Skip to content
Fresh Desk
Agustus 2, 2026
Jatim

Main Agenda: Gubernur Khofifah Panen Salak Madu di Desa Wonoagung, Malang, Dorong Hortikultura Jadi Penggerak Ekonomi Jatim

Robert Williams - beritanara.com 3 mins baca

Main Agenda: Gubernur Khofifah Panen Salak Madu di Desa Wonoagung, Malang, Dorong Hortikultura Jadi Penggerak Ekonomi Jatim Main Agenda - Dalam rangka Main

Main Agenda: Gubernur Khofifah Panen Salak Madu di Desa Wonoagung, Malang, Dorong Hortikultura Jadi Penggerak Ekonomi Jatim

Main Agenda: Gubernur Khofifah Panen Salak Madu di Desa Wonoagung, Malang, Dorong Hortikultura Jadi Penggerak Ekonomi Jatim

Main Agenda – Dalam rangka Main Agenda mengembangkan sektor hortikultura sebagai salah satu penggerak perekonomian daerah, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melakukan kunjungan langsung ke Desa Wonoagung, Kecamatan Kesambon, Kabupaten Malang, pada Senin (13/7). Tujuan Main Agenda ini adalah memperkuat peran tanaman hortikultura dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta menjawab tantangan ekonomi lokal dengan solusi berbasis pertanian.

Kunjungan ke Perkebunan Salak Madu: Sambutan Pemilik dan Potensi Wilayah

Pada kesempatan tersebut, Khofifah berdialog dengan Sukatmiani, pemilik kebun salak madu yang telah dibudidayakan selama sembilan tahun. Ia mempertanyakan berbagai aspek seperti proses budidaya, produktivitas, dan peluang pengembangan komoditas ini. Di sela-sela Main Agenda, Gubernur juga memanen buah salak langsung dari pohonnya dan menikmati cita rasa manis serta tekstur renyah yang khas. Pemilik kebun menyambut baik kehadiran Khofifah sebagai bentuk dukungan terhadap potensi pertanian wilayah tersebut.

Produktivitas Tinggi dan Permintaan Pasar yang Menggiurkan

Kebun salak madu di Desa Wonoagung mampu menghasilkan 40–60 kilogram buah per minggu, dengan produksi puncak mencapai satu kuintal selama musim panen raya Agustus-September. Pasar yang semakin menggiurkan ditunjukkan dengan banyaknya pesanan sebelum panen, termasuk dari wilayah Kecamatan Ngantang. Main Agenda Gubernur Khofifah menegaskan bahwa kualitas premium salak madu ini dapat menjadi nilai tambah yang memperkuat daya saing produk lokal.

Dalam Main Agenda, Khofifah menyoroti keberhasilan Sukatmiani dan komunitas setempat dalam mengelola kebun secara profesional. Dukungan inovasi dan akses pemasaran yang memadai menjadi kunci utama keberlanjutan komoditas ini. Ia mengapresiasi upaya yang telah dilakukan, termasuk penggunaan teknik budidaya modern untuk meningkatkan hasil panen dan kepuasan pelanggan.

Strategi Pemerintah dalam Mendorong Hortikultura

Kehadiran Khofifah di Desa Wonoagung tidak hanya sekadar peninjauan, tetapi juga sebagai bagian dari strategi Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam meningkatkan sektor pertanian. Dalam Main Agenda ini, ia berdiskusi dengan Bupati Malang H. Sanusi, Kadis Perkebunan, Camat Kesambon, dan Kades Wonoagung tentang perluasan area tanam dan peningkatan kapasitas produksi. Kebijakan pemerintah menekankan pentingnya integrasi antara hortikultura dengan ekonomi lokal, termasuk pemberdayaan UMKM dan penyediaan pasar yang lebih luas.

Salak madu Desa Wonoagung menjadi contoh nyata bagaimana hortikultura bisa diubah menjadi komoditas unggulan. Main Agenda yang dicanangkan oleh Khofifah menargetkan peningkatan produksi melalui keterlibatan lebih banyak petani dan pengembangan infrastruktur pemasaran. Kebun yang saat ini hanya menghasilkan sekitar 450 pohon salak ini diharapkan bisa menjadi pusat pengembangan yang menginspirasi wilayah lain.

Prospek Ekonomi dan Dukungan Terhadap Petani

Pada Main Agenda ini, Gubernur Khofifah menyatakan bahwa salak madu memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan jika dikelola secara profesional. Dengan rasa manis dan tekstur renyah yang khas, salak madu di Desa Wonoagung berpotensi meraih pasar lebih luas, termasuk pasar ekspor. Ia juga menekankan pentingnya pelatihan dan pengawasan pemerintah dalam memberdayakan petani, agar mereka bisa mengoptimalkan hasil produksi dan memperoleh nilai ekonomi yang maksimal.

Kehadiran Khofifah dan Sanusi menunjukkan komitmen bersama dalam mendorong hortikultura sebagai penggerak ekonomi Jatim. Main Agenda ini diharapkan menjadi awal dari perubahan struktur pertanian yang lebih berkelanjutan, dengan peningkatan kualitas dan kuantitas produksi serta peningkatan daya tahan terhadap fluktuasi harga pasar. Upaya ini juga berdampak positif terhadap pembangunan ekonomi daerah, khususnya bagi masyarakat yang mengandalkan pertanian sebagai mata pencaharian utama.

Ikut berdiskusi