Skip to content
Fresh Desk
Agustus 2, 2026
Nasional

What Happened During: Erick Thohir Jagokan Argentina hingga Inggris, John Herdman Justru Belum Nonton Piala Dunia

Elizabeth Jones - beritanara.com 3 mins baca

ring: Erick Thohir Jagokan Argentina hingga Inggris, John Herdman Justru Belum Nonton Piala Dunia What Happened During Piala Dunia 2026 menjadi topik hangat

What Happened During: Erick Thohir Jagokan Argentina hingga Inggris, John Herdman Justru Belum Nonton Piala Dunia

What Happened During: Erick Thohir Jagokan Argentina hingga Inggris, John Herdman Justru Belum Nonton Piala Dunia

What Happened During Piala Dunia 2026 menjadi topik hangat yang dibahas oleh para penggemar sepak bola. Menteri Pemuda dan Olahraga serta Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, telah memberikan pernyataan spesifik mengenai tim-tim yang dianggapnya memiliki peluang besar meraih gelar juara. Tidak hanya satu atau dua negara, tetapi juga beberapa tim besar seperti Argentina, Prancis, dan Inggris masuk dalam daftar favoritnya. Hal ini terungkap saat ia mendampingi pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, dalam pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Jumat (19/6/2026).

Prediksi Erick Thohir: Argentina dan Inggris Masih Berpotensi

What Happened During gelaran Piala Dunia 2026 ternyata menjadi perhatian Erick Thohir yang menyatakan bahwa beberapa tim kuat di dunia tetap menjadi kandidat utama. Ia menilai Argentina dan Inggris memiliki performa yang stabil, sehingga bisa mengancam gelar juara. “Tim favorit? Semua tim menarik. Ini membuat saya kurang tidur karena menonton sekitar 70 persen laga,” kata Erick dalam wawancara eksklusif. Menurutnya, kekuatan Argentina terletak pada tim yang solid dan penjaga gawang berkualitas, sementara Inggris menunjukkan konsistensi di babak awal turnamen. Namun, ia juga memberikan ruang untuk tim Asia, seperti Jepang, yang dianggapnya punya potensi menciptakan kejutan.

“Saya rasa Argentina masih jadi unggulan, Prancis masih jadi unggulan, Inggris kemarin main bagus,” ujarnya.

Erick Thohir menekankan bahwa menonton pertandingan secara aktif adalah bagian dari mengikuti perkembangan Piala Dunia 2026. Dengan mengamati 70 persen laga, ia mampu memberikan analisis yang lebih mendalam tentang dinamika pertandingan dan pemain-pemain kunci. Meski demikian, ia tidak menutup kemungkinan bahwa tim Asia bisa melangkah lebih jauh. “Kita lihat saja. Jepang, Korea Selatan, dan negara lain bisa saja mengubah skenario,” tambahnya.

John Herdman: Fokus Utama pada Target Timnas Indonesia

Sebaliknya, John Herdman, pelatih Timnas Indonesia, mengaku belum mengikuti Piala Dunia 2026 secara aktif. Fokus utamanya terletak pada upaya membawa Timnas Indonesia lolos ke babak final. “Fokus saya ada di sini. Saya belum menonton Piala Dunia,” katanya dalam wawancara. Hal ini menunjukkan perbedaan prioritas antara Erick Thohir, yang memantau kejadian-kejadian global, dan John Herdman, yang lebih menekankan keberhasilan tim yang ia bina.

“Saya lebih tertarik pada pencapaian Timnas Indonesia. Jika kita bisa mencapai babak final, itu akan menjadi pencapaian besar,” ujarnya.

John Herdman menjelaskan bahwa ia lebih memilih untuk mengalokasikan waktu dan energi ke persiapan Timnas Indonesia. Dengan mengikuti What Happened During turnamen, ia bisa mengambil pelajaran dari laga-laga yang berlangsung, tetapi fokus utamanya tetap pada strategi lokal. “Kita perlu fokus pada pertandingan yang dihadapi, bukan hanya menonton,” tegasnya. Pernyataan ini menegaskan komitmen Herdman untuk membawa Timnas Indonesia ke puncak.

Harapan Erick Thohir untuk melihat Timnas Indonesia berprestasi sejalan dengan upaya PSSI dan pemerintah membangun tim nasional yang kompetitif di level internasional. Ia mengungkapkan, keinginan ini juga sesuai dengan ambisi Herdman. “Kita perlu melihat hasil What Happened During Piala Dunia 2026 sebagai bahan evaluasi,” kata Erick. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun memiliki pandangan berbeda tentang perspektif global, keduanya tetap saling mendukung dalam upaya memajukan sepak bola Indonesia.

Ikut berdiskusi