Karyawati Pabrik Garmen Tewas Terlindas Truk di Pantura Probolinggo – Polisi Buru Pelaku Tabrak Lari
Karyawati Garmen Tewas Terlindas Truk di Probolinggo, Polisi Buru Pelaku Tabrak Lari Karyawati Pabrik Garmen Tewas Terlindas Truk - Seorang karyawati pabrik
Karyawati Garmen Tewas Terlindas Truk di Probolinggo, Polisi Buru Pelaku Tabrak Lari
Karyawati Pabrik Garmen Tewas Terlindas Truk – Seorang karyawati pabrik garmen meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Jalan Raya Pantura, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, pada Kamis (9/7/2026). Korban, Husnul Khotimah, berusia 22 tahun, tewas setelah terlindas truk yang melintas tepat saat ia pulang dari bekerja. Kejadian ini memicu upaya polisi untuk mengungkap identitas pelaku tabrak lari dan menelusuri sebab-sebab kecelakaan tersebut.
Detik-detik Kecelakaan yang Maut
Korban, Husnul Khotimah, terlibat dalam kecelakaan beruntun saat mengendarai sepeda motor Honda Beat. Dalam perjalanan dari arah timur ke barat, motor itu terjatuh karena benturan dengan kendaraan lain. Saksi mata, Eko Budi Cahyono, mengungkapkan bahwa suara tabrakan keras terdengar sebelum korban terlindas truk yang melintas.
“Saya mendengar suara benturan cukup keras. Setelah saya keluar, ternyata ada kecelakaan dan korbannya seorang perempuan,” kata Eko Budi Cahyono, warga setempat. Ia menambahkan bahwa korban terlempar ke jalan raya karena kecepatan kendaraan yang tinggi.
Dalam situasi darurat tersebut, Husnul Khotimah mengalami luka serius di bagian kepala. Menurut informasi dari petugas Satlantas Polres Probolinggo Kota, korban meninggal sebelum tiba di kamar jenazah RSUD dr. Moh. Saleh. Sementara itu, polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan keterangan dari saksi, serta mengamankan sepeda motor korban sebagai barang bukti.
Upaya Polisi dalam Mengungkap Kejadian
Petugas masih berupaya untuk menemukan pelaku tabrak lari yang diduga mengakibatkan kematian Husnul Khotimah. Dugaan sementara menyebutkan bahwa truk yang melintas di Jalan Raya Pantura tersebut tidak menghentikan dan melarikan diri setelah menabrak korban. Polisi sedang memeriksa kamera CCTV di sekitar lokasi serta meminta bantuan tim forensik untuk mengidentifikasi barang bukti.
“Korban mengalami luka parah di bagian kepala. Dugaan sementara, korban terlindas truk yang melintas setelah terjatuh,” tambah Eko, yang turut membantu proses evakuasi. Ia menyatakan bahwa kondisi jalan saat kejadian cukup licin dan memungkinkan korban terjatuh akibat kecepatan tinggi.
Dalam investigasi, polisi juga memeriksa kondisi lingkungan sekitar untuk melacak jejak pelaku. Salah satu fokus utama adalah mengetahui apakah truk tersebut terlibat dalam kecelakaan awal sebelum menabrak korban. Seorang saksi lain, Rina Surya, mengatakan bahwa truk yang melintas di Jalan Raya Pantura memiliki kecepatan tinggi dan tidak berhenti setelah mendengar suara benturan.
Respons Masyarakat dan Harapan
Kejadian ini memicu kekecewaan warga sekitar yang menilai kecelakaan lalu lintas semakin sering terjadi akibat kurangnya kesadaran pengemudi. Husnul Khotimah, sebagai karyawati pabrik garmen, juga dianggap sebagai korban kecelakaan yang tidak disengaja, tetapi menimbulkan dampak besar bagi keluarganya.
“Kami harap polisi dapat menemukan pelaku tabrak lari dengan cepat. Korban adalah ibu dari dua anak yang masih kecil, jadi kami butuh keadilan,” kata salah satu kerabat korban, Siti Nurhayati. Ia menegaskan bahwa Husnul Khotimah kerap pulang dengan motor tersebut setiap hari dan tidak pernah mengeluhkan kondisi jalan.
Kelompok warga setempat juga meminta pihak berwenang meningkatkan kesadaran keselamatan lalu lintas, terutama di jalur yang sering dilintasi kendaraan berat. Dalam pernyataan resmi, Kepala Satlantas Probolinggo Kota menyatakan bahwa investigasi akan terus berlangsung hingga pelaku ditangkap dan semua fakta kecelakaan terungkap secara lengkap.
