Skip to content
Fresh Desk
Agustus 2, 2026
Nasional

Indonesia dan Sri Lanka Sepakat akan Bentuk Dewan Bisnis untuk Perkuat Kerja Sama Ekonomi

Robert Hernandez - beritanara.com 2 mins baca

Indonesia dan Sri Lanka Sepakat untuk membentuk dewan bisnis baru sebagai langkah strategis memperkuat kerja sama ekonomi bilateral. Inisiatif penting ini

Indonesia dan Sri Lanka Sepakat akan Bentuk Dewan Bisnis untuk Perkuat Kerja Sama Ekonomi

Indonesia dan Sri Lanka Sepakat Bentuk Dewan Bisnis Ekonomi

Beritanara.com – Indonesia dan Sri Lanka Sepakat untuk membentuk dewan bisnis baru sebagai langkah strategis memperkuat kerja sama ekonomi bilateral. Inisiatif penting ini lahir dari pertemuan antara Shashikala Premawardhana, Duta Besar Sri Lanka untuk Indonesia, bersama Anindya Bakrie yang menjabat sebagai Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia. Pembentukan dewan bisnis ini diharapkan dapat menjadi wadah kolaborasi yang lebih terstruktur antara pelaku usaha kedua negara.

Revitalisasi Kerja Sama Bilateral

Dalam pertemuan tersebut, Shashikala Premawardhana menyampaikan komitmen kuat dari pemerintah Sri Lanka untuk menghidupkan kembali berbagai inisiatif kerja sama yang sempat tertunda. Ia menjelaskan bahwa pembentukan dewan bisnis bersama menjadi salah satu fokus utama dalam revitalisasi hubungan bilateral antara kedua negara. Langkah ini menunjukkan keseriusan Sri Lanka dalam meningkatkan keterlibatan ekonominya di Asia Tenggara.

«Kami telah sepakat bahwa kami akan merevitalisasi kerja sama yang akan kita lakukan bersama, termasuk pembentukan Dewan Bisnis antara Sri Lanka dan Indonesia.»

Selain pembentukan dewan bisnis, pihak Sri Lanka juga menargetkan untuk mengaktifkan kembali memorandum of understanding (MoU) yang sempat tertunda pelaksanaannya. MoU tersebut melibatkan Ceylon Chamber of Commerce, sebuah organisasi bisnis terkemuka di Sri Lanka yang memiliki jaringan luas di sektor perdagangan dan investasi.

«Dan juga menghidupkan kembali MOU yang telah tertunda selama beberapa waktu dengan Ceylon Chamber of Commerce (red, organisasi bisnis Sri Lanka),» lanjutnya.

Partisipasi dalam Pameran Bisnis Bersama

Pertemuan tersebut juga membahas rencana penyelenggaraan pameran bisnis yang akan digelar oleh kedua negara secara bergantian. Shashikala mengonfirmasi bahwa para investor asal Sri Lanka akan hadir dan berpartisipasi aktif dalam Indonesia Expo yang akan segera dilaksanakan. Kehadiran mereka diharapkan dapat membuka peluang investasi baru bagi perusahaan Indonesia.

Sebagai bentuk timbal balik, Shashikala juga menyampaikan undangan kepada Kadin Indonesia untuk turut serta dalam Sri Lanka Expo. Pameran tersebut dijadwalkan akan berlangsung pada bulan Januari tahun depan. Kehadiran delegasi Indonesia dalam pameran ini diharapkan dapat memperluas jaringan bisnis ke pasar Asia Selatan.

Investasi Sri Lanka di Indonesia

Dalam paparannya, Shashikala menyoroti kontribusi ekonomi yang signifikan dari Sri Lanka terhadap Indonesia. Ia menyebutkan bahwa total investasi yang telah masuk dari Sri Lanka mencapai hampir 1,3 miliar dolar Amerika Serikat. Angka ini menunjukkan kepercayaan tinggi investor Sri Lanka terhadap stabilitas ekonomi Indonesia.

«Sri Lanka telah berinvestasi cukup signifikan di Indonesia. Hampir 1,3 miliar dolar (AS) investasi Sri Lanka telah masuk ke Indonesia. Jadi kami ingin menonjolkan profil para investor kami juga,» jelasnya.

Shashikala menambahkan bahwa pihaknya sangat menantikan adanya ekspansi bisnis yang lebih luas antara kedua negara ke depannya. Pertemuan ini berlangsung pada hari Rabu, 22 Juli 2026, di Gedung The Convergence Indonesia, Jakarta Selatan. Dengan adanya dewan bisnis baru, diharapkan kerja sama ekonomi Indonesia dan Sri Lanka dapat mencapai level yang lebih tinggi dalam beberapa tahun mendatang.

Ikut berdiskusi