Skip to content
Fresh Desk
Agustus 2, 2026
Nasional

detik Mengerikan Tewasnya Sutrimo Diduga Karumga Febrie Ardiansyah, Polda Metro Jelaskan Penyelidikan

Joseph Brown - beritanara.com 3 mins baca

Sebuah tragedi memilukan terjadi di Jakarta Selatan ketika seorang pria bernama Sutrimo ditemukan dalam kondisi kritis di halaman Klinik Mordent yang terletak

detik Mengerikan Tewasnya Sutrimo Diduga Karumga Febrie Ardiansyah, Polda Metro Jelaskan Penyelidikan

detik Mengerikan Tewasnya Sutrimo Diduga Karumga

Kronologi Lengkap Penemuan Korban di Klinik Mordent

Beritanara.com – Sebuah tragedi memilukan terjadi di Jakarta Selatan ketika seorang pria bernama Sutrimo ditemukan dalam kondisi kritis di halaman Klinik Mordent yang terletak di kawasan Kebayoran Baru. Kejadian ini langsung menarik perhatian publik karena keanehan kondisi korban yang ditemukan dengan busa keluar dari mulut dan hidungnya. Informasi awal menyebutkan bahwa almarhum sempat menghubungi anggota keluarganya pada Kamis pagi, tanggal 23 Juli 2026, sebelum akhirnya ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri.

Menurut laporan yang beredar di berbagai platform media sosial, korban diduga memiliki jabatan sebagai Kepala Rumah Tangga atau yang lebih dikenal dengan sebutan Karumga milik Febrie Ardiansyah. Wanita tersebut dikenal sebagai mantan anggota Jampidsus Kejaksaan Agung yang memiliki rekam jejak cukup panjang dalam menangani kasus-kasus penting di Indonesia. Kehadiran Sutrimo di rumah Febrie Ardiansyah telah berlangsung selama beberapa waktu sebelum tragedi ini terjadi.

Saat tim medis dan pihak terkait segera menuju lokasi kejadian, mereka menemukan korban dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Yang menjadi perhatian utama adalah adanya busa putih yang keluar dari mulut dan hidung korban, yang mengindikasikan adanya masalah pernapasan atau keracunan. Tragisnya, meskipun telah mendapat pertolongan pertama di lokasi, Sutrimo dinyatakan meninggal dunia setelah tiba di RS Muhammadiyah Taman Puring. Proses evakuasi korban dari lokasi kejadian ke rumah sakit dilakukan dengan penuh kehati-hatian oleh tim medis yang hadir.

Proses Investigasi Polda Metro Jaya

Kombes Budi Hermanto, yang menjabat sebagai Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, memberikan klarifikasi resmi mengenai kasus ini kepada media. Ia menegaskan bahwa kepolisian belum dapat memberikan kesimpulan definitif tentang penyebab kematian maupun status pekerjaan almarhum secara pasti. Penyelidikan masih terus dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak terkait untuk memastikan tidak ada informasi yang terlewatkan.

Terkait profesi korban serta penyebab kematiannya masih didalami. Penyelidikan dilakukan secara profesional, hati-hati, dan sesuai prosedur untuk memperoleh fakta yang utuh, jelas Kombes Budi Hermanto pada Minggu (26/7/2026).

Tim penyidik dari Direktorat Reserse Kriminal Umum saat ini sedang giat mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak yang terkait dengan kasus ini. Rangkaian proses pengumpulan data mencakup wawancara dengan keluarga korban, pengemudi ambulans, serta petugas medis rumah sakit. Selain itu, tim juga memeriksa rekam medis dan riwayat pemesanan armada penolong untuk memastikan tidak ada keanehan dalam proses evakuasi korban. Setiap detail kecil pun menjadi perhatian utama dalam proses investigasi ini.

Proses autopsi juga sedang dilakukan untuk menentukan penyebab kematian yang sebenarnya. Hasil dari pemeriksaan medis ini akan menjadi salah satu kunci penting dalam menyelesaikan kasus ini. Polda Metro Jaya berkomitmen untuk memberikan transparansi penuh kepada masyarakat mengenai hasil investigasi yang dilakukan.

Imbauan dan Tanggapan Publik

Polda Metro Jaya secara tegas mengimbau warga agar tidak melakukan spekulasi berlebihan terhadap kasus ini. Kepolisian berjanji akan menyampaikan hasil investigasi secara transparan setelah seluruh fakta hukum berhasil diverifikasi. Imbauan ini disampaikan untuk mencegah penyebaran informasi yang belum tentu kebenarannya di masyarakat.

Polda Metro Jaya menyampaikan turut berduka cita atas meninggalnya Saudara Sutrimo semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan, beber Kombes Budi.

Dalam kesempatan yang sama, kepolisian juga meminta masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Hal ini penting untuk menjaga integritas proses penyelidikan dan mencegah kebingungan di kalangan publik. Setiap perkembangan terbaru akan diinformasikan melalui saluran resmi kepolisian.

Perkembangan hasil penyelidikan akan disampaikan lebih lanjut secara proporsional setelah diperoleh fakta yang dapat dipertanggungjawabkan, pungkasnya.

Kasus ini menjadi perhatian serius bagi kepolisian karena melibatkan figur yang cukup dikenal di masyarakat. Proses investigasi akan terus berlanjut hingga semua aspek kasus dapat dijelaskan dengan jelas dan akurat. Masyarakat diharapkan dapat memberikan ruang bagi proses penyelidikan yang sedang berjalan.

Ikut berdiskusi