Kabar Gembira untuk Warga Jawa Barat, Dedi Mulyadi Gelar Sayembara Rp5-50 Juta demi Berantas Begal
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, telah mengambil langkah konkret guna mengatasi meningkatnya kasus perampokan jalanan di wilayahnya. Melalui pengumuman
Dedi Mulyadi Luncurkan Program Sayembara Rp5-50 Juta untuk Lawan Begal
Beritanara.com – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, telah mengambil langkah konkret guna mengatasi meningkatnya kasus perampokan jalanan di wilayahnya. Melalui pengumuman resmi, ia menawarkan hadiah senilai Rp5 hingga Rp50 juta kepada masyarakat yang mampu menangkap pelaku begal dan menyerahkannya kepada pihak berwajib dalam kondisi masih hidup.
Kondisi Keamanan yang Membutuhkan Perhatian
Wilayah Bandung Raya beserta kawasan sekitarnya tercatat mengalami lonjakan kasus kriminalitas tertinggi. Hal ini memicu kekhawatiran warga yang kerap beraktivitas pada malam hari maupun dini hari. Melihat situasi tersebut, Kapolda Jawa Barat, Irjen Pipit Rismanto, segera mengeluarkan arahan tegas kepada seluruh anggota kepolisian di bawah pimpinannya.
Menurut instruksi terbaru, masyarakat diberi kebebasan untuk melakukan perlawanan terhadap pelaku begal sebagai upaya pembelaan diri. Namun, tindakan tersebut harus dilakukan secara proporsional, tidak berlebihan, dan tidak mengakibatkan korban luka permanen atau meninggal dunia.
Koordinasi dan Langkah Preventif
Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya pada Kamis, 23 Juli 2026, Dedi Mulyadi menguraikan rencana strategis pemerintah daerah bersama aparat keamanan. Ia menegaskan bahwa koordinasi intensif akan dilakukan dengan Polda Jabar maupun Polda Metro Jaya untuk mengantisipasi berbagai bentuk kejahatan.
“Siaga menghadapi begal, kita terus berkoordinasi bersama jajaran kepolisian, khususnya Polda Jabar, dan kita juga akan berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya untuk siaga menghadapi berbagai aksi kejahatan di Jawa Barat,” ujar Dedi Mulyadi.
Langkah preventif lainnya meliputi penguatan patroli malam hari. Mobil patroli wajib beroperasi setiap malam dengan lampu tanda bahaya yang menyala terus-menerus. Selain itu, Satpol PP dan Damkar juga ditempatkan di titik-titik strategis untuk merespons situasi darurat kapan saja.
“Yang pertama, mobil patroli harus siaga dalam setiap malam. Lampu tanda bahayanya harus terus menyala. Satpol PP, Damkar siaga di titik-titik strategis untuk mengantisipasi segala kemungkinan dalam setiap waktu. Warga bersiskamling, menjaga diri dan dijaga diri. Ini adalah prinsip dasar kita bergotong royong,” papar Dedi Mulyadi.
Program sayembara yang diluncurkan ini merupakan bentuk apresiasi nyata terhadap kontribusi masyarakat dalam memberantas tindak kriminal. Dengan menggabungkan upaya aparat dan partisipasi warga, diharapkan keamanan di Jawa Barat dapat segera pulih dan kondusif kembali.
