Skip to content
Fresh Desk
Agustus 2, 2026
Nasional

Dua Remaja di Tambora Kedapatan Bawa Tembakau Sintesis

Charles Williams - beritanara.com 3 mins baca

Dua Remaja di Tambora Kedapatan Bawa Tembakau Sintesis Dua Remaja di Tambora Kedapatan Bawa Tembakau Sintesis - Pada Jumat dini hari (19/6), dua remaja

Dua Remaja di Tambora Kedapatan Bawa Tembakau Sintesis

Dua Remaja di Tambora Kedapatan Bawa Tembakau Sintesis

Dua Remaja di Tambora Kedapatan Bawa Tembakau Sintesis – Pada Jumat dini hari (19/6), dua remaja ditangkap petugas Polres Metro Jakarta Barat saat membawa tembakau sintetis di kawasan Tambora, Jakarta Barat. Operasi tersebut merupakan bagian dari upaya pihak kepolisian dalam menekan tindak kriminalitas, terutama berkaitan dengan peredaran gelap narkoba di wilayah tersebut. Kedua remaja yang berusia 15 dan 16 tahun ini ditemukan oleh petugas saat melakukan razia skala besar yang fokus pada pengawasan terhadap aktivitas penyalahgunaan narkotika di sekitar Jalan Tubagus Angke.

Detail Penangkapan dan Temuan

Menurut Kasubag Binkar Polres Metro Jakarta Barat, Kompol Anggoro Winardi, kedua remaja itu tertangkap di Jalan Tubagus Angke, tepatnya depan Rumah Pompa Wijaya Kusuma. “Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan dua orang yang kedapatan membawa tembakau sintetis. Keduanya kemudian diamankan untuk dilakukan pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut,” kata Anggoro dalam keterangannya pada Sabtu (20/6/2026).

“Pelaksanaan patroli dan razia intensif ini bertujuan mengurangi potensi kejahatan jalanan sekaligus mempersempit ruang gerak peredaran gelap narkoba,” ujar Anggoro.

Operasi yang melibatkan patroli skala sedang di ruas jalan utama serta razia stasioner tersebut ditujukan untuk mengantisipasi berbagai jenis kejahatan, termasuk pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Selain itu, petugas juga fokus pada penyalahgunaan narkotika, dengan tembakau sintesis menjadi salah satu bahan yang diketahui bisa digunakan sebagai bahan baku narkoba. Kedua remaja ini ditemukan membawa sebanyak 500 gram tembakau sintesis yang diduga merupakan hasil produksi lokal.

Latar Belakang Operasi dan Upaya Preventif

“Langkah ini merupakan komitmen kami dalam menciptakan rasa aman serta menjaga situasi kamtibmas di wilayah hukum Jakarta Barat tetap kondusif,” tambah Anggoro.

Operasi yang dilakukan pada Jumat dini hari tersebut merupakan bagian dari kegiatan rutin kepolisian dalam menciptakan kota yang lebih aman. Anggoro menjelaskan bahwa dalam beberapa bulan terakhir, wilayah Tambora menjadi sasaran utama karena sering dijadikan tempat transit barang ilegal. Selain itu, Polres Metro Jakarta Barat juga memperketat pemeriksaan terhadap warga yang diduga terlibat dalam kegiatan narkoba. “Kami rutin melakukan patroli dan pemeriksaan, termasuk pada remaja yang sering dianggap rentan terhadap pengaruh narkoba,” kata Anggoro.

Menurut data dari kepolisian, Tambora memiliki tingkat kejahatan narkoba yang cukup tinggi dibandingkan wilayah lain di Jakarta Barat. Operasi ini bertujuan untuk mempersempit akses pengguna dan pengedar narkoba, terutama yang menggunakan tembakau sintesis sebagai media pembantu. “Tembakau sintesis seringkali dianggap lebih mudah didapatkan karena harganya terjangkau dan proses produksinya cepat,” terang Anggoro. Dengan menangkap dua remaja ini, pihak kepolisian mengharapkan masyarakat bisa lebih waspada terhadap tindakan kejahatan yang terjadi di sekitar mereka.

Penanganan lebih Lanjut dan Harapan Masyarakat

Dalam pemeriksaan lanjutan, kedua remaja tersebut diberikan kesempatan untuk menjelaskan alasan membawa tembakau sintesis. “Mereka mengaku mengambil barang tersebut dari seorang temannya yang berada di wilayah sekitar,” kata Anggoro. Petugas juga mengungkapkan bahwa penggunaan tembakau sintesis menjadi indikator awal dari penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja. “Banyak remaja yang tidak menyadari bahwa bahan ini bisa digunakan sebagai bahan baku narkoba,” tambahnya.

Sebagai respons terhadap kejadian ini, Polres Metro Jakarta Barat berencana untuk meningkatkan sosialisasi mengenai bahaya narkoba kepada warga Tambora. “Kami akan mengadakan dialog dengan remaja dan orang tua untuk mengurangi risiko penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekitar,” jelas Anggoro. Selain itu, pihak kepolisian juga menyarankan warga untuk lebih aktif dalam mengawasi aktivitas di sekitar rumah dan sekolah mereka. “Dengan kerja sama dari masyarakat, kami yakin operasi seperti ini bisa berjalan lebih efektif,” pungkasnya.

Ikut berdiskusi