Skip to content
Fresh Desk
Agustus 3, 2026
Nasional

Main Agenda: PN Semarang Izinkan Pendukung Sudewo Gelar Aksi, Syaratnya Tidak Ganggu Jalannya Persidangan

Susan Moore - beritanara.com 3 mins baca

PN Semarang Izinkan Pendukung Sudewo Gelar Aksi, Syaratnya Tidak Ganggu Jalannya Persidangan Permohonan Aksi Diterima dengan Syarat Khusus Main Agenda

Main Agenda: PN Semarang Izinkan Pendukung Sudewo Gelar Aksi, Syaratnya Tidak Ganggu Jalannya Persidangan

PN Semarang Izinkan Pendukung Sudewo Gelar Aksi, Syaratnya Tidak Ganggu Jalannya Persidangan

Permohonan Aksi Diterima dengan Syarat Khusus

Main Agenda – Informasi terkini dari Main Agenda mengungkapkan bahwa Pengadilan Negeri (PN) Semarang telah memberikan izin bagi pendukung Sudewo, mantan Bupati Pati, untuk menggelar aksi di depan Pengadilan Tipikor Semarang. Aksi tersebut diperbolehkan dengan syarat utama yaitu tidak mengganggu jalannya persidangan. Keputusan ini diambil setelah evaluasi mendalam oleh pihak pengadilan terkait kondisi lingkungan di sekitar gedung persidangan.

Permohonan aksi dari pendukung Sudewo telah diterima dengan beberapa ketentuan, salah satunya adalah menjamin kelancaran proses persidangan. Hadi Sunoto, juru bicara PN Semarang, mengatakan bahwa izin diberikan dengan catatan peserta aksi harus menjaga ketertiban dan tidak menggunakan alat pengeras suara yang bisa mengganggu jalannya sidang.

Persidangan Berlanjut, Aksi Tetap Diperbolehkan

Kasus korupsi Sudewo yang sedang diproses di PN Semarang menarik perhatian masyarakat luas. Sidang lanjutan rencananya berlangsung pada Senin (6/7/2026) secara luring. Meski diperbolehkan menggelar aksi, peserta diingatkan untuk tetap patuh pada aturan yang telah ditetapkan. Pihak pengadilan juga menyatakan bahwa aksi dapat dilakukan selama tidak mengurangi efektivitas persidangan.

Main Agenda menyoroti pentingnya keputusan ini dalam menjaga keseimbangan antara hak warga negara untuk menyampaikan aspirasi dan kebutuhan pengadilan untuk menjalankan tugasnya secara profesional. Dengan izin aksi, pendukung Sudewo diharapkan dapat menyampaikan pesan politik mereka tanpa mengganggu proses hukum yang sedang berlangsung.

Kondisi Aksi yang Harus Diperhatikan

Pengadilan juga menegaskan bahwa jika situasi tidak kondusif terulang, mereka akan kembali mengevaluasi mekanisme persidangan. “Sidang bisa dilakukan secara daring jika kondisi tidak memungkinkan,” tambah Hadi Sunoto, menjelaskan bahwa pengadilan siap mengambil langkah tambahan jika aksi berpotensi mengganggu jalannya persidangan.

Main Agenda mengingatkan bahwa aksi yang digelar oleh pendukung Sudewo tidak hanya berdampak pada proses hukum, tetapi juga terhadap reputasi pengadilan dan kredibilitas kasus yang sedang diproses. Pihak pengadilan meminta peserta aksi untuk tetap bersifat hormat dan tidak mengambil alih ruang yang seharusnya digunakan oleh para penghakim.

Kasus Korupsi Sudewo dan Riwayat Aksi Ricuh

Sudewo terlibat dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait proyek-proyek di DJKA dengan nilai total mencapai Rp3,8 miliar. Selain itu, ia juga dikenai dakwaan menerima uang sebesar Rp2,4 miliar selama proses perekrutan perangkat desa di Kabupaten Pati pada periode 2025-2026. Kasus ini menjadi sorotan karena menggambarkan konflik antara pihak penyidik dan pendukung terdakwa.

Main Agenda mencatat bahwa aksi di depan pengadilan sebelumnya sempat ricuh, memakan waktu sekitar 1,5 jam untuk dievakuasi. Putusan sela yang dibacakan pada 28 Juni 2026 menjadi pemicu aksi tersebut, di mana pendukung Sudewo menganggap keputusan pengadilan sebagai langkah yang kurang adil. Namun, dengan izin baru, pengadilan berharap aksi kali ini dapat berjalan lebih teratur.

Langkah Peningkatan untuk Masa Depan

Main Agenda mengulas bahwa izin aksi oleh PN Semarang menjadi contoh nyata bagaimana pengadilan mencoba menyeimbangkan antara kebebasan berdemo dan kebutuhan menjalankan proses hukum. Keputusan ini diharapkan dapat menjadi pedoman bagi persidangan serupa di masa depan, terutama dalam menangani kasus yang melibatkan partisipasi publik.

Pengadilan juga memberikan panduan tentang cara mengelola aksi di masa mendatang, termasuk memastikan peserta aksi tidak menghalangi jalannya persidangan. Hal ini diperlukan untuk meminimalkan risiko konflik yang bisa mengganggu keadilan dan konsentrasi para penghakim dalam menjalankan tugasnya. Main Agenda memandang bahwa keputusan ini menunjukkan komitmen pengadilan untuk menjaga efisiensi proses persidangan sekaligus mendengarkan suara publik.

Ikut berdiskusi