Skip to content
Fresh Desk
Agustus 2, 2026
Nasional

Bupati Tabanan Komentari Kasus Maling Ayam Tewas Dikeroyok di Bali: Saya Sedih Melihat Anaknya Menangis

Charles Lopez - beritanara.com 3 mins baca

Peristiwa tragis seorang pencuri ayam yang tewas setelah dikeroyok warga di Bali kembali menjadi perbincangan hangat di media sosial. Bupati Tabanan Komentari

Bupati Tabanan Komentari Kasus Maling Ayam Tewas Dikeroyok di Bali: Saya Sedih Melihat Anaknya Menangis

Bupati Tabanan Komentari Kasus Maling Tewas Dikeroyok

Beritanara.com – Peristiwa tragis seorang pencuri ayam yang tewas setelah dikeroyok warga di Bali kembali menjadi perbincangan hangat di media sosial. Bupati Tabanan Komentari Kasus Maling yang menimpa seorang pria bernama KD dengan penuh empati. Kejadian ini terjadi di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan. Video seorang anak kecil menangis di atas jenazah ayahnya menjadi viral dan menyentuh hati banyak orang.

Kasus main hakim sendiri ini bermula ketika KD terpergok sedang mencuri ayam aduan milik warga setempat. Massa yang marah langsung menghajarnya hingga nyawa melayang. Sebelum petugas kepolisian tiba di lokasi, KD telah dinyatakan meninggal dunia. Kejadian ini terjadi pada Jumat dini hari, 24 Juli 2026, dan langsung mencuri perhatian publik.

Respons Tulus dari Pemimpin Daerah

Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, segera memberikan tanggapan atas peristiwa memilukan ini. Ia tidak hanya berbicara sebagai pejabat daerah, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang merasakan duka yang sama. Bupati Tabanan Komentari Kasus Maling dengan menyampaikan rasa prihatin yang mendalam.

Sebagai Bupati Tabanan, sekaligus sebagai bagian dari masyarakat Tabanan, saya turut prihatin dan menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya atas musibah ini.

Tanggapan ini menunjukkan kepedulian pemimpin terhadap warganya, terlepas dari peran korban sebagai pencuri. Bupati menekankan bahwa kehilangan satu nyawa merupakan duka bagi seluruh masyarakat, bukan hanya keluarga korban.

Menjaga Nilai Hukum dan Adat

Dalam kesempatan yang sama, Bupati juga mengingatkan pentingnya menghormati proses hukum. Ia mengajak seluruh warga untuk tidak lagi mengambil tindakan sendiri dalam menyelesaikan masalah. Bupati Tabanan Komentari Kasus Maling dengan menekankan bahwa Indonesia adalah negara hukum.

Indonesia adalah negara hukum. Sebagai masyarakat yang menjunjung tinggi adat, etika, dan nilai-nilai susila, mari kita bersama-sama menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

Pemimpin daerah ini juga meminta masyarakat memberikan ruang kepada aparat kepolisian untuk bekerja secara profesional. Hal ini penting agar keputusan yang dihasilkan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku dan tidak ada pihak yang dirugikan.

Duka Keluarga Korban

Kepala Desa Sidetapa, I Made Sutama, mengungkapkan bahwa KD adalah seorang ayah yang telah berkeluarga. Ia meninggalkan tiga orang anak yang kini harus kehilangan sosok ayah mereka. Dua dari ketiga anaknya masih dalam masa sekolah, sehingga kematian KD menjadi pukulan yang sangat berat bagi keluarga.

Anak pertama KD sudah menikah, anak kedua duduk di bangku SMA, sedangkan putri bungsunya masih kelas 1 SD. Bupati Tabanan Komentari Kasus Maling dengan menyampaikan simpati kepada keluarga yang ditinggalkan.

Yang membuat saya sedih ketika menjemput jenazah, melihat anak-anaknya menangis kehilangan bapaknya.

I Made Sutama berharap kasus main hakim sendiri seperti ini tidak terulang kembali di masa depan. Ia juga meminta masyarakat untuk lebih bijaksana dalam menyelesaikan masalah dan tidak lagi mengambil tindakan sendiri yang bisa berakibat fatal.

Kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh masyarakat Bali. Selain menjaga keamanan lingkungan, masyarakat juga perlu memahami pentingnya proses hukum yang adil dan berkeadilan. Bupati Tabanan Komentari Kasus Maling dengan penuh harapan agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.

Ikut berdiskusi