Skip to content
Fresh Desk
Agustus 2, 2026
Nasional

Key Discussion: Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Program Direktif Presiden, BSKDN Sinkronisasi Lagi Kebijakan Pusat dan Daerah

Joseph Rodriguez - beritanara.com 3 mins baca

dan Daerah untuk Program Prioritas Nasional Key Discussion menjadi tema utama dalam rapat evaluasi yang digelar Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN)

Key Discussion: Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Program Direktif Presiden, BSKDN Sinkronisasi Lagi Kebijakan Pusat dan Daerah

Key Discussion: BSKDN Sinkronkan Kebijakan Pusat dan Daerah untuk Program Prioritas Nasional

Key Discussion menjadi tema utama dalam rapat evaluasi yang digelar Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) di Surabaya, Jawa Timur, pada 18 Juni 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya BSKDN untuk memastikan kebijakan nasional berjalan harmonis di seluruh wilayah Indonesia. Dalam sesi yang dihadiri oleh para pejabat pemerintah daerah dan pusat, fokus utama adalah meningkatkan tata kelola pemerintahan dan meninjau kembali implementasi program Presiden di tingkat regional.

BSKDN Tekankan Pentingnya Koordinasi dalam Pemantauan Kebijakan

Kepala BSKDN Yusharto Huntoyungo menekankan bahwa Key Discussion ini bertujuan menggali dinamika pelaksanaan program prioritas nasional. Ia menjelaskan bahwa keberhasilan kebijakan Presiden tidak hanya bergantung pada desain yang sempurna, tetapi juga pada keterlibatan aktif pihak daerah. “Keterlibatan pihak daerah sangat vital karena mereka yang paling dekat dengan kondisi riil masyarakat,” ujarnya. Menurut Yusharto, koordinasi antara pusat dan daerah harus dilakukan secara terus-menerus untuk menyesuaikan kebijakan dengan kebutuhan lokal.

Menyambut Key Discussion ini, Yusharto mengatakan bahwa BSKDN mengajak seluruh pemangku kebijakan untuk melibatkan data lapangan dan perencanaan yang lebih adaptif. Ia juga mengingatkan bahwa pelaksanaan program harus selalu diperiksa, baik dalam bentuk evaluasi rutin maupun ketika terjadi perubahan situasi. “Dengan memperkuat mekanisme monitoring dan evaluasi, kita bisa mengoptimalkan kebijakan yang telah dijalankan,” tambahnya.

Isu Strategis yang Dibahas dalam Forum Evaluasi

BSKDN menghadirkan sejumlah isu strategis yang menjadi prioritas nasional, seperti pertumbuhan ekonomi, pengendalian inflasi, kebijakan makan bergizi gratis, pembangunan tiga juta rumah, pemberdayaan koperasi desa, peningkatan kualitas pendidikan, dan upaya swasembada pangan. Dalam Key Discussion ini, para peserta diskusi meninjau kembali pelaksanaan kebijakan-kebijakan tersebut di daerah, termasuk keberhasilan dan tantangan yang dihadapi.

Salah satu topik yang mendapat perhatian khusus adalah kebijakan makan bergizi gratis. Menurut Yusharto, program ini perlu disinkronkan dengan kebutuhan masyarakat daerah, terutama di wilayah dengan tingkat kemiskinan yang tinggi. “Ini menjadi bagian penting dari upaya penghapusan kemiskinan ekstrem,” katanya. Ia juga mengapresiasi respons pemerintah daerah dalam mempercepat implementasi kebijakan nasional, meski masih ada tantangan teknis dan sumber daya manusia yang perlu ditingkatkan.

Key Discussion ini tidak hanya memperkenalkan tantangan, tetapi juga menjadi platform untuk belajar dari pengalaman. BSKDN mengajak seluruh pemangku kebijakan untuk melibatkan feedback dari lapangan, sehingga keputusan yang diambil bisa lebih relevan dan efektif. Dengan pendekatan ini, BSKDN berharap kebijakan nasional tidak hanya terlihat ideal di kertas, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata di masyarakat.

Peran Policy Hub dalam Memperkuat Koordinasi Kebijakan

Sebagai bagian dari upaya sinkronisasi kebijakan, BSKDN terus memperkuat fungsi Policy Hub sebagai pusat strategi pengambilan kebijakan. Mekanisme ini menggabungkan data, analisis, dan isu lapangan untuk menghasilkan keputusan berbasis bukti. Dalam Key Discussion, Policy Hub menjadi alat utama dalam menyelaraskan kebijakan pusat dan daerah, serta memastikan bahwa setiap program nasional dapat dioperasionalkan secara efektif di tingkat lokal.

Menurut Yusharto, Policy Hub juga berperan dalam memberikan rekomendasi berdasarkan masukan dari para pemangku kebijakan. “Ini merupakan langkah strategis untuk memastikan kebijakan tidak hanya merespons kebutuhan nasional, tetapi juga bisa diadaptasi sesuai kondisi daerah,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa BSKDN akan terus mengawasi perkembangan ini dan meninjau kembali kebijakan jika diperlukan. Key Discussion ini menjadi bagian dari siklus evaluasi yang terus berjalan, guna meningkatkan kualitas pelaksanaan program nasional.

Dalam Key Discussion ini, pihak daerah seperti Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono menyatakan bahwa daerah tersebut berhasil mencapai progres signifikan dalam beberapa kebijakan prioritas. Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur mencapai 5,96 persen, di atas rata-rata nasional, menurutnya. Namun, ia juga mengakui bahwa ada aspek yang masih perlu ditingkatkan, seperti keterlibatan lebih aktif dalam monitoring program dan koordinasi antarinstansi.

Ikut berdiskusi