Skip to content
Fresh Desk
Agustus 2, 2026
Trend

Latest Program: 3 Penyakit yang Sering Muncul setelah Gunung Berapi Erupsi

Michael Johnson - beritanara.com 3 mins baca

Latest Program: 3 Penyakit yang Sering Muncul Setelah Gunung Berapi Erupsi Latest Program – Jakarta, tvOnenews.com – Erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) yang

Latest Program: 3 Penyakit yang Sering Muncul setelah Gunung Berapi Erupsi

Latest Program: 3 Penyakit yang Sering Muncul Setelah Gunung Berapi Erupsi

Latest Program – Jakarta, tvOnenews.com – Erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) yang terjadi pada 13 Desember 2023 memicu perhatian khusus terhadap dampak kesehatan yang mungkin muncul setelah letusan vulkanik. Bencana alam ini tidak hanya mengganggu kehidupan sehari-hari masyarakat sekitar, tetapi juga menimbulkan risiko kesehatan yang perlu diwaspadai. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pandeglang, Banten, mengingatkan bahwa situasi ini memerlukan antisipasi ekstra, terutama dalam menghadapi penyakit-penyakit yang sering muncul setelah erupsi gunung berapi. Dalam Latest Program kali ini, kita akan membahas tiga kondisi kesehatan utama yang perlu diperhatikan.

Peringatan BPBD dan Dampak Erupsi

Erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi pada Rabu, 13 Desember 2023, menjadi peningkatan aktivitas vulkanik setelah sebelumnya diamati sejak Desember 2024. BPBD Pandeglang memperingatkan masyarakat untuk tetap menjaga kewaspadaan, karena letusan ini mengakibatkan abu vulkanik yang menyebar ke sekitar wilayah pesisir. Level kewaspadaan kini berada di level 3, artinya risiko jatuhnya bebatuan pijar atau abu vulkanik bisa lebih besar. Dalam Latest Program yang dibawakan oleh tim tvOnenews, BPBD menjelaskan bahwa masyarakat harus memperhatikan area aman yang ditentukan sejauh 5 kilometer dari titik letusan.

BPBD juga memberikan informasi bahwa jarak aman tersebut diberlakukan untuk mencegah paparan partikel berbahaya yang bisa menyebabkan gangguan kesehatan. Selain itu, mereka meminta warga tidak mudah percaya pada video viral hoaks yang menampilkan letusan besar disertai petir dari atas kapal. Video tersebut tidak mencerminkan kondisi erupsi GAK yang sebenarnya, yang lebih stabil dan tidak menggambarkan skenario terburuk.

Penyakit yang Perlu Diwaspadai

Dalam Latest Program yang diterbitkan tvOnenews, kesehatan menjadi fokus utama setelah erupsi. Tiga penyakit yang paling sering muncul adalah infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), infeksi saluran pernapasan bawah, dan alergi akibat paparan abu vulkanik. Berikut penjelasan lebih lanjut mengenai masing-masing kondisi:

1. Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) ISPA adalah kondisi yang sering terjadi setelah erupsi karena partikel debu dan asap yang menggumpal di udara. Abu vulkanik mengandung partikel kecil yang dapat mengiritasi saluran pernapasan, menyebabkan gejala seperti batuk, pilek, dan kesulitan bernapas. Tidak hanya itu, konsentrasi gas belerang dan karbon monoksida dalam udara juga bisa memperburuk kondisi ini.

2. Infeksi Saluran Pernapasan Bawah Erupsi yang menghasilkan gas beracun dan partikel debu juga berpotensi menyebabkan infeksi saluran pernapasan bawah, seperti pneumonia atau bronkhitis. Kondisi ini sering terjadi pada individu yang rentan, seperti anak-anak, lansia, atau penderita penyakit paru kronis. Dalam Latest Program, BPBD merekomendasikan penggunaan masker respirator dan alat pelindung untuk mengurangi risiko kontak langsung dengan abu.

3. Alergi dan Iritasi Abu vulkanik yang mengandung silika dan zat-zat kimia lainnya dapat menyebabkan alergi pada mata, kulit, dan saluran pernapasan. Gejalanya mencakup gatal, bersin, dan kemerahan pada kulit. Dalam Latest Program, para ahli kesehatan mengingatkan bahwa masyarakat harus tetap menjaga kebersihan diri dan menghindari kontak langsung dengan partikel abu, terutama pada area rawan erupsi.

Langkah Pencegahan dan Peran Latest Program

Dalam Latest Program terkini, BPBD dan instansi terkait mengimbau masyarakat untuk memperhatikan kebersihan lingkungan dan menjaga kesehatan diri. Mereka juga menekankan pentingnya pendidikan kesehatan terkait efek jangka pendek dan jangka panjang dari abu vulkanik. Misalnya, masyarakat perlu mengurangi aktivitas di luar ruangan hingga kondisi udara stabil, serta memastikan akses air bersih dan makanan yang sehat.

Sebagai bagian dari Latest Program, tvOnenews juga menyampaikan pentingnya kepatuhan terhadap peringatan dari BPBD. Selain itu, mereka menyebutkan bahwa dalam beberapa hari terakhir, BPBD telah menyiapkan tim medis dan logistik untuk mengatasi kasus-kasus kesehatan akibat erupsi. Dengan penyebaran informasi yang akurat melalui Latest Program, masyarakat diharapkan dapat lebih siap menghadapi bencana alam ini.

Dalam Latest Program, BPBD juga menjelaskan bahwa erupsi Gunung Anak Krakatau tahun ini menandai pola kenaikan aktivitas vulkanik yang konsisten. Dengan memantau status gunung secara berkala, masyarakat dapat mengambil tindakan tepat waktu untuk mengurangi risiko penyakit yang muncul setelah erupsi. Kesehatan menjadi prioritas utama dalam program ini, karena dampak dari erupsi tidak hanya terbatas pada lingkungan, tetapi juga berpengaruh pada kesehatan fisik dan mental masyarakat.

Ikut berdiskusi