Skip to content
Fresh Desk
Agustus 2, 2026
Trend

Reza Indragiri Nilai Pelaku Kasus Pelecehan di Tanjungbalai Diduga Menggunakan Grooming Behavior

Charles Lopez - beritanara.com 3 mins baca

Psikolog forensik Reza Indragiri menilai bahwa pelaku kasus pelecehan di Tanjungbalai diduga menggunakan grooming behavior sebagai modus utama dalam mendekati

Reza Indragiri Nilai Pelaku Kasus Pelecehan di Tanjungbalai Diduga Menggunakan Grooming Behavior

Reza Indragiri Nilai Pelaku Kasus Tanjungbalai Pakai Grooming

Beritanara.com – Psikolog forensik Reza Indragiri menilai bahwa pelaku kasus pelecehan di Tanjungbalai diduga menggunakan grooming behavior sebagai modus utama dalam mendekati korban. Pendekatan psikologis ini memungkinkan pelaku membangun kepercayaan anak sebelum melakukan tindakan kekerasan seksual. Kasus yang menimpa seorang murid sekolah dasar berusia 12 tahun ini telah menarik perhatian publik karena pola pendekatan yang dilakukan tersangka.

Memahami Grooming Behavior dalam Kasus Ini

Grooming behavior merupakan teknik manipulasi psikologis yang sering digunakan oleh pelaku kejahatan seksual terhadap anak-anak. Melalui pendekatan bertahap, pelaku berusaha menciptakan kedekatan emosional sehingga korban merasa nyaman dan tidak curiga. Reza Indragiri menjelaskan bahwa modus ini lebih efektif dibandingkan kekerasan langsung karena meninggalkan sedikit jejak fisik pada korban.

Dalam kasus Tanjungbalai, terdapat indikasi kuat bahwa tersangka memanfaatkan posisinya untuk mendekati anak. Istri tersangka yang bekerja sebagai guru di sekolah yang sama memungkinkan interaksi lebih sering antara pelaku dan korban. Relasi kuasa antara pendidik dan murid menjadi faktor penting dalam kasus ini.

Modus Halus yang Sering Tidak Terdeteksi

Salah satu karakteristik grooming behavior adalah kemampuannya untuk terlihat normal di permukaan. Tindakan-tindakan sederhana seperti mengajak anak ke rumah, meminjamkan handphone, atau memberikan perhatian khusus dapat menjadi bagian dari proses manipulasi. Reza Indragiri menekankan bahwa masyarakat perlu lebih waspada terhadap perilaku-perilaku yang tampak biasa namun sebenarnya memiliki tujuan tertentu.

“Tadi saya simak pemberitaannya bahwa sang guru, berarti istri dari tersangka, mengajak anak ke rumah kemudian meminjamkan handphone dan sejenisnya. Sepintas seolah kita tidak menangkap ada tanda-tanda kejahatan di situ. Tapi jangan salah, modus yang paling sering digunakan oleh pelaku kejahatan seksual terhadap anak bukanlah modus kekerasan, tetapi grooming behavior,” jelas Reza Indragiri dalam program Apa Kabar Indonesia Malam tvOne.

Menurut analisis Reza Indragiri, pelaku menggunakan pendekatan bertahap untuk membangun kepercayaan. Anak-anak diajak merasa bahwa pelaku adalah sosok yang bisa dipercaya dan memberikan kehangatan. Proses ini berlangsung secara perlahan sehingga korban tidak menyadari bahwa mereka sedang dalam jebakan.

Pentingnya Edukasi dan Deteksi Dini

Kasus Tanjungbalai menjadi pengingat penting bagi masyarakat tentang perlunya edukasi mengenai grooming behavior. Orang tua dan pendidik perlu memahami tanda-tanda bahwa seorang anak mungkin mengalami pelecehan. Komunikasi terbuka dengan anak-anak tentang tubuh mereka dan batasan-batasan personal dapat membantu mencegah kasus serupa di masa depan.

Reza Indragiri juga menyoroti pentingnya peran lingkungan sekolah dalam mendeteksi kasus pelecehan. Dengan adanya istri tersangka yang bekerja sebagai guru, kasus ini menunjukkan bagaimana keterlibatan orang dewasa dalam kehidupan anak dapat menjadi peluang bagi pelaku. Penyelidikan mendalam diperlukan untuk memastikan tidak ada korban lain yang tidak terungkap.

“Perilaku yang seolah-olah saya adalah sosok yang bisa dipercaya. Saya ingin memberikan kehangatan. Saya ingin membangun pertemanan. Mari ke rumah karena di rumah menyenangkan. Iming-iming yang membahagiakan semacam itu sesungguhnya merupakan sebuah manipulasi psikologis agar kemudian anak bisa dikuasai tanpa harus meninggalkan jejak-jejak kekerasan di tubuh si anak itu sendiri. Ini yang dinamakan sebagai grooming behavior,” ujar Reza Indragiri.

Kasus ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang modus-modus halus yang digunakan pelaku kejahatan seksual. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang grooming behavior, kita dapat lebih efektif dalam melindungi anak-anak dari potensi pelecehan di masa depan.

Ikut berdiskusi