Presiden Prabowo Resmikan Listrik 1.400 Desa Sebelum 14 Agustus 2026, Target Elektrifikasi 100 Persen
Presiden Prabowo Resmikan Listrik 1 400 Desa dalam rangkaian program percepatan akses listrik nasional. Pemerintah Indonesia tengah menggenjot program
Prabowo Resmikan Listrik 1.400 Desa, Target 100% Elektrifikasi 2026
Beritanara.com – Presiden Prabowo Resmikan Listrik 1 400 Desa dalam rangkaian program percepatan akses listrik nasional. Pemerintah Indonesia tengah menggenjot program elektrifikasi untuk menjangkau seluruh wilayah pedesaan yang masih tertinggal. Langkah strategis ini bertujuan mencapai target rasio elektrifikasi 100 persen pada tahun 2029, sesuai dengan amanat Peraturan Presiden Nomor 117 Tahun 2025 tentang Rencana Kerja Pemerintah untuk tahun 2026.
Strategi Tiga Pilar Elektrifikasi
Pemerintah menerapkan tiga pendekatan utama dalam memperluas jangkauan listrik ke daerah terpencil. Pendekatan pertama berfokus pada pengembangan jaringan listrik konvensional menuju kawasan yang berdekatan dengan infrastruktur PT PLN (Persero) yang sudah beroperasi. Pendekatan kedua memanfaatkan pembangunan mini grid yang mengandalkan potensi energi lokal, termasuk energi baru terbarukan atau EBT, untuk melayani komunitas di daerah pedalaman maupun kepulauan terpencil. Pendekatan ketiga menyediakan sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya individual dengan baterai bagi permukiman yang tersebar dan kurang ekonomis untuk disambungkan ke jaringan listrik utama.
Seluruh strategi ini telah diresmikan melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 316.K/TL.03/MEM.L/2025. Dokumen resmi tersebut memuat Peta Jalan Program Listrik Perdesaan serta skema Bantuan Pasang Baru Listrik yang berlaku untuk periode 2025 hingga 2029. Program ini menjadi fondasi penting dalam pemerataan akses energi listrik di seluruh nusantara.
Upacara Inaugurasi Proyek Listrik
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, mengumumkan bahwa Presiden Prabowo Subianto akan meresmikan proyek sambungan listrik di 1.400 desa. Kegiatan inaugurasi ini dijadwalkan berlangsung sebelum tanggal 14 Agustus 2026. Pengumuman tersebut disampaikan setelah Bahlil menghadiri rapat terbatas yang dipimpin langsung oleh Prabowo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada hari Selasa tanggal 28 Juli 2026.
“Ini akan dilakukan peresmian oleh bapak presiden nanti dalam waktu dekat sebelum tanggal 14 Agustus,” ujar Bahlil Lahadalia dalam keterangannya.
Hingga saat ini, tercatat sebanyak 11.000 desa masih belum memiliki akses listrik yang memadai. Namun, secara bertahap sambungan listrik telah disalurkan ke berbagai wilayah. Sebanyak 1.400 desa telah berhasil teraliri listrik sejak akhir tahun 2025 melalui program bantuan pasang baru yang digalakkan pemerintah.
Proyek PLTS 100 Gigawatt Dimulai
Bahlil juga melaporkan kemajuan signifikan dalam implementasi proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya berkapasitas 100 gigawatt. Pembangunan penyediaan listrik bersih tersebut akan segera dimulai di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo. Proyek ambisius ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
“Jadi, ini langsung sudah jalan menyangkut dengan PLTS, dan tahap pertama sudah disetujui untuk bisa dilaksanakan nanti bapak presiden sendiri yang insyaallah dalam rencananya akan meresmikan,” tambah Bahlil.
Capaian Elektrifikasi Nasional
Berdasarkan data resmi dari PT PLN (Persero), rasio elektrifikasi nasional saat ini telah mencapai 99,83 persen dari keseluruhan rumah tangga di Indonesia. Sementara itu, rasio desa yang telah berlistrik mencapai 99,97 persen, menunjukkan kemajuan pesat dalam pemerataan akses listrik. Elektrifikasi yang dilayani langsung oleh PLN sebesar 98,56 persen, menandakan bahwa sebagian besar wilayah telah terhubung dengan jaringan listrik utama.
Program Presiden Prabowo Resmikan Listrik 1 400 Desa ini menjadi tonggak penting dalam mewujudkan visi Indonesia berenergi bersih dan merata. Dengan dukungan berbagai kebijakan dan proyek strategis, pemerintah optimis target 100 persen elektrifikasi dapat tercapai sesuai jadwal yang ditetapkan.
