Skip to content
Fresh Desk
Agustus 2, 2026
Nasional

Key Discussion: Kementerian ESDM Gelontorkan Rp10 Triliun Pasang Listrik di Desa yang Masih Gelap

Joseph Rodriguez - beritanara.com 3 mins baca

Pengembangan Listrik Desa Key Discussion - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengalokasikan dana sebesar Rp10,3 triliun untuk mendorong

Key Discussion: Kementerian ESDM Gelontorkan Rp10 Triliun Pasang Listrik di Desa yang Masih Gelap

Kementerian ESDM Alokasikan Rp10,3 Triliun untuk Pengembangan Listrik Desa

Key Discussion – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengalokasikan dana sebesar Rp10,3 triliun untuk mendorong pemasangan listrik di desa-desa yang masih gelap. Ini adalah langkah penting dalam upaya menyelesaikan akses energi listrik bagi masyarakat pedesaan, yang selama ini masih mengalami keterbatasan dalam fasilitas dasar tersebut. Angka ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur yang merata ke seluruh wilayah.

Progres Pembangunan Listrik Desa

Dalam laporan tahun 2025, Kementerian ESDM mencatat sebanyak 1.361 desa dan dusun telah teraliri listrik, dengan total anggaran mencapai Rp3,6 triliun. Namun, masih ada 5.700 desa dan 4.400 dusun yang belum memiliki akses ke listrik. Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menyatakan bahwa program ini merupakan hasil diskusi dengan Presiden dalam rangka mewujudkan kesetaraan dalam pelayanan energi.

“Dana sebesar Rp10,3 triliun tahun ini diharapkan bisa mempercepat proses pemasangan listrik di desa-desa yang masih gelap. Dengan anggaran yang lebih besar, kita bisa menyelesaikan lebih banyak titik pelayanan,” tambah Bahlil, yang diwawancarai pada Sabtu (20/6/2026).

Menteri Bahlil juga menegaskan bahwa anggaran yang dialokasikan merupakan komitmen pemerintah untuk memastikan setiap warga Indonesia dapat menikmati fasilitas listrik. Dalam Key Discussion terkait program ini, ia menekankan bahwa pengembangan listrik desa harus menjadi prioritas utama dalam kebijakan pembangunan nasional.

Strategi Pemasangan Listrik di Wilayah Terpencil

Program listrik desa tahun ini diatur dalam dua pendekatan utama. Pertama, pembangunan jaringan listrik yang memperluas infrastruktur ke daerah terpencil, dan kedua, pemasangan listrik gratis melalui BPBL (Badan Penyediaan Listrik Bersih) bagi masyarakat yang memenuhi kriteria tertentu. Bahlil menjelaskan bahwa strategi ini dirancang untuk mempercepat realisasi program, terutama dalam wilayah dengan kondisi geografis yang sulit.

Dalam Key Discussion pada 2026, Bahlil menyebutkan bahwa anggaran Rp10,3 triliun akan digunakan untuk menyelesaikan target pemasangan listrik yang ditetapkan tahun sebelumnya. “Kita sedang fokus pada pemberkasan dokumen agar proyek bisa terealisasi secara efektif,” tuturnya. Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi dengan pihak terkait untuk memastikan distribusi listrik desa berjalan lancar.

Program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa, terutama dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Listrik yang tersedia akan memungkinkan desa-desa tersebut mengakses berbagai teknologi dan layanan modern. Dengan Key Discussion yang terus dilakukan, pemerintah berupaya mengoptimalkan penggunaan dana agar hasilnya lebih maksimal.

Kondisi Desa yang Masih Gelap

Bahlil Lahadalia juga menyoroti kondisi desa yang masih gelap, di mana investasi untuk pemasangan listrik di satu desa bisa mencapai hampir Rp700 juta. Meskipun biaya yang relatif tinggi, ia menegaskan bahwa kebutuhan masyarakat harus menjadi prioritas utama. “Jika kita tidak memberikan akses listrik, maka peradaban desa akan tertinggal,” imbuh Bahlil.

Dalam Key Discussion terkait desa-desa yang gelap, Bahlil menekankan bahwa program ini dirancang untuk menjangkau area yang terpencil, termasuk daerah dengan kondisi ekonomi rendah. Kementerian ESDM juga berencana mempercepat penyelesaian proyek dengan melibatkan berbagai pihak, seperti swasta dan masyarakat setempat, untuk memastikan keberlanjutan program.

Program listrik desa ini menjadi bagian dari visi pemerintah untuk mewujudkan desa yang mandiri dan berkembang. Bahlil berharap, dengan dana yang lebih besar, seluruh desa di Indonesia dapat teraliri listrik dalam waktu yang lebih singkat. “Kita ingin memberikan layanan listrik yang merata, tidak hanya di kota besar,” pungkasnya.

Ikut berdiskusi