Skip to content
Fresh Desk
Agustus 3, 2026
Nasional

Facing Challenges: Curhatan Menantu Jokowi saat Jadi Korban Pungli di Sidebuk-debuk, Bobby Nasution: Belok Kanan Bayar, Belok Kiri Bayar

Michael Johnson - beritanara.com 3 mins baca

Facing Challenges -

Facing Challenges: Curhatan Menantu Jokowi saat Jadi Korban Pungli di Sidebuk-debuk, Bobby Nasution: Belok Kanan Bayar, Belok Kiri Bayar

Bobby Nasution Curhatkan Pengalaman Jadi Korban Pungli di Sidebuk-Debuk: Berhadapan dengan Tantangan dalam Pengelolaan Wisata

Pengalaman Nyata Menantu Jokowi dalam Menghadapi Pungli di Sidebuk-Debuk

Facing Challenges – Menantu mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Bobby Nasution, kembali membuka cerita tentang tantangan yang dihadapinya sebagai korban pungutan liar (Pungli) saat mengunjungi objek wisata Sidebuk-Debuk di Desa Semangat Gunung, Kabupaten Karo. Dalam sebuah wawancara yang diunggah ke akun Instagram resmi, Bobby mengungkapkan pengalaman pribadinya tentang berbagai biaya yang dikenakan pengunjung wisata. Dalam sambungan video tersebut, ia menyoroti bahwa biaya berulang ini terjadi hampir di setiap langkah, termasuk saat menghadapi situasi yang seharusnya bisa diatasi dengan solusi yang lebih sederhana.

“Saya pernah mengunjungi Sidebuk-Debuk dalam acara santai bersama keluarga tanpa menggunakan protokoler. Karena tidak membawa apa-apa, ya wajib bayar, bayar juga,” ujar Bobby Nasution dalam video yang diterbitkan pada Sabtu (20/6/2026).

Menurut Bobby, pengalaman tersebut menjadi bukti nyata bagaimana masyarakat lokal masih menghadapi tantangan dalam mengelola wisata yang seharusnya bisa menjadi sumber pendapatan. Ia menunjukkan bahwa biaya tambahan ini membuat pengunjung wisata merasa tidak nyaman, terutama ketika biaya dikenakan meskipun mereka hanya ingin beristirahat atau menikmati pemandangan alam yang indah. Bobby menekankan bahwa menantang pungli tidak hanya menyulitkan pengunjung, tetapi juga mengganggu kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan wisata yang sebenarnya sudah terbukti.

Pengaruh Pungli terhadap Pariwisata Lokal dan Ekonomi Masyarakat

Bobby Nasution menjelaskan bahwa pungli di Sidebuk-Debuk dan Siosar, tempat wisata lain di daerah yang sama, telah memberikan dampak negatif terhadap daya tarik lokasi tersebut. Ia menyebut bahwa sejumlah pengelola wisata, seperti vila dan homestay, sudah mulai tutup karena kesulitan mempertahankan keuntungan. Menantang pungli di sini berarti memperbaiki sistem biaya yang transparan dan adil, agar masyarakat bisa menikmati hasil usahanya tanpa harus mengeluarkan dana tambahan secara tidak terduga.

“Wisatawan terasa geram, karena belok kanan atau kiri pun dikenai biaya. Bahkan setiap kali kendaraan berhenti, mereka harus membayar lagi. Ini baru untuk pengelolaan kendaraan, belum lagi saat mereka ingin berendam,” cerita Bobby dalam wawancara yang berlangsung sengit.

Menurut Bobby, Pungli ini tidak hanya mengganggu pengalaman wisata, tetapi juga memperparah kesenjangan ekonomi masyarakat lokal. Ia menambahkan bahwa menantang pungli membutuhkan kebijakan yang lebih tegas dari pemerintah setempat, terutama dalam mengatur tarif yang wajar. Dengan kebijakan yang jelas, kepercayaan pengunjung wisata bisa meningkat, dan tempat-tempat seperti Sidebuk-Debuk bisa kembali menjadi lokasi yang diminati.

Solusi yang Diusulkan Bobby Nasution untuk Memperbaiki Pariwisata Karo

Dalam upaya mengatasi masalah Pungli di Sidebuk-Debuk, Bobby Nasution mengusulkan beberapa langkah strategis yang perlu diambil oleh Pemerintah Kabupaten Karo. Salah satu ide yang diajukan adalah perbaikan infrastruktur jalan sebagai langkah untuk memudahkan akses wisatawan ke lokasi tersebut. Menantang pungli juga mencakup pengawasan yang lebih ketat terhadap para pengelola, agar biaya tidak dikenakan secara sembarangan.

“Kami berharap Pemkab Karo bisa menertibkan pelaku pungli secara baik. Jika ada solusi, kami siap mengalokasikan dana untuk memperbaiki jalan menuju objek wisata,” tambah Bobby Nasution, yang juga dikenal sebagai tokoh muda yang aktif dalam isu kebijakan publik.

Bobby menekankan bahwa menantang pungli adalah bagian dari upaya untuk membangun sistem wisata yang lebih terjangkau dan berkelanjutan. Ia berharap pemerintah bisa terbuka terhadap masukan masyarakat, termasuk mendengarkan suara-suaranya sebagai bagian dari keluarga presiden. Dengan kebijakan yang lebih inklusif, tantangan dalam pengelolaan wisata bisa diatasi secara efektif.

Kebijakan yang lebih transparan dan adil akan membantu membangkitkan minat wisatawan untuk kembali mengunjungi Sidebuk-Debuk. Bobby Nasution juga menyebut bahwa jika pungli bisa diperbaiki, tempat-tempat wisata seperti Siosar bisa kembali hidup kembali dan menjadi kebanggaan daerah. Menantang pungli di sini bukan hanya tentang kebijakan, tetapi juga tentang komitmen untuk mengatasi masalah yang menghambat pengembangan pariwisata lokal.

Ikut berdiskusi