Skip to content
Fresh Desk
Agustus 2, 2026
Nasional

Key Strategy: Prabowo Kucurkan Rp5 Triliun ke Papua, Cetak Sawah 80 Ribu Hektare untuk Lumbung Pangan Baru

Matthew Thomas - beritanara.com 3 mins baca

a dengan Dana Rp5 Triliun Jakarta, tvOnenews.com Key Strategy - Strategi utama pemerintah dalam mendorong Papua sebagai pusat pertumbuhan pertanian nasional

Key Strategy: Prabowo Kucurkan Rp5 Triliun ke Papua, Cetak Sawah 80 Ribu Hektare untuk Lumbung Pangan Baru

Prabowo Dorong Pembangunan Lumbung Pangan di Papua dengan Dana Rp5 Triliun

Jakarta, tvOnenews.com

Key Strategy – Strategi utama pemerintah dalam mendorong Papua sebagai pusat pertumbuhan pertanian nasional adalah melalui alokasi dana yang signifikan. Key Strategy ini diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan mewujudkan swasembada pangan nasional. Dengan anggaran hingga Rp5 triliun, pemerintah mengupayakan pengembangan lahan pertanian dan perkebunan rakyat secara masif, terutama di wilayah Papua yang memiliki potensi besar dalam produksi pangan.

“Total luasan untuk petani mencapai 870.000 hektare, termasuk seluruh kabupaten di Papua,” ujar Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat memberikan penjelasan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (18/6/2026).

Program cetak sawah dan pembangunan lumbung pangan baru menjadi bagian dari Key Strategy yang didukung oleh dana sebesar Rp5,5 triliun. Angka ini mencakup alokasi tahun 2025 sebesar Rp3,2 triliun, melanjutkan pendanaan Rp2 triliun yang diberikan pada tahun sebelumnya. “Kemarin, para gubernur, bupati, dan petani datang bersama kepala dinas. Kami berikan bantuan hingga Rp3,2 triliun tahun ini, sebelumnya Rp2 triliun, total Rp5,5 triliun lebih,” tambah Amran. Dana ini direncanakan untuk berbagai aspek, seperti pembangunan sawah, pengembangan komoditas unggulan, dan peningkatan infrastruktur pertanian.

Kolaborasi dan Keterlibatan Masyarakat Lokal

Key Strategy untuk pembangunan lumbung pangan di Papua melibatkan kerja sama erat antara pemerintah pusat, daerah, serta masyarakat setempat. Amran menegaskan bahwa program ini dirancang untuk mempercepat perluasan area pertanian, termasuk mengembangkan sawah baru hingga 80 ribu hektare dalam dua tahun terakhir. “Bantuan yang diberikan mencakup hibah alat pertanian, pembangunan sawah, hingga ekspansi program cetak sawah yang diminta oleh beberapa daerah di Papua. Proyek ini juga diperluas, termasuk Papua Barat,” paparnya.

Program ini bertujuan mengurangi ketergantungan pada sentra produksi beras di Pulau Jawa. Dengan memperluas areal pertanian di Papua, pemerintah berharap meningkatkan produksi pangan nasional, terutama untuk komoditas seperti padi, jagung, dan ubi kayu. Selain itu, dana juga dialokasikan untuk mengembangkan produk pertanian khas Papua, seperti kakao dan kopi, yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Keterlibatan masyarakat lokal dalam pengelolaan lahan pertanian menjadi kunci keberhasilan Key Strategy ini.

Langkah Strategis untuk Kemandirian Pangan Nasional

Key Strategy ini merupakan bagian dari proyek strategis pemerintah di wilayah timur Indonesia, dengan fokus pada percepatan cetak sawah sebagai solusi untuk ketahanan pangan. Kementerian Pertanian mencatat bahwa pengembangan sawah baru di Papua telah mencapai sekitar 80 ribu hektare dalam dua tahun terakhir. Luas areal tersebut berperan penting dalam meningkatkan produksi pangan nasional, terutama di tengah tantangan seperti perubahan iklim dan keterbatasan lahan pertanian di daerah lain.

Dengan dana yang diperuntukkan untuk periode 2025-2026, pemerintah berharap dapat menciptakan lumbung pangan baru yang mampu mendukung kebutuhan masyarakat di daerah terpencil. Amran menyebutkan bahwa selain pembangunan infrastruktur, Key Strategy ini juga menekankan pentingnya kearifan lokal dalam pengelolaan lahan pertanian. “Kami mempertimbangkan tradisi dan kebiasaan masyarakat Papua dalam menentukan jenis tanaman yang dikembangkan,” jelasnya.

Program cetak sawah ini diharapkan mampu memberikan dampak langsung kepada petani, seperti peningkatan produksi, pengurangan ketergantungan pada pasar luar, dan peningkatan pendapatan. Dengan Key Strategy yang dijalankan secara bertahap, pemerintah berupaya membangun ekosistem pertanian yang berkelanjutan dan efisien. Selain itu, proyek ini juga mencakup pendanaan untuk pengembangan teknologi pertanian, seperti irigasi dan pupuk organik, yang dianggap penting untuk meningkatkan produktivitas.

Ikut berdiskusi