Skip to content
Fresh Desk
Agustus 2, 2026
Nasional

Meeting Results: BGN Akui Akan Ada Efisiensi Anggaran MBG, Nasib Insentif Harian SPPG Senilai Rp6 Juta Bakal Dihapus

Charles Lopez - beritanara.com 3 mins baca

G, Insentif Harian SPPG Rp6 Juta Dihapus Meeting Results - Hasil pertemuan terbaru dari Badan Gizi Nasional (BGN) menunjukkan adanya rencana efisiensi

Meeting Results: BGN Akui Akan Ada Efisiensi Anggaran MBG, Nasib Insentif Harian SPPG Senilai Rp6 Juta Bakal Dihapus

BGN Efisiensi Anggaran MBG, Insentif Harian SPPG Rp6 Juta Dihapus

Meeting Results – Hasil pertemuan terbaru dari Badan Gizi Nasional (BGN) menunjukkan adanya rencana efisiensi anggaran untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Perubahan ini dipicu oleh evaluasi terhadap pengelolaan kebijakan yang sebelumnya menuai kritik terkait alokasi dana untuk insentif harian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Insentif sebesar Rp6 juta per hari yang diberikan kepada SPPG kini dipertimbangkan untuk dihapus, sebagai bagian dari upaya mengoptimalkan penggunaan anggaran.

Evaluasi Kebijakan Insentif Harian SPPG

Pertemuan internal BGN di Jakarta Pusat, Kamis (18/6/2026), membahas efisiensi anggaran yang akan diterapkan dalam MBG. Nanik S Deyang, ketua BGN, mengungkapkan bahwa besaran insentif harian SPPG yang sebelumnya Rp6 juta per hari dinilai tidak proporsional, terutama mengingat jumlah penerima manfaat yang bervariasi dari 500 hingga 3.000 orang per hari. “Meeting Results menunjukkan bahwa kita perlu menyesuaikan insentif sesuai kemampuan daerah dan kebutuhan penerima,” terangnya.

“Pengurangan insentif harian SPPG bukan sekadar untuk menekan pengeluaran, tetapi juga untuk memastikan distribusi dana yang lebih adil dan transparan,” tambah Agustina Arumsari, Wakil Kepala BGN, saat diwawancara usai pertemuan tersebut.

Dalam diskusi, BGN menyebutkan bahwa insentif sebesar Rp6 juta per hari memberikan beban keuangan yang berlebihan, terutama di daerah dengan jumlah penerima yang lebih sedikit. Keputusan ini diambil setelah analisis menyeluruh terhadap efisiensi anggaran selama tiga tahun terakhir. “Meeting Results menunjukkan bahwa kita perlu mencari solusi yang lebih hemat, tetapi tetap mampu mendukung keberlanjutan MBG,” jelas Arumsari.

Perubahan Anggaran untuk Tahun 2027

Sebagai langkah optimasi, BGN juga sedang menyiapkan revisi pagu anggaran untuk tahun 2027. Pagu awal yang ditetapkan mencapai Rp270 triliun, dengan asumsi 81 juta orang akan menerima manfaat dari MBG. Namun, angka tersebut akan disesuaikan berdasarkan hasil evaluasi terbaru, termasuk perubahan insentif harian SPPG. “Kita perlu memastikan anggaran untuk 2027 tidak hanya efisien, tetapi juga mampu menjangkau lebih banyak penerima manfaat,” tutur Nanik.

Dalam

Meeting Results

yang dilaksanakan pekan ini, BGN juga menyebutkan bahwa efisiensi anggaran akan dilakukan dengan mengurangi pengeluaran di sektor operasional. Selain itu, penyesuaian besaran insentif harian SPPG akan mencakup penggunaan teknologi digital dalam distribusi makanan, serta pengoptimalan sistem monitoring dan evaluasi. “Perubahan ini dirancang agar MBG bisa tetap berjalan efektif tanpa mengorbankan kualitas layanan,” kata Nanik.

Langkah efisiensi ini diharapkan mampu mengurangi defisit anggaran sebesar 15-20% dalam lima tahun ke depan. BGN menyatakan bahwa pengurangan insentif harian SPPG tidak akan berdampak signifikan pada kesejahteraan pekerja, karena angka tersebut akan disesuaikan dengan kapasitas daerah. “Jumlah insentif akan berbeda untuk setiap wilayah, sehingga penerima manfaat tetap merasakan manfaat yang adil,” ujar Arumsari.

Sebagai bagian dari

Meeting Results

, BGN juga membahas kemungkinan penghapusan insentif harian SPPG sekaligus pergeseran dana ke sektor pengembangan infrastruktur pendukung MBG. Misalnya, uang yang sebelumnya dialokasikan untuk insentif akan dialihkan ke pembelian bahan baku makanan atau pelatihan petugas pelayanan. “Kita ingin MBG menjadi lebih berkelanjutan, tidak hanya dalam jangka pendek,” kata Nanik.

Kebijakan efisiensi anggaran ini telah mendapat dukungan dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu), yang menilai langkah tersebut relevan dengan kondisi ekonomi nasional saat ini. Meski demikian, BGN tetap akan memastikan kebutuhan penerima manfaat tidak terganggu. “Kita juga akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan stakeholder terkait untuk memastikan transparansi dalam perubahan ini,” jelas Arumsari.

Menurut sumber dari tvOnenews.com, perubahan kebijakan ini akan berdampak pada 200 ribu tenaga SPPG di seluruh Indonesia. Dengan insentif harian yang dikurangi, mereka akan diberikan pengganti berupa tunjangan bulanan atau insentif kinerja. “Meeting Results menegaskan bahwa efisiensi anggaran adalah prioritas, tetapi tetap berupaya mempertahankan kesejahteraan pekerja,” kata sumber tersebut.

Ikut berdiskusi