Pramono Bisik-bisik ke Cak Imin: Semua Orang yang Tinggalkan Partainya Nggak Pernah Jadi Besar
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, hadir dalam perayaan Hari Lahir Ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang diselenggarakan di Kawasan Kota Tua
Pramono Anung Bisik-bisik ke Cak Imin: Pesan Penting tentang Loyalitas Partai
Beritanara.com – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, hadir dalam perayaan Hari Lahir Ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang diselenggarakan di Kawasan Kota Tua Jakarta pada Rabu, 22 Juli 2026. Dalam kesempatan tersebut, ia tidak hanya menyampaikan apresiasinya terhadap kepemimpinan Cak Imin, tetapi juga berbagi momen pribadi yang cukup bermakna. Pramono Bisik bisik ke Cak Imin sembari menyampaikan sebuah pesan yang cukup mendalam tentang pentingnya loyalitas dalam berpolitik.
Perjalanan Panjang Bersama Sejak Era 1998
Pramono menceritakan kembali perjalanan panjangnya bersama Cak Imin yang telah dimulai sejak tahun 1999. Keduanya memang memiliki sejarah yang cukup dekat, bahkan sejak era gerakan mahasiswa tahun 1998. Saat itu, Pramono masih dikenal dengan panggilan yang lebih sederhana, sementara Cak Imin juga belum menjabat sebagai Ketua Umum PKB seperti sekarang.
“Yang pertama, saya akan memulai peristiwa di tahun 1999 sampai 2004. Bahkan sebelum itu, saya dengan Cak Imin dulu masih dipanggil Cak Imin, sekarang sudah Ketum. Ketika gerakan mahasiswa 1998, kami berdua sering bersama-sama dalam berbagai forum diskusi yang ada,” kata Pramono dengan penuh kenangan.
Peran Kritis PKB dalam Sejarah Politik Indonesia
Politikus PDIP tersebut juga menyoroti kontribusi besar PKB dalam membentuk sejarah politik bangsa. Partai yang dipimpin oleh Muhaimin Iskandar ini memiliki peran yang sangat signifikan dalam mencalonkan Megawati Soekarnoputri sebagai calon Wakil Presiden dalam Pemilu 1999. Hal ini menunjukkan betapa kuatnya hubungan antara kedua partai besar tersebut.
“Kedekatan yang sangat personal itulah yang kemudian mengantarkan peristiwa Ibu Megawati menjadi Wakil Presiden pada waktu itu,” jelas Pramono. Ia juga menambahkan bahwa PKB merupakan satu-satunya partai yang mencalonkan Ibu Mega secara penuh, tanpa ada kompromi politik yang rumit.
Prestasi dan Kepemimpinan Cak Imin yang Teruji
Pramono menilai bahwa prestasi PKB mengalami peningkatan yang sangat signifikan selama masa kepemimpinan Cak Imin. Kemampuan Muhaimin Iskandar dalam memimpin partai telah teruji melalui berbagai tantangan politik yang muncul selama bertahun-tahun. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa kepemimpinan yang kuat akan membawa dampak positif bagi organisasi.
“Prestasi PKB dan juga kepemimpinan Bapak Muhaimin Iskandar sudah sangat teruji,” ujarnya dengan penuh keyakinan. Menurutnya, Cak Imin telah berhasil membawa PKB ke level yang lebih tinggi dalam kancah politik nasional.
Momen Bisik-bisik yang Menggugah Hati
Dalam momen yang cukup menyentuh, Pramono mengaku sempat berbisik kepada Cak Imin sembari menyampaikan pesan penting tentang loyalitas. Ia menegaskan bahwa tidak ada satu pun orang yang meninggalkan partainya sendiri yang kemudian menjadi tokoh besar dalam sejarah politik Indonesia. Pernyataan ini menjadi refleksi yang cukup dalam bagi para politikus.
“Tadi saya bisik-bisik sama beliau, ‘Cak, hafal enggak? Semua orang yang meninggalkan partainya, enggak pernah ada yang menjadi besar’. Di PDI Perjuangan ada, di PKB juga ada. Dan inilah yang kemudian makin membuat kokoh,” kata Pramono dengan nada yang penuh makna.
Fenomena Loyalitas di Berbagai Partai
Ia menambahkan bahwa fenomena ini tidak hanya terjadi di PKB, melainkan juga di PDIP, tempat Pramono sendiri berkiprah sebagai politikus selama bertahun-tahun. Loyalitas kepada partai menjadi nilai yang sangat dihargai dalam dunia politik Indonesia. Banyak tokoh-tokoh besar yang justru dikenal karena kesetiaannya kepada partai asal mereka.
Menutup sambutannya, Pramono menyampaikan selamat kepada Cak Imin atas pencapaian Harlah PKB yang ke-28. Ia berharap partai tersebut dapat terus memberikan kontribusi positif dan kemajuan bagi bangsa Indonesia di masa-masa mendatang. Pramono Bisik bisik ke Cak Imin bukan hanya momen pribadi, tetapi juga pesan universal bagi seluruh elemen politik Indonesia.
