Skip to content
Fresh Desk
Agustus 2, 2026
Trend

Viral Oknum Guru PNS Diduga Bawa Murid SD agar Disodomi Suami, Warga Desak Polisi Hukum Pelaku

Elizabeth Jones - beritanara.com 3 mins baca

Sebuah rekaman video yang menampilkan seorang guru perempuan berstatus pegawai negeri sipil (PNS) sedang dimarahi warga menjadi viral di platform media

Viral Oknum Guru PNS Diduga Bawa Murid SD agar Disodomi Suami, Warga Desak Polisi Hukum Pelaku

Viral Oknum Guru PNS Diduga Bawa Murid SD

Beritanara.com – Sebuah rekaman video yang menampilkan seorang guru perempuan berstatus pegawai negeri sipil (PNS) sedang dimarahi warga menjadi viral di platform media sosial. Dalam kejadian tersebut, sang guru diduga menyerahkan seorang murid laki-laki tingkat sekolah dasar kepada suaminya. Peristiwa ini menarik perhatian publik karena melibatkan oknum guru yang dituduh melakukan perbuatan tidak senonoh.

Hal yang mengejutkan adalah sang suami juga dituduh melakukan perbuatan asusila terhadap anak tersebut. Peristiwa ini mulai ramai dibicarakan setelah masyarakat mengeksekusi guru tersebut secara langsung, yang kemudian direkam dan disebarluaskan. Warga setempat merasa kecewa dengan tindakan yang dilakukan oleh kedua terduga.

Prosesi Warga Menggeruduk Rumah Pelaku

Berdasarkan informasi dari akun Facebook Vita Mutiara pada Kamis (23/7/2026), ratusan penduduk setempat terlihat menyerbu kediaman terduga pelaku yang berlokasi di Jalan Burhanuddin, Kelurahan Perjuangan, Kecamatan Teluk Nibung, Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara. Masyarakat segera menuntut agar kedua terduga, yaitu suami istri, keluar dari rumah mereka.

Tuntutan ini dilontarkan karena mereka menginginkan hukuman atas kasus pelecehan terhadap murid SD dari salah satu institusi pendidikan di Tanjungbalai. Warga merasa bahwa pelaku harus mendapatkan sanksi tegas atas perbuatannya. Kondisi semakin memanas ketika massa mulai berteriak-teriak menuntut keadilan.

“Ini masih hukum dunia, belum hukum Allah. Naudzubillah, merinding,” tulis Vita dalam unggahannya.

Rekaman yang menunjukkan guru PNS perempuan tersebut dibawa oleh aparat menuju kantor polisi di Tanjungbalai juga ikut viral. Dalam video tersebut, terlihat jelas bagaimana pasangan suami istri itu dimarahi oleh massa. Mereka tampak pasrah dan tidak melawan saat dibawa pergi.

Sementara itu, pihak kepolisian segera membawa keduanya ke dalam mobil patroli untuk diamankan ke Polres Tanjungbalai. Dalam unggahan terpisah, guru SDN yang dikenal dengan inisial D ini juga terlihat ditarik paksa oleh warga. Kondisi D saat itu sudah sangat pasrah atas perbuatannya.

Hal ini membuat petugas kepolisian menjaga ketat dan langsung mengamankan terduga pelaku. Mereka memastikan tidak ada kerusuhan yang terjadi selama proses pengawalan berlangsung. Warga pun mulai tenang setelah pelaku berhasil diamankan.

Detail Kasus dan Kronologi

Kasus ini bermula dari dugaan kekerasan seksual terhadap seorang siswa SD berinisial A dari salah satu sekolah di Tanjungbalai. Ironisnya, korban yang merupakan anak yatim piatu ini diduga menjadi korban kekerasan seksual oleh D, yang dikabarkan sebagai suami dari seorang guru ASN. Peristiwa pelecehan tersebut diduga terjadi sekitar Mei 2026.

Lokasi kejadian diperkirakan berlangsung di rumah terduga pelaku di Kelurahan Perjuangan, Kecamatan Teluk Nibung, Kota Tanjungbalai. Koordinator aksi, Kacak dari Polres Tanjungbalai, menjelaskan bahwa kasus ini mulai terendus setelah korban tidak masuk sekolah. Ketidakhadiran tersebut berlangsung selama sekitar dua pekan.

Saat itu, sekolah tengah melaksanakan ujian. Ketidakhadiran korban membuat warga semakin curiga dan akhirnya melaporkan kejadian tersebut. Mereka merasa ada yang tidak beres dengan kondisi anak tersebut. Laporan ini kemudian memicu penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwajib.

Hingga saat ini, kedua terduga masih dalam proses pemeriksaan oleh kepolisian. Warga berharap agar kasus ini segera mendapatkan keadilan. Mereka juga meminta agar pelaku tidak hanya dihukum secara hukum dunia, tetapi juga mendapat sanksi sesuai dengan nilai-nilai agama. Kasus ini menjadi perhatian serius bagi masyarakat Tanjungbalai dan sekitarnya.

Ikut berdiskusi