Skip to content
Fresh Desk
Agustus 3, 2026
Nasional

Bareskrim Bocorkan Tingkah dan Peran Kaki Tangan Fredy Pratama: Frans Mengangkut Uang ke Thailand

Charles Williams - beritanara.com 4 mins baca

Bareskrim Bocorkan Tingkah dan Peran Kaki Tangan Fredy Pratama | Frans Mengangkut Uang ke Thailand Pengungkapan Peran Kaki Tangan dalam Jaringan Narkoba

Bareskrim Bocorkan Tingkah dan Peran Kaki Tangan Fredy Pratama: Frans Mengangkut Uang ke Thailand

Bareskrim Bocorkan Tingkah dan Peran Kaki Tangan Fredy Pratama | Frans Mengangkut Uang ke Thailand

Pengungkapan Peran Kaki Tangan dalam Jaringan Narkoba

Bareskrim Bocorkan Tingkah dan Peran Kaki – Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dirtipid Narkoba) Bareskrim Polri kembali mengungkap peran kunci yang dimainkan oleh Frans Antony dalam jaringan narkoba yang dipimpin oleh Fredy Pratama. Informasi ini disampaikan sebagai bagian dari investigasi terhadap kegiatan ilegal yang terjadi selama beberapa tahun terakhir. Frans dikenal sebagai bendahara jaringan, yang bertugas mengirimkan dana hasil transaksi narkoba dari Indonesia ke luar negeri, khususnya ke Thailand. Bareskrim Bocorkan Tingkah dan Peran Kaki Tangan Fredy Pratama telah menunjukkan bahwa Frans menjadi bagian integral dari operasi penyalahgunaan uang tersebut.

Dalam operasi yang berlangsung di Malaysia, Frans Antony berhasil ditangkap oleh tim Bareskrim Polri. Penangkapan ini mengungkap bagaimana ia memainkan peran penting dalam menjaga alur dana ilegal yang berasal dari jaringan narkoba internasional Fredy Pratama. Sejak awal, Bareskrim Bocorkan Tingkah dan Peran Kaki Tangan Fredy Pratama telah mengidentifikasi Frans sebagai salah satu dari sekian pelaku yang bekerja sama dengan Fredy Pratama untuk mengalirkan uang hasil kejahatan ke luar negeri.

Transaksi Dana yang Teratur dan Besar

Bareskrim Bocorkan Tingkah dan Peran Kaki Tangan Fredy Pratama menyebutkan bahwa Frans Antony telah melakukan transaksi dana sebanyak 168 kali dalam waktu tujuh tahun. Transaksi ini berlangsung secara teratur, dengan frekuensi 2 hingga 3 kali per bulan, dan melibatkan jumlah uang yang sangat besar. Menurut Brigjen Eko Hadi Santoso, kepala Dirtipid Narkoba Bareskrim Polri, dana tersebut terdiri dari hasil penjualan narkoba yang kemudian dikirim ke Thailand untuk digunakan dalam berbagai aktivitas keuangan.

Proses pengiriman dana ini disebutkan berlangsung dengan cara yang terencana. Frans Antony melakukan transfer uang hasil kejahatan yang diperoleh dari Fredy Pratama melalui jalur yang disamarkan, seperti menggunakan uang hasil transaksi narkoba untuk dikonversi ke mata uang asing atau melalui pihak ketiga. Dengan metode ini, Bareskrim Bocorkan Tingkah dan Peran Kaki Tangan Fredy Pratama berhasil mengungkap alur dana yang tersembunyi dari mata uang lokal ke negara-negara tetangga.

“Pengiriman uang hasil kejahatan dari Indonesia ke Thailand yang dilakukan Frans Antony berlangsung selama 7 tahun, mulai 2017 hingga 2023,” kata Eko, Sabtu (20/6/2026).

“Dengan frekuensi 2 hingga 3 kali setiap bulannya. Total frekuensi pengangkutan mencapai sekitar 168 kali selama periode tersebut,” jelasnya.

Modus Penyamaran Dana: Langkah Strategis dalam Pengelolaan Uang Ilegal

Frans Antony digambarkan sebagai individu yang sangat terampil dalam memecah dan menyamarkan asal-usul uang hasil kejahatan. Modus yang digunakan melibatkan konversi uang hasil transaksi narkoba menjadi pecahan SGD 1.000, yang kemudian diangkut melalui money changer di berbagai wilayah Indonesia. Bareskrim Bocorkan Tingkah dan Peran Kaki Tangan Fredy Pratama menyebutkan bahwa Frans mengumpulkan dana tersebut sebelum mengirimkannya ke Thailand, dengan harapan untuk menghindari pengawasan pihak berwajib.

Metode ini menjadi celah utama yang dimanfaatkan oleh jaringan narkoba Fredy Pratama. Dengan menggunakan money changer, Frans mampu menyembunyikan identitas transaksi dan mengalirkan dana secara teratur. Proses ini juga membantu menjaga stabilitas operasional jaringan, karena dana yang dikirim ke Thailand dapat digunakan untuk membiayai kegiatan lainnya, seperti pembelian bahan baku narkoba atau upah bagi anggota jaringan.

Keterlibatan Sejak Masa SMA dan Hubungan Jangka Panjang

Frans Antony dan Fredy Pratama dikenal sebagai teman sejak masa sekolah menengah atas di Kalimantan Selatan. Hubungan mereka yang dekat sejak dini ternyata berkembang menjadi kerja sama yang sangat intens dalam dunia narkoba. Bareskrim Bocorkan Tingkah dan Peran Kaki Tangan Fredy Pratama menyebutkan bahwa Frans telah terlibat dalam kegiatan jaringan sejak lama, bahkan sebelum memulai karier di dunia keuangan.

Setelah ditangkap di Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (17/6), tim Bareskrim Polri melakukan koordinasi dengan KBRI Kuala Lumpur untuk proses pemulangan Frans ke Indonesia. Keterlibatan Frans dalam jaringan narkoba Fredy Pratama memperlihatkan bahwa hubungan mereka tidak hanya berupa persahabatan, tetapi juga memiliki latar belakang yang saling mendukung. Dengan peran ini, Bareskrim Bocorkan Tingkah dan Peran Kaki Tangan Fredy Pratama berhasil mengungkap bagian dari kejahatan yang lebih besar.

Impact of the Case on National Security and Anti-Narkoba Efforts

Kasus ini memberikan dampak signifikan terhadap upaya pemerintah dalam menekan perdagangan narkoba secara internasional. Bareskrim Bocorkan Tingkah dan Peran Kaki Tangan Fredy Pratama memperlihatkan bagaimana kejahatan narkoba tidak hanya terjadi di dalam negeri, tetapi juga melibatkan transaksi ke luar negeri. Dengan mengungkap peran Frans, Bareskrim menegaskan bahwa jaringan narkoba tersebut terstruktur dan memerlukan surveilance yang ketat untuk memecahnya.

Kebocoran informasi tentang tingkah laku dan peran Frans Antony menunjukkan efektivitas kerja tim investigasi Bareskrim Polri. Penyelidikan ini juga menjadi contoh bagaimana investigasi terhadap kejahatan narkoba internasional bisa dilakukan secara terpadu antar negara. Dengan memperoleh data tentang jalur dana yang digunakan oleh Frans, Bareskrim Bocorkan Tingkah dan Peran Kaki Tangan Fredy Pratama bisa mengungkap jaringan yang lebih luas dan mengarahkan investigasi ke penangkapan lainnya.

Ikut berdiskusi