Skip to content
Fresh Desk
Agustus 2, 2026
Nasional

Minyak Dunia Anjlok – DPR RI Sebut Harga BBM Non Subsidi Berpotensi Tetap Sama

Charles Lopez - beritanara.com 3 mins baca

DPR RI: Harga BBM Nonsubsidi Tetap Stabil? Minyak Dunia Anjlok - Konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang berlangsung beberapa waktu lalu telah memicu

Minyak Dunia Anjlok – DPR RI Sebut Harga BBM Non Subsidi Berpotensi Tetap Sama

Minyak Dunia Anjlok, DPR RI: Harga BBM Nonsubsidi Tetap Stabil?

Minyak Dunia Anjlok – Konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang berlangsung beberapa waktu lalu telah memicu perubahan signifikan dalam harga minyak dunia. Setelah mencapai puncak tekanan akibat ketegangan geopolitik, harga minyak global mengalami penurunan yang berdampak pada kebijakan subsidi bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia. Mengikuti situasi ini, Ketua Badan Anggaran DPR RI, Said Abdullah, mengungkapkan bahwa penyesuaian harga BBM nonsubsidi, terutama Pertamax, masih akan memerlukan waktu untuk diputuskan dan berpotensi tetap stabil dalam jangka dekat.

Pengaruh Penurunan Harga Minyak Global terhadap BBM Nonsubsidi

Menurut Said Abdullah, keputusan pemerintah dalam menentukan harga BBM nonsubsidi bergantung pada rata-rata harga minyak mentah selama tiga bulan terakhir. “Harga minyak dunia yang anjlok saat ini memberikan ruang untuk evaluasi lebih lanjut, tetapi jangan terburu-buru mengubah harga BBM,” kata Said, dalam pernyataan yang dikutip Kamis (18/6/2026). Ia menekankan bahwa pemerintah perlu mempertimbangkan dampak perubahan harga minyak terhadap inflasi, daya beli masyarakat, dan kondisi ekonomi makro secara menyeluruh.

Penurunan harga minyak terjadi setelah harga Brent sempat melonjak hingga 120 dolar AS per barel selama periode ketegangan antara AS dan Iran. Namun, dengan adanya kesepakatan damai yang diumumkan Presiden AS Donald Trump, harga minyak kembali turun ke level 83,55 dolar AS per barel pada Senin (15/6/2026). Turunnya harga minyak ini diperkirakan akan memberikan manfaat fiskal bagi Indonesia, karena pengurangan biaya impor bahan bakar bisa mengangkat angka defisit neraca perdagangan.

Kebijakan BBM Nonsubsidi: Kapan dan Bagaimana?

DPR RI telah menyoroti bahwa pengumuman harga BBM nonsubsidi biasanya diumumkan setiap bulan, berdasarkan perhitungan rata-rata harga minyak global. Meski harga minyak dunia yang anjlok membuka peluang untuk penyesuaian, Said Abdullah memperkirakan bahwa penyesuaian harga BBM nonsubsidi mungkin tidak langsung terjadi, terutama karena pertimbangan kebijakan subsidi yang selama ini dipertahankan oleh pemerintah.

Sebagai contoh, selama konflik yang berlangsung, harga minyak mentah Brent mencapai 120 dolar AS per barel, yang kemudian turun hingga 83,55 dolar AS per barel setelah pengumuman damai. Meski penurunan ini bersifat signifikan, Said menegaskan bahwa perubahan harga BBM nonsubsidi akan dihitung secara rata-rata selama tiga bulan. “Ini berarti, meski harga minyak turun hari ini, kita masih menunggu data tiga bulan untuk menentukan perubahan harga BBM nonsubsidi,” jelasnya.

Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), harga minyak mentah Brent yang turun bisa membawa dampak positif terhadap neraca anggaran pemerintah. Pengurangan biaya BBM nonsubsidi diharapkan bisa memberikan ruang lebih luas bagi pemerintah dalam alokasi dana untuk program pemerintah seperti subsidi lapangan kerja atau pengembangan infrastruktur. Namun, Said juga mengingatkan bahwa penyesuaian harga BBM nonsubsidi harus dilakukan secara bertahap agar tidak mengganggu stabilitas perekonomian.

Analisis Pasar Minyak: Faktor yang Mempengaruhi Harga

Analisis pasar minyak global menunjukkan bahwa harga minyak yang anjlok pada akhir Mei 2026 bukan hanya disebabkan oleh konflik antara AS dan Iran, tetapi juga oleh berbagai faktor seperti kebijakan produksi OPEC, permintaan energi di kawasan Asia, dan persaingan dengan sumber energi alternatif. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mencatat bahwa penurunan harga minyak yang signifikan bisa mengurangi tekanan inflasi di Indonesia, terutama dalam sektor transportasi dan logistik.

DPR RI juga mempertimbangkan peran harga minyak dunia dalam kebijakan subsidi BBM. Dengan harga minyak yang anjlok, pemerintah memiliki keleluasaan untuk menyesuaikan harga BBM nonsubsidi. Namun, Said Abdullah mengingatkan bahwa pemerintah tidak bisa langsung menurunkan harga BBM, karena ada ketergantungan pada perhitungan rata-rata harga minyak global. “Pemerintah harus menyeimbangkan antara kebutuhan masyarakat dan tekanan fiskal,” ujarnya. Hal ini menunjukkan bahwa harga minyak dunia yang anjlok memang memberikan ruang untuk penyesuaian, tetapi perlu waktu untuk dianalisis secara mendalam.

Selain itu, penurunan harga minyak dunia juga diharapkan mampu meningkatkan kinerja industri minyak dalam negeri. Dengan harga minyak yang lebih terjangkau, produsen dalam negeri bisa bersaing lebih baik di pasar internasional. Namun, Said Abdullah menegaskan bahwa keputusan akhir tetap berada di tangan pemerintah dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). “Pemerintah harus mengevaluasi semua faktor sebelum mengambil keputusan,” tambahnya.

Ikut berdiskusi