Skip to content
Fresh Desk
Agustus 2, 2026
Nasional

Visit Agenda: Kantor Hukum Hotman Paris Digeruduk Massa, Bentangkan Spanduk “Basmi Advokat Pembela Koruptor”

Charles Williams - beritanara.com 3 mins baca

Hukum Hotman Paris Digeleduk Massa, Bentangkan Spanduk "Basmi Advokat Pembela Koruptor" Visit Agenda - Aksi unjuk rasa yang mengejutkan terjadi di kantor

Visit Agenda: Kantor Hukum Hotman Paris Digeruduk Massa, Bentangkan Spanduk “Basmi Advokat Pembela Koruptor”

Visit Agenda: Kantor Hukum Hotman Paris Digeleduk Massa, Bentangkan Spanduk “Basmi Advokat Pembela Koruptor”

Visit Agenda – Aksi unjuk rasa yang mengejutkan terjadi di kantor hukum Hotman Paris Hutapea, Senin (20/7/2026). Para peserta membawa spanduk bertuliskan “Basmi Advokat Pembela Koruptor” dan mendesak pengacara kondang tersebut untuk menjelaskan perannya dalam kasus korupsi yang tengah dipermasalahkan.

Protes Terhadap Pernyataan Hotman Paris

Aksi ini diinisiasi oleh kelompok Aktivis Connection, yang mengklaim memiliki kepentingan untuk mencegah penyimpangan hukum. Peserta aksi menilai pernyataan Hotman Paris yang dikritik atas peran beliau dalam membela para pelaku korupsi di PT Asabri telah menimbulkan ketidakpuasan di kalangan publik. Mereka menuntut klarifikasi mengenai visi dan prinsip Hotman Paris dalam menangani kasus hukum.

Protes ini tidak hanya fokus pada kasus PT Asabri, tetapi juga menyoroti peran advokat dalam menyebarkan narasi yang dinilai menyimpang dari keadilan. Spanduk yang diperlihatkan oleh massa menegaskan bahwa hukum harus ditegakkan secara objektif, tanpa adanya pengaruh atau intervensi yang tidak seharusnya.

Perkembangan Aksi dan Dukungan Publik

Aksi di Kompleks Ruko Kensington, Jalan Boulevard Raya, Kelapa Gading, Jakarta Utara, dimulai sekitar pukul 14.50 WIB. Peserta membawa satu unit mobil komando, enam mikrolet, serta sepuluh sepeda motor. Mereka meminta Hotman Paris untuk lebih transparan dalam membela klien dan menunjukkan komitmen terhadap pemberantasan korupsi.

“Kami percaya bahwa advokat harus menjadi pemberi perahu, bukan penjaga tahanan,” kata salah satu peserta aksi. “Hotman Paris harus menjadi contoh advokat yang berintegritas, bukan sekadar pelindung koruptor.”

Kepolisian setempat, Polsek Kelapa Gading, mengerahkan 17 personel untuk memastikan keamanan selama aksi. AKP Sugiyono, Kanit Intelkam Polsek Kelapa Gading, menyatakan bahwa kegiatan berjalan aman dan tertib, meski jumlah peserta mencapai ratusan. Ia menambahkan bahwa koordinator aksi, Maemun, sudah mengkoordinasikan langkah-langkah dengan pihak kepolisian sebelumnya.

Analisis Konteks Kasus dan Penolakan Publik

Kasus korupsi di PT Asabri menjadi sentuhan utama aksi ini. Sebagai pengacara yang terkenal dalam membela pelaku korupsi, Hotman Paris dianggap oleh sebagian masyarakat sebagai tokoh yang kurang berpihak pada keadilan. Dalam beberapa bulan terakhir, berbagai penolakan terhadap perannya semakin memuncak, terutama setelah mengunggah pernyataan yang dinilai merendahkan peran media massa.

Aksi di kantor hukum Hotman Paris pada Visit Agenda ini menunjukkan adanya kecemasan publik terhadap kebijakan advokat dalam menyampaikan kepentingan klien. Peserta menyatakan bahwa kehadiran Hotman Paris di berbagai acara seringkali dianggap sebagai simbol keterlibatan dalam praktik korupsi yang masih berlangsung.

Dalam wawancara dengan media, beberapa anggota Aktivis Connection menyampaikan bahwa aksi ini bukan hanya tentang kasus PT Asabri, tetapi juga tentang kepercayaan masyarakat terhadap sistem hukum. “Kami ingin menegaskan bahwa hukum harus dijalankan secara adil, bukan hanya untuk kepentingan tertentu,” ujar salah satu peserta.

Aksi yang berlangsung hingga selesai tanpa insiden menunjukkan tingkat partisipasi publik yang tinggi. Dengan semangat yang membara, peserta aksi menilai bahwa Visit Agenda ini adalah langkah penting untuk menyuarakan keadilan dan memaksa perubahan di sektor hukum. Selain itu, aksi ini juga menjadi momentum untuk mendiskusikan peran advokat dalam menjaga kepercayaan publik terhadap sistem peradilan.

Ikut berdiskusi