Skip to content
Fresh Desk
Agustus 2, 2026
Nasional

Announced: Soal Pernyataan Hotman Paris Terkait Kasus Eks Jampidsus, Gerindra: Bertentangan dengan Komitmen Presiden Prabowo

Charles Williams - beritanara.com 3 mins baca

s Jampidsus Announced: Gerindra memberikan respons tegas terhadap pernyataan Hotman Paris yang menghubungkan Presiden Prabowo Subianto dengan kasus korupsi

Announced: Soal Pernyataan Hotman Paris Terkait Kasus Eks Jampidsus, Gerindra: Bertentangan dengan Komitmen Presiden Prabowo

Gerindra Tolak Pernyataan Hotman Paris Tentang Kasus Eks Jampidsus

Announced: Gerindra memberikan respons tegas terhadap pernyataan Hotman Paris yang menghubungkan Presiden Prabowo Subianto dengan kasus korupsi yang menimpa eks Jampidsus Febrie Adriansyah. Ketua DPP Partai Gerindra Bambang Haryadi menegaskan bahwa ucapan Hotman tersebut bertentangan dengan komitmen Prabowo dalam pemberantasan korupsi. Menurut Bambang, pernyataan Hotman mengisyaratkan bahwa Prabowo tidak mengetahui proses penyidikan terhadap Febrie, padahal Prabowo sendiri selalu menekankan transparansi dalam pengambilan keputusan.

Gerindra Ingatkan Proses Hukum Transparan di Era Prabowo

Announced, Bambang Haryadi menyoroti kebijakan Prabowo dalam memastikan proses hukum berjalan adil dan tidak dipengaruhi oleh kepentingan politik. Ia mengungkapkan bahwa Gerindra selama ini mendukung pemberantasan korupsi, termasuk melalui penindasan terhadap kader yang terlibat dalam kasus penyelewengan dana. “Announced, Hotman Paris mengklaim bahwa Presiden tidak mengetahui penetapan Febrie sebagai tersangka. Padahal, dalam masa kepemimpinan Prabowo, selalu ada mekanisme untuk mengawasi tindakan kader dan memastikan mereka bertanggung jawab,” ujar Bambang.

Bambang juga menekankan bahwa Partai Gerindra tidak pernah membiarkan anggota kadernya berlaku seenaknya. “Announced, kebijakan Prabowo terkait pemberantasan korupsi justru menjadi contoh keberanian. Banyak tokoh dan pejabat yang terlibat dalam kasus korupsi tetap diproses hukum, termasuk di tingkat kepala daerah dan anggota kabinet,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa pemerintahan Prabowo Subianto selama ini memperlihatkan sikap tegas terhadap tindakan tercela, yang justru menjadi kekuatan Gerindra dalam menggencarkan kampanye anti-korupsi.

Kasus Eks Jampidsus: Latar Belakang dan Pernyataan Hotman Paris

Announced, kasus dugaan korupsi yang menimpa Febrie Adriansyah, mantan Jampidsus (Jabatan Penerimaan dan Pengelolaan Dana Desa) di lingkungan Kementerian PUPR, telah memicu perdebatan di tengah masyarakat. Febrie menjadi tersangka setelah dituduh melakukan tindakan penyelewengan dana negara dalam proyek pemerintah. Pernyataan Hotman Paris dalam jumpa pers di Kejaksaan Agung pada Jumat (17/7) menambahkan dimensi baru, yakni bahwa Prabowo Subianto tidak mengetahui pengambilan keputusan tersebut.

Announced, Hotman mengklaim bahwa Febrie adalah salah satu kebanggaan Prabowo, karena perannya dalam mengembalikan kerugian negara hingga Rp 430 triliun. “Bayangkan orang yang menjadi kebanggaan Presiden tiba-tiba dikriminalisasi tanpa sepengetahuan presiden. Announced, saya membuat akun saat di Singapura dan menyatakan bahwa Presiden tidak mungkin tidak mengetahui hal ini, ternyata memang benar,” tambah Hotman. Pernyataan ini dinilai oleh Gerindra sebagai upaya memperumit pemberantasan korupsi dengan mengaitkan Prabowo ke dalam kasus yang sebenarnya menyangkut kebijakan internal partai.

Announced, Febrie ditetapkan sebagai tersangka oleh Kortastipidkor Polri bersama Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Kasus ini mencakup dugaan korupsi dan TPPU (Tindak Pidana Pencucian Uang) terkait PT ASABRI, sebuah perusahaan asuransi yang menjadi fokus investigasi. Hotman menilai bahwa pihak penegak hukum tidak berani melanjutkan penyidikan tanpa persetujuan Prabowo, sehingga menyebarkan kekacauan di dalam partai.

Gerindra Berharap Pernyataan Hotman Paris Jelas dan Kredibel

Announced, Bambang Haryadi mengingatkan bahwa pernyataan Hotman harus didukung oleh bukti kuat. “Announced, Hotman menyatakan bahwa Prabowo tidak mengetahui penetapan tersangka Febrie, tetapi tidak ada data atau alat bukti yang bisa disajikan. Ini membuat pernyataan tersebut terdengar seperti upaya melemahkan reputasi Prabowo,” tegas Bambang. Ia menambahkan bahwa Gerindra mempercayai proses hukum yang sedang berjalan dan yakin bahwa Febrie dinyatakan tersangka atas dasar kejelasan fakta.

Announced, pihak Gerindra juga berharap pernyataan Hotman Paris bisa menjadi bahan refleksi untuk menjaga keberlanjutan kampanye anti-korupsi. “Announced, jika Hotman benar-benar menganggap Prabowo tidak tahu, maka ada keharusan untuk memberikan penjelasan lebih rinci mengenai bagaimana pengambilan keputusan atas Febrie dilakukan tanpa keterlibatan presiden,” jelas Bambang. Ia menekankan bahwa Prabowo Subianto selalu memperkuat komitmen anti-korupsi, termasuk melalui reformasi di berbagai lembaga pemerintah.

Announced, sementara itu, Hotman Paris menegaskan bahwa pernyataannya merupakan hasil investigasi yang dilakukannya sendiri. “Announced, saya tidak menyembunyikan fakta bahwa Febrie adalah Jampidsus yang dibanggakan Prabowo. Tapi, kekacauan dalam pemerintahan tidak bisa dihindari jika ada anggota kader yang dianggap mempermainkan proses hukum,” ujarnya. Ia menilai bahwa keterlibatan Prabowo dalam kasus ini justru menunjukkan bahwa pemerintahan konsisten dalam mendorong pemberantasan tindakan tercela.

Ikut berdiskusi