Skip to content
Fresh Desk
Agustus 2, 2026
Nasional

New Policy: Bappenas Bakal Luncurkan Dokumen Status Keanekaragaman Hayati, Siap Jadi Rujukan Perencanaan Pembangunan

Matthew Thomas - beritanara.com 3 mins baca

New Policy: Bappenas Luncurkan Dokumen Status Keanekaragaman Hayati sebagai Rujukan Pembangunan New Policy - Dalam rangka menghadapi tantangan pembangunan

New Policy: Bappenas Bakal Luncurkan Dokumen Status Keanekaragaman Hayati, Siap Jadi Rujukan Perencanaan Pembangunan

New Policy: Bappenas Luncurkan Dokumen Status Keanekaragaman Hayati sebagai Rujukan Pembangunan

New Policy – Dalam rangka menghadapi tantangan pembangunan berkelanjutan, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mengumumkan peluncuran dokumen Status Keanekaragaman Hayati baru yang akan dirilis pada 21 Juli 2026. Dokumen ini merupakan bagian dari New Policy yang bertujuan untuk memperkuat peran keanekaragaman hayati dalam strategi pemerintah. Dengan data yang komprehensif, Bappenas berharap dokumen ini dapat menjadi acuan penting bagi pengambil kebijakan dalam merancang proyek-proyek pembangunan yang tidak merusak lingkungan.

Analisis Keanekaragaman Hayati untuk Kebijakan Pembangunan

Menurut Direktur Lingkungan Hidup Bappenas, Nizhar Marizi, dokumen ini mencakup pemetaan kondisi ekosistem, flora, fauna, serta sumber daya alam di daerah-daerah seperti Bali, Nusa Tenggara, Jawa, Maluku, dan Papua. New Policy ini dirancang untuk mengintegrasikan isu lingkungan ke dalam semua aspek pembangunan, termasuk pertanian, perindustrian, dan pariwisata. “Melalui dokumentasi ini, kita dapat mengevaluasi dampak kebijakan terhadap biodiversitas dan mengambil langkah-langkah yang lebih tepat,” jelasnya dalam acara peluncuran di Jakarta, Jumat (17/7/2026).

“Dokumen Status Keanekaragaman Hayati akan menjadi fondasi penting dalam merancang kebijakan pembangunan masa depan, terutama dalam menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan perlindungan lingkungan,” tambah Nizhar. Ia menekankan bahwa Bappenas memprioritaskan peningkatan kesadaran publik tentang pentingnya biodiversitas dalam menghadapi perubahan iklim dan kerusakan ekosistem.

Statistik Biodiversitas Indonesia sebagai Penunjang Ekonomi

Dokumen ini didukung oleh data terkini yang menunjukkan kekayaan alam Indonesia. Negara ini memiliki 22 jenis ekosistem, dengan total spesies flora mencapai 31.031 dan fauna sebanyak 744.279, baik di daratan maupun perairan. Angka-angka ini tidak hanya menunjukkan keberagaman hayati yang tinggi, tetapi juga memberikan gambaran tentang kontribusi alam terhadap perekonomian. Tahun 2025, pendapatan dari penggunaan jasa lingkungan tercatat Rp348 miliar, sementara nilai ekspor tumbuhan, satwa liar, dan hasil bioprospeksi mencapai Rp8,48 triliun.

Menurut Nizhar, New Policy akan memastikan bahwa sumber daya alam digunakan secara efisien tanpa mengorbankan keanekaragaman hayati. Ia menegaskan bahwa biodiversitas bukan hanya aset lingkungan, tetapi juga sumber daya yang vital untuk perekonomian. “Dengan memahami kondisi alam secara mendalam, kita dapat menghindari kerusakan yang tidak terduga,” katanya. Selain itu, ekspor perikanan mencapai 6,27 miliar dolar AS, menunjukkan bahwa keanekaragaman hayati merupakan kekuatan ekonomi yang harus dipertahankan.

Pengembangan Ekonomi Berkelanjutan melalui New Policy

Keanekaragaman hayati di Indonesia memiliki peran sentral dalam perubahan iklim. Sebanyak 80 persen wilayah daratan memiliki tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi, dan 52 persen wilayah menyimpan karbon tak tergantikan. Sementara itu, ekosistem biru Indonesia menyumbang sekitar 17 persen dari total simpanan karbon global. New Policy bertujuan untuk memanfaatkan kekayaan ini secara bijak, dengan memperkenalkan strategi yang mengintegrasikan perlindungan lingkungan ke dalam pertumbuhan ekonomi.

Nizhar menyoroti bahwa dokumen ini bukan hanya menggambarkan keadaan saat ini, tetapi juga memberikan rekomendasi untuk memperbaiki kebijakan di masa depan. “Kita perlu memastikan bahwa setiap proyek pembangunan diukur berdasarkan dampaknya terhadap biodiversitas,” katanya. Ia menambahkan bahwa Bappenas akan bekerja sama dengan kementerian lain dan lembaga penelitian untuk memastikan data yang dihimpun akurat dan dapat dipercaya.

Manfaat New Policy dalam Menghadapi Tantangan Global

Dengan adanya dokumen Status Keanekaragaman Hayati, pemerintah dapat membuat keputusan yang lebih bijak dalam menghadapi perubahan iklim. Banyak negara lain juga sedang menerapkan kebijakan serupa, seperti penggunaan teknologi ramah lingkungan dalam industri. New Policy di Indonesia akan menjadi salah satu contoh penerapan strategi global ini, dengan harapan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan.

Salah satu tujuan utama New Policy adalah mengurangi risiko kehilangan spesies kunci yang dapat memengaruhi ekosistem. Nizhar menekankan bahwa Bappenas akan terus memantau keadaan keanekaragaman hayati, serta memberikan pelatihan kepada stakeholder terkait. “Kita perlu membangun kesadaran bahwa biodiversitas adalah bagian dari ekonomi kita,” katanya. Langkah ini diharapkan dapat mendorong kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta untuk mencapai pembangunan yang berimbang.

Ikut berdiskusi