Panglima TNI Pastikan TNI Siap Dukung Target Presiden untuk Swasembada Beras
```html
Beritanara.com – “`html
TNI dan Polri Menjadi Bagian Tak Terpisahkan dari Rakyat Indonesia
Keterlibatan Militer dan Kepolisian dalam Ketahanan Pangan
Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi tinggi atas peran aktif TNI dan Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Dalam pertemuan di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur, Kepala Negara menekankan bahwa kedua institusi tersebut bukan sekadar penjaga keamanan, melainkan juga menjadi bagian integral dari masyarakat Indonesia.
Menurut Prabowo, kondisi Indonesia memiliki kekhususan yang tidak bisa disamakan dengan negara-negara lain. Ia mengingatkan bahwa tugas TNI dan Polri mencakup penyelesaian berbagai permasalahan yang dihadapi rakyat sehari-hari.
“Ini Indonesia. TNI, Polri milik rakyat. Kesulitan rakyat harus kita atasi. TNI, Polri harus mengatasi kesulitan rakyat. Kalau di negara lain itu urusan kau,” tegasnya.
Capaian Produksi Beras Menuju Target 2026
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyampaikan laporan mengenai kontribusi pendampingan TNI Angkatan Darat terhadap sektor pertanian. Program ini telah memberikan dampak signifikan terhadap pencapaian target produksi beras nasional untuk tahun 2026.
Laporan tersebut disampaikan saat menghadiri acara panen raya terintegrasi yang mencakup tanaman tebu, padi, dan kedelai. Jenderal Agus mengemukakan data pencapaian yang menggembirakan selama periode awal tahun.
“Sejak Januari hingga Juni 2026, total luas panen mencapai 6,26 juta hektar dengan produksi 19,2 juta ton beras, atau telah mendukung 55,24 persen target produksi beras nasional tahun 2026,” katanya.
Sementara itu, untuk periode Juli 2026, TNI AD melanjutkan pendampingan panen padi di lahan seluas 479.659 hektar. Angka ini menunjukkan konsistensi upaya militer dalam mendukung sektor pertanian nasional.
Fondasi Menuju Indonesia Emas 2045
Jenderal Agus menjelaskan bahwa langkah-langkah yang dilakukan TNI bertujuan memperkuat kemandirian pangan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor. Sinergi antara TNI bersama pemerintah, BUMN, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program ini.
“Panen raya ini adalah bukti nyata TNI hadir memperkuat kemandirian pangan dan memajukan perekonomian bangsa sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045,” kata dia.
Prabowo: TNI dan Polri Anak Kandung Rakyat
Presiden Prabowo merasa bangga atas kinerja kedua institusi tersebut dalam membantu mengatasi berbagai kesulitan masyarakat. Ia menegaskan bahwa keterlibatan TNI dan Polri di tengah petani dan nelayan tidak boleh dipersoalkan lagi.
“Sudah enggak usah terlalu apa lah ini, prosedur ini apa, kenapa tentara ikut di sawah, kenapa polisi ikut nanam jagung,” kata Prabowo.
Kepala Negara menambahkan bahwa TNI dan Polri harus selalu berada di tengah-tengah rakyat. Menurutnya, kesulitan yang dihadapi masyarakat merupakan tanggung jawab bersama yang harus diselesaikan melalui langkah-langkah nyata dan besar.
“TNI dan Polri adalah anak kandung rakyat. TNI dan Polri harus selalu bersama rakyat, di tengah-tengah rakyat. Kesulitan rakyat adalah kesulitan TNI dan Polri. Kewajiban semua komponen untuk bersatu, untuk bahu-membahu, berbuat langkah-langkah yang benar, langkah-langkah yang besar, langkah-langkah yang nyata untuk mengatasi kesulitan-kesulitan rakyat itu,” ucap dia.
“`
