Wujudkan Visi sebagai Community Service, Para Dekan Baru Universitas Ahmad Dahlan Diminta Fokus pada Lima Agenda Strategis
Yogyakarta – Universitas Ahmad Dahlan (UAD) resmi melantik sebelas dekan baru dari berbagai fakultas pada hari Selasa, 4 Agustus 2025. Pelantikan ini
UAD Lantik 11 Dekan Baru: Wujudkan Visi sebagai Community Service
Beritanara.com – Yogyakarta – Universitas Ahmad Dahlan (UAD) resmi melantik sebelas dekan baru dari berbagai fakultas pada hari Selasa, 4 Agustus 2025. Pelantikan ini merupakan bagian dari upaya institusi untuk wujudkan visi sebagai Community Service University melalui kepemimpinan yang fokus pada lima agenda strategis. Para dekan baru akan mengemban tugas selama empat tahun ke depan dengan mandat jelas untuk mengembangkan setiap fakultas sesuai arah visi universitas.
Rektor UAD, Prof. Dr. Muchlas, M.T., dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi antara pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Menurutnya, konsep Community Service University bukan sekadar slogan, melainkan filosofi yang harus diwujudkan dalam setiap aktivitas akademik. Dengan demikian, setiap dekan dituntut untuk tidak hanya mengelola fakultas, tetapi juga memastikan kontribusi nyata terhadap masyarakat sekitar.
Lima Agenda Strategis Menuju Community Service University
Untuk wujudkan visi sebagai Community Service secara optimal, UAD menetapkan lima pilar strategis yang menjadi fokus kepemimpinan para dekan. Agenda pertama adalah transformasi caturdarma perguruan tinggi yang terintegrasi dan berdampak. Hal ini berarti setiap program studi harus menunjukkan keterkaitan antara pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat dalam menghasilkan nilai tambah bagi masyarakat.
Agenda kedua berfokus pada pembangunan budaya akademik yang unggul dan adaptif. UAD ingin menciptakan lingkungan belajar yang responsif terhadap perubahan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan. Agenda ketiga adalah penguatan riset, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia. Melalui riset berkualitas, UAD berharap dapat menghasilkan solusi inovatif untuk permasalahan masyarakat.
Untuk mewujudkan visi Universitas Ahmad Dahlan sebagai Community Services University, kami mengajak para dekan memfokuskan kepemimpinannya pada lima agenda strategis berikut. Pertama, mentransformasikan caturdarma perguruan tinggi yang terintegrasi dan berdampak. Kedua, membangun budaya akademik yang unggul dan adaptif. Ketiga, memperkuat riset, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia. Keempat, meningkatkan reputasi dan jejaring internasional. Kelima, mewujudkan tata kelola fakultas yang profesional, berkelanjutan, dan berintegritas.
Agenda keempat menargetkan peningkatan reputasi dan jejaring internasional. UAD ingin dikenal secara global sebagai universitas yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki kontribusi nyata bagi masyarakat. Agenda kelima adalah mewujudkan tata kelola fakultas yang profesional, berkelanjutan, dan berintegritas. Transparansi dan akuntabilitas menjadi kunci dalam setiap pengambilan keputusan di tingkat fakultas.
Profil Lengkap Para Dekan Baru UAD
Pelantikan kesebelas dekan baru dilakukan langsung oleh Rektor UAD di Amphitarium kampus utama. Berikut adalah profil para dekan yang akan memimpin fakultas-fakultas di UAD:
Prof. Dr. Suyadi, M.Pd.I. ditunjuk sebagai dekan Fakultas Agama Islam. Dr. Sumaryanto, S.E., M.Si., Ak., C.A. menjadi dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Prof. Dr. Fatwa Tentama, S.Psi., M.Si. akan memimpin Fakultas Psikologi. Prof. Wajiran, S.S., M.A., Ph.D. menjadi dekan Fakultas Sastra, Budaya, dan Komunikasi. Prof. Dr. Fithriatus Shalihah, S.H., M.H. ditunjuk sebagai dekan Fakultas Hukum.
Muhammad Sayuti, S.Pd., M.Pd., M.Ed., Ph.D. menjadi dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Prof. Dr. Ir. Siti Jamilatun, M.T. memimpin Fakultas Teknologi Industri. Dr. apt. Iis Wahyuningsih, M.Si. menjadi dekan Fakultas Farmasi. Muhammad Syamsu Hidayat, S.E., M.Sc., Ph.D. ditunjuk sebagai dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat. dr. Moch. Junaidy Heriyanto, Sp.B., FINACS. menjadi dekan Fakultas Kedokteran. Terakhir, Iwan Tri Riyadi Yanto, S.Si., M.IT., Ph.D. memimpin Fakultas Sains dan Teknologi Terapan.
FAQ: Wujudkan Visi sebagai Community Service di UAD
Apa itu Community Service University? Community Service University adalah konsep universitas yang mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat secara seimbang. Tujuannya adalah menghasilkan ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarakat, persyarikatan, bangsa, dan kemanusiaan.
Mengapa UAD memilih konsep ini? Konsep ini berakar kuat pada jati diri UAD sebagai universitas yang didirikan oleh Persyarikatan Muhammadiyah. UAD meyakini bahwa kontribusi sosial harus menjadi bagian integral dari setiap aktivitas akademik.
Berapa lama masa jabatan para dekan baru? Para dekan baru dilantik untuk periode 2026-2030 dengan tugas utama mengimplementasikan lima agenda strategis yang telah ditetapkan.
Bagaimana cara masyarakat berpartisipasi dalam program community service UAD? Masyarakat dapat berpartisipasi melalui program pengabdian masyarakat yang dibuka setiap tahun. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui website resmi UAD di uad.ac.id.
Apa saja lima agenda strategis yang menjadi fokus? Lima agenda strategis meliputi: transformasi caturdarma terintegrasi, budaya akademik unggul dan adaptif, penguatan riset dan inovasi, peningkatan reputasi internasional, serta tata kelola fakultas profesional dan berkelanjutan.
