Skip to content
Fresh Desk
Agustus 2, 2026
Nasional

Kaki Tangan Gembong Narkoba Fredy Pratama Dibekuk Polisi – Bareskrim Bocorkan Peran Frans

Robert Williams - beritanara.com 3 mins baca

Kaki Tangan Gembong Narkoba Fredy Pratama Dibekuk, Bareskrim Bocorkan Peran Frans Penangkapan Frans Antony di Malaysia Kaki Tangan Gembong Narkoba Fredy

Kaki Tangan Gembong Narkoba Fredy Pratama Dibekuk Polisi – Bareskrim Bocorkan Peran Frans

Kaki Tangan Gembong Narkoba Fredy Pratama Dibekuk, Bareskrim Bocorkan Peran Frans

Penangkapan Frans Antony di Malaysia

Kaki Tangan Gembong Narkoba Fredy Pratama – Dalam operasi besar yang dilakukan oleh Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipid Narkoba) Bareskrim Polri, Frans Antony, kaki tangan gembong narkoba Fredy Pratama, berhasil ditangkap di Malaysia. Penangkapan ini menandai langkah penting dalam upaya mengungkap jaringan peredaran narkoba yang selama ini menjadi perhatian publik. Direktur Tindak Pidana Narkoba, Brigjen Eko Hadi Santoso, mengonfirmasi bahwa Frans Antony adalah bagian dari struktur kecil yang dipimpin oleh Fredy Pratama.

“Iya betul (Frans Antony),” ujar Eko kepada wartawan pada hari yang sama. “Dia menjadi pengakap yang membantu distribusi barang ilegal dari Thailand ke Indonesia.”

Peran Frans dalam Jaringan Narkoba

Frans Antony, yang diduga mengendalikan keuangan jaringan narkoba Fredy Pratama, ditemukan berada di daerah Phatthanakan, Thailand, saat dilakukan penangkapan. Menurut Eko, Frans merupakan salah satu dari sejumlah orang yang diberi peran khusus oleh Fredy Pratama untuk memastikan kelancaran operasi. “Frans berpindah-pindah tempat selama dua tahun, tetapi akhirnya terjebak dalam operasi saat berada di Malaysia,” kata Eko.

“Frans Antony melarikan diri dengan cara berpindah-pindah tempat di Thailand. Dalam pelariannya, Frans dibantu oleh orang suruhan dari Fredy Pratama yang merupakan warga negara Thailand,” tutur Eko.

Latar Belakang Hubungan Fredy dan Frans

Kedua individu ini memiliki latar belakang kehidupan yang saling berkaitan. Fredy Pratama, yang terkenal sebagai pengusaha besar di Malang, Jawa Timur, memulai kegiatan narkoba sejak awal karier. Sementara Frans Antony, seorang warga Negara Thailand, dikenal sebagai pengelola keuangan yang mendukung bisnis gelap ini. “Mereka bertemu saat SMA di Kalimantan Selatan, dan setelah itu terus bekerja sama dalam jaringan peredaran narkoba,” terang Eko.

“Frans Antony sempat berpindah-pindah tempat mulai dari daerah Phatthanakan hingga akhirnya menetap di Narasiri, Thailand, selama sekitar dua tahun,” ujarnya. “Dia juga menjadi penghubung antara Fredy Pratama dengan pengedar di luar negeri.”

Status Fredy Pratama

Saat ini, Frans Antony telah berada di gedung Bareskrim Polri Jakarta dan diperiksa lebih lanjut. Namun, Fredy Pratama masih menjadi buronan yang diburu oleh pihak berwenang. “Fredy Pratama adalah otak dari operasi ini, dan Frans adalah bagian dari jaringan yang membantunya,” jelas Eko. “Kita masih menunggu hasil pemeriksaan Frans untuk memperkuat kasus terhadap Fredy.”

Modus Operasi Jaringan Narkoba

Menurut sumber terpercaya, jaringan narkoba Fredy Pratama beroperasi dengan sistem yang sangat rapi. Frans Antony, sebagai kaki tangan, bertugas mengatur pengiriman barang ilegal dari Thailand ke Indonesia. “Kaki tangan gembong narkoba Fredy Pratama seperti Frans Antony sering menggunakan jalur darat dan laut untuk menghindari deteksi,” kata sumber tersebut. “Dia juga berkoordinasi dengan para pengusaha lokal untuk menyembunyikan barang-barang tersebut.”

Penangkapan Frans Antony menunjukkan bahwa operasi anti-narkoba Bareskrim Polri telah mengungkap struktur kompleks jaringan ini. Dengan menangkap anggota kunci, kepolisian kini memiliki bukti kuat untuk menuntut Fredy Pratama. “Ini merupakan langkah awal menuju penyelesaian kasus besar yang melibatkan kaki tangan gembong narkoba Fredy Pratama,” tambah Eko.

Impak Penangkapan Terhadap Kasus

Penangkapan Frans Antony tidak hanya memberikan bukti langsung tentang peran kaki tangan gembong narkoba Fredy Pratama, tetapi juga membuka peluang untuk mengungkap lebih banyak anggota jaringan. “Frans adalah salah satu dari tiga orang yang diberi peran khusus, dan kita masih mengejar dua orang lainnya,” kata Eko. “Kasus ini menunjukkan kerja sama intens antara Bareskrim Polri dan intelijen Thailand.”

Dengan ditangkapnya Frans, kepolisian optimis bisa mengguncang sistem distribusi narkoba yang sudah berjalan selama beberapa tahun. “Kita akan fokus pada investigasi lebih lanjut dan menunggu hasil pemeriksaan Frans untuk memperkuat tuntutan terhadap Fredy Pratama,” ujarnya. “Ini akan menjadi momentum penting dalam upaya penegakan hukum terhadap kaki tangan gembong narkoba Fredy Pratama.”

Ikut berdiskusi