Skip to content
Fresh Desk
Agustus 2, 2026
Nasional

Historic Moment: Pengakuan Mengejutkan Davina Karamoy Soal Hanania Group, Ternyata Selama Ini Diberi Uang…

Charles Lopez - beritanara.com 3 mins baca

Historic Moment -

Historic Moment: Pengakuan Mengejutkan Davina Karamoy Soal Hanania Group, Ternyata Selama Ini Diberi Uang…

Pengakuan Mengejutkan Davina Karamoy Soal Hanania Group: Kesempatan Bersejarah dalam Kasus Penipuan Dana Umrah

Kasus Penipuan yang Mengguncang Industri Perjalanan Umrah

Historic Moment – Kasus penipuan dan penggelapan dana oleh Hanania Group, yang diduga melibatkan biro perjalanan umrah PT Khazanah Tamma International, kini memasuki tahap baru setelah pengakuan mengejutkan dari artis Davina Karamoy. Dalam pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Davina mengungkap fakta-fakta yang sebelumnya tidak diketahui publik, menjadikan momen ini sebagai Historic Moment dalam investigasi yang sedang berlangsung. Penyidik menanyakan berbagai pertanyaan terkait hubungan kerja Davina dengan Hanania Travel, termasuk pembayaran dan keberangkatan umrah yang diatur oleh perusahaan tersebut.

Davina: Memang Terima Uang Saku, Tapi Sudah Kembalikan ke Penyidik

Davina Karamoy mengakui bahwa selama menjalani kerja sama dengan Hanania Travel, ia pernah menerima uang saku. Namun, ia menegaskan bahwa jumlah uang tersebut telah dikembalikan secara lengkap kepada penyidik sebagai bentuk komitmen transparansi. Pernyataannya ini menjadi salah satu titik penting dalam menyusun narasi kasus yang kini dikenal sebagai Historic Moment dalam sejarah investigasi korupsi di bidang jasa perjalanan umrah.

“Setiap pertanyaan yang diajukan, semua sudah terjawab. Saya memang menerima uang saku, tapi sudah dikembalikan ke penyidik. Ini semacam langkah untuk menunjukkan keseriusan,” ujar Davina saat diperiksa di Polda Metro Jaya, Kamis (18/6/2026).

Proses Pemeriksaan dan Fakta yang Terungkap

Pemeriksaan Davina oleh penyidik berlangsung sekitar enam jam, di mana ia dibatasi untuk menjelaskan peran serta kontribusinya dalam pengelolaan dana umrah oleh Hanania Group. Beberapa pertanyaan menyoroti alur kerja sama antara Davina dan perusahaan tersebut, termasuk penggunaan nama artis untuk mempromosikan layanan perjalanan. Kuasa hukum Davina, Yulius Irawansyah, mengatakan bahwa penyidik memfokuskan pemeriksaan pada bentuk keikutsertaan kliennya dalam program yang diselenggarakan Hanania Travel.

“Davina diberi sekitar 30 pertanyaan terkait keberangkatannya bersama Hanania Travel. Penyidik ingin memastikan apakah ia terlibat langsung dalam penggelapan dana atau hanya sebagai pihak yang mengetahui,” kata Yulius, yang juga menegaskan bahwa kliennya tetap bersedia menjawab semua pertanyaan secara terbuka.

Awal Mula Perkenalan dengan Hanania Travel

Davina menjelaskan bahwa ia mengenal Hanania Travel melalui promosi di media sosial, terutama Instagram. “Saya lihat banyak review dari orang-orang yang sudah pergi umrah melalui Hanania. Beberapa teman artis juga sudah diberangkatkan sebelum saya,” ujar Davina. Ia menjelaskan bahwa kerja sama dengan perusahaan ini dimulai setelah ia memutuskan untuk menjalani ibadah umrah pada bulan September 2026. Menurut Davina, keputusan ini diambil setelah merasa yakin dengan reputasi Hanania Group sebagai penyelenggara yang terpercaya.

Pembelajaran dari Historic Moment Ini

Davina menilai kasus yang sedang ia hadapi adalah Historic Moment yang bisa menjadi pelajaran bagi dirinya dan para artis lainnya. Ia mengungkapkan bahwa keikutsertaannya dalam program ini semakin memperjelas cara kerja Hanania Group dalam mengelola dana umrah. “Ini membuat saya lebih waspada dalam menerima tawaran kerja sama di masa depan,” katanya. Ia juga menegaskan bahwa perusahaan tersebut mengatur seluruh proses perjalanan, termasuk pembayaran kepada jemaah, sehingga mungkin ada kelebihan pembayaran yang tidak terpantau.

“Saya yakin ada komitmen yang baik dari Hanania Group, tapi mungkin ada celah dalam pengelolaan keuangan yang bisa dimanfaatkan. Ini menjadi momen bersejarah untuk mengungkap kebenaran,” tambah Davina.

Kasus Ini: Dampak pada Industri Perjalanan Umrah

Kasus penipuan oleh Hanania Group bukan hanya mengguncang reputasi perusahaan tersebut, tetapi juga menimbulkan pertanyaan tentang keterbukaan dalam industri perjalanan umrah. Sebagai Historic Moment, pemeriksaan Davina menjadi bukti bahwa pengakuan dari pihak terlibat bisa membuka pandangan baru terhadap skema keuangan yang diterapkan. Banyak pengguna jasa Hanania Travel juga mulai mempertanyakan transparansi perusahaan, terutama setelah ada indikasi pembayaran berlebih yang diberikan kepada jemaah.

Dengan pengakuan Davina, penyidik berharap bisa mengungkap lebih jauh peran Hanania Group dalam pengelolaan dana umrah. Ia menilai ini adalah langkah penting dalam menegakkan hukum dan memastikan para jemaah tidak dirugikan secara finansial. “Momen ini akan menjadi referensi bagi kasus serupa di masa depan,” kata Yulius Irawansyah, yang mengapresiasi transparansi Davina dalam menyampaikan fakta.

Ikut berdiskusi