Bakom Sebut 4 dari 10 Siswa Alami Gigi Berlubang, Anemia hingga Obesitas
Jakarta, tvOnenews.com – Serangkaian pemeriksaan kesehatan gratis yang dilakukan di sekolah-sekolah telah mengungkap berbagai kondisi medis pada jutaan siswa
Program Cek Kesehatan Gratis Sekolah Ungkap Masalah Kesehatan Pelajar
Beritanara.com – Jakarta, tvOnenews.com – Serangkaian pemeriksaan kesehatan gratis yang dilakukan di sekolah-sekolah telah mengungkap berbagai kondisi medis pada jutaan siswa. Temuan terbaru menunjukkan bahwa masalah gigi berlubang mendominasi daftar gangguan kesehatan, diikuti oleh anemia pada remaja perempuan serta angka obesitas yang cukup tinggi di kalangan pelajar.
Data yang dikumpulkan selama periode 1 Januari sampai 14 Juli 2026 mencatat bahwa hampir 41 persen peserta didik mengalami karies gigi. Angka ini menempatkan masalah gigi sebagai kondisi paling sering ditemukan dibandingkan gangguan kesehatan lainnya di berbagai wilayah.
Lima Gangguan Kesehatan Paling Umum
Kurnia Ramadhana, Deputi III Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, memaparkan hasil pemeriksaan dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta pada Kamis, 23 Juli 2026.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan periode 1 Januari hingga 14 Juli 2026, ada lima masalah kesehatan pada peserta didik yang paling sering ditemukan. Pertama, 40,8 persen siswa mengalami karies atau gigi berlubang. Kedua, 27,3 persen remaja putri mengalami anemia,”
Selain kedua masalah tersebut, hasil cek kesehatan juga mengidentifikasi 21,7 persen siswa dengan tekanan darah tinggi atau hipertensi. Kondisi telinga yang tersumbat kotoran atau serumen impaksi ditemukan pada 6,0 persen peserta didik, sementara obesitas terdeteksi pada 6,7 persen lainnya.
Kurnia menjelaskan bahwa temuan ini menunjukkan bahwa kesehatan anak sekolah tidak hanya bergantung pada asupan gizi, tetapi juga mencakup aspek gigi, tekanan darah, dan kondisi metabolik yang perlu ditangani sejak dini.
Respons Positif dari Siswa
Menurut Kurnia, program CKG Sekolah mendapat sambutan baik dari para siswa karena memungkinkan deteksi dini berbagai masalah kesehatan. Nathan, seorang siswa IPEKA Sunter, merupakan salah satu contoh yang telah mengikuti pemeriksaan sebanyak dua kali.
Nathan mengungkapkan bahwa pemeriksaan dari puskesmas setempat membantunya mengenali kondisi mata lebih awal. Dokter menyarankan agar ia segera berobat karena minus matanya semakin parah.
Pengalaman serupa juga dialami Callista, siswi IPEKA Sunter yang sama. Kurnia menambahkan bahwa pemeriksaan kesehatan membantu Callista memahami kondisi tubuhnya sendiri dan memotivasinya untuk menjalani gaya hidup lebih sehat.
“Dia pun terdorong mengubah pola hidup agar makin rajin olahraga dan makan buah serta sayur,” jelasnya.
Program CKG Sekolah telah dijalankan secara serentak mulai 4 Agustus 2025. Sasaran program ini mencakup siswa dari jenjang SD, SMP, SMA, Sekolah Luar Biasa (SLB), hingga pondok pesantren dengan rentang usia 7 hingga 17 tahun.
