Skip to content
Fresh Desk
Agustus 2, 2026
Nasional

DPR Ingatkan Pengganti Nanik S Deyang Harus Berani Evaluasi Program MBG

Susan Moore - beritanara.com 3 mins baca

Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI kembali menegaskan pentingnya evaluasi komprehensif terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pernyataan ini

DPR Ingatkan Pengganti Nanik S Deyang Harus Berani Evaluasi Program MBG

DPR Ingatkan Calon Pengganti Nanik S Deyang Harus Berani Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis Secara Menyeluruh

Beritanara.com – Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI kembali menegaskan pentingnya evaluasi komprehensif terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pernyataan ini disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi IX, Charles Honoris, setelah Nanik S Deyang memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Langkah pengunduran diri ini diambil dengan pertimbangan kondisi kesehatan yang memerlukan penanganan lebih intensif.

Charles Honoris menyampaikan rasa hormat yang mendalam terhadap keputusan yang diambil oleh Nanik S Deyang. Ia juga tidak lupa menyampaikan doa terbaik agar sang pemimpin BGN dapat segera menjalani proses pengobatan jantung dengan lancar dan kembali dalam kondisi sehat seperti sedia kala.

“Saya menghormati sepenuhnya keputusan Ibu Nanik untuk mengundurkan diri karena alasan kesehatan. Saya mendoakan agar beliau diberikan kelancaran dalam menjalani pengobatan dan segera pulih,” kata Charles Honoris kepada wartawan pada Rabu, 22 Juli 2026.

Momentum Perubahan Tata Kelola Program MBG

Meskipun menghormati keputusan tersebut, Charles mengingatkan bahwa posisi baru di BGN harus diisi oleh sosok yang siap melakukan transformasi. Evaluasi menyeluruh terhadap seluruh program Makan Bergizi Gratis menjadi prioritas utama dalam agenda perbaikan. Menurut Charles, kepemimpinan yang kuat sangat krusial dalam memperbaiki tata kelola program agar lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kemampuan fiskal negara.

Charles menambahkan bahwa pergantian pimpinan tidak boleh hanya dilihat sebagai perubahan figur semata. Justru, momen ini harus dimanfaatkan untuk melakukan perbaikan komprehensif terhadap sistem pengelolaan program MBG secara keseluruhan. Hal ini penting untuk memastikan bahwa program dapat berjalan lebih efektif dan efisien ke depannya.

“Siapa pun yang memimpin BGN ke depan harus berani melakukan evaluasi dan redesign program agar lebih tepat sasaran, lebih aman, lebih akuntabel, dan sesuai dengan kemampuan fiskal negara,” tegas Charles Honoris.

Pengawasan Berkelanjutan dari Komisi IX DPR

Komisi IX DPR RI berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan terhadap implementasi program MBG. Mereka ingin memastikan bahwa pergantian kepemimpinan di BGN membawa manfaat nyata bagi masyarakat, bukan hanya perubahan administratif belaka. Pengawasan ini akan dilakukan secara berkelanjutan untuk memantau perkembangan program.

“Kami di Komisi IX DPR tentu akan terus menjalankan fungsi pengawasan untuk memastikan pergantian kepemimpinan ini menjadi awal perbaikan, bukan sekadar pergantian jabatan. Yang terpenting bukan hanya siapa yang memimpin, tetapi apakah rakyat benar-benar mendapatkan manfaat dari program ini secara aman, efektif, dan berkelanjutan,” ujar Charles.

Nanik S Deyang Berpamitan untuk Pengobatan Jantung

Nanik S Deyang telah resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kepala BGN. Sebelumnya, ia telah berpamitan kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk menjalani perawatan jantung. Pengunduran diri ini disampaikan dengan penuh rasa tanggung jawab terhadap program yang telah dijalaninya.

Dalam unggahan di akun Facebook pribadinya pada Rabu, 22 Juli 2026, Nanik memberikan indikasi mengenai sosok yang akan menggantikannya. Meskipun tidak menyebutkan nama secara eksplisit, ia mengisyaratkan bahwa calon penggantinya adalah seseorang yang sudah dikenalnya dengan baik dan merupakan “adik” dalam lingkaran kerjanya selama ini.

Dengan demikian, DPR Ingatkan Pengganti Nanik S Deyang harus memiliki kemampuan untuk melakukan evaluasi mendalam terhadap program MBG. Hal ini menjadi tantangan besar bagi calon pengganti yang akan memimpin BGN ke depannya. Program Makan Bergizi Gratis diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat Indonesia.

Ikut berdiskusi