingkungan digital yang aman bagi generasi muda Indonesia.

Program yang dikenal sebagai Perisai Anak Jawa Timur ini dirancang khusus untuk menghadapi tantangan era digital. Dengan latar belakang perkembangan teknologi yang pesat, program ini hadir sebagai respons terhadap meningkatnya risiko yang dihadapi anak-anak di dunia maya. Momen pemecahan balon menjadi simbol dimulainya gerakan kolaboratif ini.

Kolaborasi Lintas Sektor

Peluncuran program ini dihadiri oleh berbagai pejabat dan perwakilan instansi pemerintah. Kehadiran Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Wakil Bupati Pasuruan, serta perwakilan dari Kementerian Komunikasi dan Digital RI menunjukkan komitmen bersama. Dirres PPA dan PPO Polda Jawa Timur, Kepala Dinas DP3AK Provinsi Jawa Timur, dan Kepala Dinas Kominfo Provinsi Jawa Timur juga hadir dalam acara tersebut.

Kolaborasi ini mencerminkan pendekatan holistik dalam melindungi anak-anak dari berbagai ancaman digital. Setiap instansi memiliki peran strategis dalam memastikan efektivitas program Perisai Anak di seluruh wilayah Jawa Timur.

Tantangan Digital bagi Anak

Indonesia saat ini memiliki lebih dari 235 juta pengguna internet dengan tingkat penetrasi mencapai lebih dari 81 persen dari total penduduk. Angka ini menunjukkan betapa tingginya aktivitas daring di kalangan masyarakat, khususnya anak dan remaja. Generasi Alpha dan Generasi Z menjadi kelompok yang paling aktif memanfaatkan teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari.

Aktivitas digital membawa peluang besar dalam bidang pendidikan dan kreativitas, namun juga menghadirkan berbagai ancaman serius. Perundungan siber, paparan konten negatif, eksploitasi seksual daring, perjudian online, hingga berbagai bentuk kejahatan digital terhadap anak menjadi tantangan yang harus diatasi secara komprehensif.

Program Perisai Anak hadir sebagai gerakan preventif yang mengedepankan edukasi, penguatan regulasi, serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Melalui pendekatan multidimensi, program ini bertujuan menciptakan ekosistem digital yang aman, sehat, dan ramah bagi anak-anak.

Perisai Anak hadir sebagai gerakan preventif yang mengedepankan edukasi, penguatan regulasi, serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

Gubernur Khofifah menekankan bahwa tanggung jawab perlindungan anak di ruang digital tidak hanya berada di pundak pemerintah. Keluarga, sekolah, masyarakat, dunia usaha, media, hingga platform digital semuanya memiliki peran penting. Sinergi dari semua pihak diperlukan agar anak-anak dapat tumbuh dan berkembang secara aman di era digital yang semakin kompleks.

Dengan diluncurkannya program ini, Jawa Timur berkomitmen untuk menjadi model perlindungan anak di ruang digital bagi daerah lain di Indonesia. Program ini akan terus dikembangkan dan dievaluasi secara berkala untuk memastikan efektivitasnya dalam melindungi generasi muda dari berbagai risiko di dunia maya.

Ikut berdiskusi