Skip to content
Fresh Desk
Agustus 2, 2026
Nasional

Dampak Gempa di Sigi Sulteng: 42 Desa Terdampak – Ribuan Rumah dan Puluhan Tempat Ibadah Rusak

Robert Hernandez - beritanara.com 3 mins baca

Gempa Sigi Sulteng: 42 Desa Terdampak, Ribuan Rumah dan Puluhan Tempat Ibadah Rusak Dampak Gempa di Sigi Sulteng - Kabar tentang dampak gempa di Sigi Sulteng

Dampak Gempa di Sigi Sulteng: 42 Desa Terdampak – Ribuan Rumah dan Puluhan Tempat Ibadah Rusak

Gempa Sigi Sulteng: 42 Desa Terdampak, Ribuan Rumah dan Puluhan Tempat Ibadah Rusak

Dampak Gempa di Sigi Sulteng – Kabar tentang dampak gempa di Sigi Sulteng terus mengalir setelah gempa bumi berkekuatan 6,7 skala Richter mengguncang wilayah tersebut pada Selasa (16/6). Gempa ini mengakibatkan kerusakan parah di sembilan kecamatan, melibatkan 42 desa berbeda. Puluhan bangunan ibadah serta ribuan rumah penduduk rusak, menimbulkan kekhawatiran akan kesiapan bantuan dan pemulihan. BPBD Sigi mengungkapkan kondisi yang terus berkembang setelah guncangan tersebut.

Kerusakan di Wilayah Terdampak

Dampak gempa di Sigi Sulteng menyebar luas, dengan wilayah terparah tercatat di Kecamatan Uneni, Tongoa, Kamarora A, Kamarora B, dan Sintuwu. Kepala BPBD Sigi, Henri Kusuma, mengungkapkan bahwa kerusakan paling signifikan terjadi di desa-desa tersebut, mengakibatkan ketidaknyamanan bagi warga. Gempa yang terjadi pada pukul 10.27 WIB tersebut juga dirasakan kuat di daerah sekitar seperti Kota Palu, Donggala, dan Parigi Moutong.

Dampak gempa di Sigi Sulteng mencakup perubahan struktur tanah dan kerusakan pada bangunan sipil. Sejumlah warga mengalami gangguan pendengaran akibat getaran yang cukup kuat, sementara infrastruktur seperti jalan raya dan jembatan juga mengalami perbaikan yang diperlukan. BPBD terus memantau kondisi di lapangan untuk memastikan laporan yang akurat.

Korban dan Kerugian Material

Berdasarkan data terkini, jumlah korban dari dampak gempa di Sigi Sulteng terus bertambah. Sebanyak 8.586 warga dari 2.762 kepala keluarga tercatat mengalami kerusakan langsung, dengan 17 orang mengalami cedera berat dan 108 orang cedera ringan. Tiga korban jiwa juga dilaporkan mengenai kecelakaan akibat guncangan tersebut. Selain itu, kerusakan material diakui sebagai salah satu fokus utama dari bencana ini.

Pusdalops PB mencatat ada 2.319 unit rumah yang rusak, terdiri dari 1.966 rumah rusak ringan, 219 rusak sedang, dan 134 rusak berat. Sejumlah fasilitas publik seperti 16 masjid, 63 gereja, 37 gedung sekolah, serta lima puskesmas juga terkena dampak serius. Selain itu, beberapa kantor pemerintahan mengalami kerusakan akibat gempa, yang berdampak pada operasional layanan masyarakat.

Upaya Penanganan dan Pemulihan

Tim BPBD Sigi sedang bekerja keras untuk mengumpulkan data secara real-time, memastikan pemenuhan kebutuhan warga. Henri Kusuma menyatakan bahwa laporan kerusakan terus diperbarui setiap hari dan dikirimkan kepada Pemkab Sigi. Kementerian PUPR dan organisasi tanggap darurat lainnya juga terlibat dalam upaya menstabilkan situasi di daerah yang terkena gempa.

Beberapa desa terdampak menerima bantuan darurat dari organisasi internasional. BPBD mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan dan berhati-hati saat beraktivitas di lingkungan yang rusak. Selain itu, pemerintah daerah sedang menyiapkan alokasi dana darurat untuk memulihkan kondisi setelah dampak gempa di Sigi Sulteng menimbulkan ketergantungan masyarakat terhadap bantuan eksternal.

Keluhan dan Kesiapan Masyarakat

Warga yang tinggal di desa-desa terdampak mengungkapkan rasa cemas terhadap kestabilan rumah dan fasilitas umum. Banyak dari mereka mengalami kehilangan barang-barang pribadi, dengan beberapa warga mengungsi ke daerah yang lebih aman. Masyarakat juga berharap pemerintah dapat mempercepat proses pemulihan, terutama untuk membangun ulang rumah yang rusak parah.

Di samping itu, kondisi lingkungan yang rusak memicu kekhawatiran terhadap kesehatan masyarakat. Selain kerusakan fisik, sisa-sisa bangunan dan aliran air tercemar menjadi ancaman baru. Warga berharap pemerintah dapat mengkoordinasikan penanggulangan darurat untuk memastikan keselamatan dalam jangka panjang.

Analisis dan Pelajaran dari Bencana

Dampak gempa di Sigi Sulteng menjadi bahan evaluasi bagi pihak terkait dalam bidang kesiapsiagaan bencana. BPBD mengungkapkan bahwa gempa ini menunjukkan kebutuhan akan peningkatan sistem pemantauan dan kesadaran masyarakat terhadap risiko bencana. Adapun wilayah Sulteng, yang memiliki sejarah gempa sebelumnya, diperkirakan akan memperkuat kebijakan darurat dalam upaya mencegah dampak serupa di masa depan.

Analisis lebih lanjut terhadap dampak gempa di Sigi Sulteng menunjukkan bahwa faktor lokasi geografis dan jenis tanah berkontribusi besar pada tingkat kerusakan. Wilayah perbukitan yang terletak di Sigi juga menjadi titik rawan dalam hal struktur bangunan. BPBD berharap data dari gempa ini bisa menjadi referensi dalam penyusunan kebijakan perencanaan tata kota yang lebih resilien terhadap bencana alam.

Ikut berdiskusi