Skip to content
Fresh Desk
Agustus 2, 2026
Nasional

Aksi Ekologi Tutup MPLS Pancawaluya 2026, Sekda: Karakter Hebat Dibangun dari Kebiasaan Sederhana di Rumah

Robert Williams - beritanara.com 3 mins baca

Aksi Ekologi Tutup MPLS Pancawaluya 2026 menjadi momen penting dalam sejarah pendidikan di Jawa Barat. Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi mengakhiri

Aksi Ekologi Tutup MPLS Pancawaluya 2026, Sekda: Karakter Hebat Dibangun dari Kebiasaan Sederhana di Rumah

Aksi Ekologi Tutup MPLS Pancawaluya 2026

Beritanara.com – Aksi Ekologi Tutup MPLS Pancawaluya 2026 menjadi momen penting dalam sejarah pendidikan di Jawa Barat. Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi mengakhiri serangkaian kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah Pancawaluya Tahun 2026 melalui sebuah Aksi Ekologi yang melibatkan ribuan siswa baru. Acara penutupan ini bertempat di Taman Makam Pahlawan Cikutra, Kota Bandung, pada hari Selasa tanggal 21 Juli 2026. Kegiatan ini dihadiri oleh para pejabat daerah, kepala sekolah, dan perwakilan siswa dari berbagai jenjang pendidikan.

Partisipasi dalam kegiatan ini mencakup perwakilan siswa dari jenjang SMA dan SMK. Seluruh pelaksanaan berlangsung secara bersamaan di berbagai kabupaten dan kota yang ada di wilayah Jawa Barat. Kehadiran siswa-siswa baru menunjukkan antusiasme tinggi terhadap program pendidikan karakter yang digagas oleh pemerintah provinsi. Mereka tidak hanya hadir sebagai peserta pasif, tetapi juga aktif dalam setiap rangkaian kegiatan yang diselenggarakan.

Jangkauan Luas dan Jumlah Peserta

Aksi Ekologi dilaksanakan di 882 titik sekolah negeri, dengan pemusatan acara di 27 kabupaten dan kota. Total peserta yang terlibat mencapai 343.374 siswa baru kelas X dari berbagai jenis sekolah, baik negeri maupun swasta. Dari keseluruhan jumlah tersebut, sebanyak 327.604 siswa berasal dari institusi pendidikan negeri. Angka ini menunjukkan betapa besar cakupan program pendidikan karakter di Jawa Barat. Setiap siswa membawa serta semangat baru untuk berkontribusi dalam membangun karakter bangsa melalui aksi nyata.

Sekda: Karakter Terbentuk dari Kebiasaan Harian

Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, menyampaikan bahwa kegiatan penutupan ini bukan hanya sekadar ritual formal, melainkan langkah awal dalam pembentukan karakter yang harus terus dijaga dalam kehidupan sehari-hari. Ia menekankan pentingnya konsistensi dalam menjalankan nilai-nilai yang diajarkan selama MPLS berlangsung.

Kegiatan ini hanya simbolis. Yang paling penting adalah gerakan nyata setelah kembali ke rumah, sekolah, dan lingkungan masyarakat.

Ia juga mendorong para siswa untuk terbiasa berpartisipasi dalam berbagai aktivitas domestik sebagai bagian dari proses pembentukan karakter. Menurut Herman, kebiasaan-kebiasaan sederhana seperti menyapu rumah, mencuci dan menyetrika pakaian sendiri, membantu orang tua berdagang atau bertani, serta menjaga kebersihan lingkungan merupakan latihan untuk membangun kepemimpinan, kemandirian, tanggung jawab, dan kepedulian sosial. Semua hal ini akan membentuk fondasi kuat bagi masa depan mereka.

Cara terbaik meramal masa depan adalah menciptakannya hari ini. Mulailah dari hal-hal kecil, sederhana, tetapi dilakukan secara konsisten. Kebiasaan baik itulah yang akan membentuk karakter dan mengantarkan kalian menjadi pemimpin di masa depan.

Sekda menambahkan bahwa keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh karakter dan soft skills yang dibangun melalui kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari. Ia berharap siswa-siswa baru dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.

Peduli Lingkungan Dimulai dari Sekolah

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, menjelaskan bahwa Aksi Ekologi merupakan bagian dari praktik pedagogik dalam implementasi pendidikan karakter Pancawaluya yang diharapkan menjadi budaya di seluruh satuan pendidikan. Program ini dirancang untuk menciptakan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Aksi Ekologi bukan kegiatan satu hari. Ini adalah praktik pembelajaran yang harus menjadi kebiasaan di sekolah. Dimulai dari menjaga kebersihan diri, kelas, halaman sekolah, hingga lingkungan sekitar sebagai bagian dari pendidikan karakter.

Purwanto juga menyebutkan bahwa kegiatan ini akan terus dievaluasi dan dikembangkan agar lebih efektif dalam mencapai tujuannya. Ia berharap setiap sekolah dapat mengadopsi model yang sama dan menyesuaikan dengan kondisi lokal masing-masing. Dengan demikian, pendidikan karakter akan menjadi bagian integral dari sistem pendidikan di Jawa Barat.

Ikut berdiskusi