Skip to content
Fresh Desk
Agustus 2, 2026
Jatim

BNN Bongkar Gudang Berisi 3,37 Ton Narkotika di Gresik

Michael Johnson - beritanara.com 3 mins baca

sik BNN Bongkar Gudang Berisi 3 37 Ton - Dalam operasi besar yang dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, sebuah gudang penyimpanan narkotika berhasil

BNN Bongkar Gudang Berisi 3,37 Ton Narkotika di Gresik

BNN Bongkar Gudang Berisi 3,37 Ton Narkotika di Gresik

BNN Bongkar Gudang Berisi 3 37 Ton – Dalam operasi besar yang dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, sebuah gudang penyimpanan narkotika berhasil dibongkar di Cerme, Gresik, pada Kamis (2/7). Penggeledahan ini menemukan sejumlah besar narkotika, yaitu 3,37 ton, yang tergolong dalam kategori narkotika internasional. Operasi tersebut merupakan bagian dari upaya BNN untuk mengungkap jaringan perdagangan narkotika yang aktif di wilayah Jawa Timur.

Deteksi dan Penyitaan Narkotika di Gresik

Operasi penyitaan narkotika di Gresik berlangsung secara terencana, dengan BNN menyiapkan tim yang terdiri dari penyidik dan petugas keamanan. Gudang yang dibongkar merupakan lokasi utama penyimpanan barang ilegal, yang tersembunyi di dalam 4 kontainer. Barang bukti terdiri dari kuncup bunga canabinoid atau ganja Thailand, yang secara teratur disimpan dalam 500 koper dan 80 bal kardus latex. Dalam operasi ini, selain narkotika, juga ditemukan dokumen-dokumen pendukung yang membantu menyelidiki rantai distribusi barang.

Sebagai bagian dari upaya menangkap pelaku, BNN berhasil menangkap 12 orang tersangka. Dari jumlah tersebut, satu orang di antaranya merupakan Warga Negara Asing (WNA) yang berperan sebagai pengendali utama gudang. “Kami telah memeriksa seluruh tersangka dan menemukan alur distribusi yang terstruktur,” kata Komjen Suyudi Ario Seto, Kepala BNN RI, dalam siaran pers. Ia menjelaskan bahwa penyelidikan masih terus berlangsung untuk menangkap WNA lain yang diduga terlibat dalam jaringan distribusi.

Operasi yang Berhasil Menyita 3,37 Ton Narkotika

Proses penggeledahan gudang tersebut memakan waktu beberapa jam, dengan tim BNN melakukan pencarian menyeluruh untuk memastikan tidak ada barang bukti yang terlewat. Gudang yang dibongkar ditemukan di tengah kebun, dengan struktur bangunan yang sengaja dirancang untuk menghindari deteksi. Narkotika disimpan dalam kondisi tersembunyi, sehingga membutuhkan analisis lebih lanjut untuk mengidentifikasi jenis dan kadar bahan aktif.

Penyitaan 3,37 ton narkotika ini memperlihatkan kemampuan BNN dalam mengungkap sindikat perdagangan narkotika skala besar. “Barang yang berhasil disita adalah hasil kerja sama dengan lembaga intelijen dan instansi terkait di luar negeri,” tambah Komjen Suyudi Ario Seto. Penyelidikan terus berlanjut untuk memastikan semua pelaku dalam jaringan ini ditemukan dan dituntut secara hukum.

Operasi ini juga membuktikan bahwa narkotika bisa diselundupkan melalui jalur pengiriman resmi. Sindikat menggunakan kardus latex sebagai media penyembunyian, dengan narkotika disamarkan sebagai bahan baku cairan rokok elektrik. “Dengan kadar THC tinggi, barang ini mudah diolah menjadi produk yang menarik konsumen,” papar Deputi Penindakan BNN RI, Irjen Pol Aswin Sipayung. Tindakan ini menunjukkan strategi pelaku untuk menghindari pemeriksaan di titik-titik pengiriman.

Barang bukti yang disita menunjukkan bahwa gudang tersebut telah beroperasi selama beberapa bulan. BNN menemukan bukti-bukti yang mengungkapkan alur pengiriman narkotika dari Thailand menuju Gresik, kemudian didistribusikan ke berbagai daerah di Indonesia. “Jaringan ini sangat kompleks, dengan pelaku yang terlibat dalam berbagai peran, mulai dari pengemudi hingga pemilik gudang,” jelas Aswin Sipayung. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan terus memburu pelaku utama yang berada di luar negeri.

Sebagai bagian dari operasi penindakan, BNN juga menyerahkan barang bukti ke pihak berwenang untuk proses penyidikan lebih lanjut. Narkotika yang disita diprediksi akan dijual ke pasar gelap dengan nilai jual mencapai ratusan miliar rupiah. “Penggeledahan ini berdampak signifikan dalam mengurangi penyebaran narkotika di wilayah Jawa Timur,” tutur Aswin Sipayung. Operasi tersebut juga memperkuat kerja sama antar-instansi dalam upaya penegakan hukum narkotika.

Ikut berdiskusi