Skip to content
Fresh Desk
Agustus 2, 2026
Trend

Ghilmi Fardan Basyir Pelajar SMAN 1 Margahayu Bandung Dilaporkan Hilang, Sempat Tinggalkan Surat

Charles Williams - beritanara.com 3 mins baca

Keluarga Ghilmi Fardan Basyir Pelajar SMAN 1 Margahayu Bandung tengah dilanda kekhawatiran setelah sang anak dilaporkan hilang sejak dini hari. Kejadian ini

Ghilmi Fardan Basyir Pelajar SMAN 1 Margahayu Bandung Dilaporkan Hilang, Sempat Tinggalkan Surat

Ghilmi Fardan Basyir Pelajar SMAN 1 Hilang, Tinggalkan Surat untuk Keluarga

Beritanara.com – Keluarga Ghilmi Fardan Basyir Pelajar SMAN 1 Margahayu Bandung tengah dilanda kekhawatiran setelah sang anak dilaporkan hilang sejak dini hari. Kejadian ini langsung menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial setelah informasi mengenai kepergian siswa kelas 12 tersebut menyebar luas. Ghilmi diketahui meninggalkan rumah tanpa membawa banyak barang, namun meninggalkan pesan yang menyentuh hati bagi orang tuanya.

Kronologi Peristiwa Kehilangan

Berdasarkan keterangan dari keluarga, Ghilmi keluar dari rumah pada hari Rabu, tanggal 29 Juli 2026, sekitar pukul 03.00 WIB. Siswa yang berdomisili di RT 02/08, Sayati Hilir, Desa Sayati, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung ini diketahui tidak membawa banyak barang saat pergi. Yang menjadi perhatian adalah keberadaan sebuah catatan yang ditinggalkannya di rumah.

Ibu Ghilmi, Farida Anggraeni, menceritakan bahwa ia baru menyadari putranya telah pergi setelah menemukan sebuah surat di dalam rumah. Surat tersebut diduga ditulis langsung oleh Ghilmi sendiri sebelum ia meninggalkan rumah. Dalam wawancara dengan program On Air Radio PRFM, Farida menjelaskan detail mengenai surat yang ditemukan.

“Saya menemukan catatan di rumah yang isinya izin ingin pergi sementara dan akan balik lagi,” kata Farida sambil menceritakan perasaannya saat pertama kali menyadari kepergian anaknya.

Dalam surat yang ditinggalkan, Ghilmi tidak menyebutkan secara jelas tujuan perjalanannya. Namun, ia meninggalkan telepon genggam dan sepasang sepatu di rumah. Farida kemudian menirukan isi tulisan anaknya dengan penuh emosi.

“Dia menuliskan ‘Silakan dijual saja barang HP dan sepatu berharga milik saya. HP saya tinggalkan di atas kulkas’,” tutur Farida sambil menirukan isi dalam sepucuk surat tersebut.

Ghilmi hanya membawa sebagian barangnya saja saat pergi. Ia juga menulis bahwa barang-barang lain yang sudah tidak digunakan boleh dijual atau diwakafkan kepada orang lain. Hal ini menunjukkan bahwa Ghilmi mungkin sudah mempersiapkan dirinya untuk pergi dalam waktu yang cukup lama.

Pesan dan Harapan dalam Surat

Yang menarik perhatian publik, Ghilmi menuliskan bahwa ia yakin akan kembali ke rumah. Namun, ia meminta keluarga untuk tidak mencarinya karena khawatir merepotkan. Permintaan ini membuat Farida merasa terkejut, mengingat surat tersebut seolah menjadi tanda perpisahan.

“Dia juga bilang, ‘nanti balik lagi inshaAllah, tidak usah dicari, nanti merepotkan. Terima kasih untuk semuanya, terima kasih saya sangat sayang kalian semua’,” lanjutnya.

Farida merasa terkejut dengan surat yang seolah menjadi tanda perpisahan. Padahal, Ghilmi tidak pernah membicarakan rencana meninggalkan rumah sebelumnya. Sebelum pergi, Ghilmi juga tidak menunjukkan perubahan sikap yang signifikan. Hanya saja, putra Farida ini memiliki cita-cita tinggi untuk menjadi atlet kick boxing.

Kasus Ghilmi Fardan Basyir Pelajar SMAN 1 Margahayu ini telah menarik perhatian banyak pihak. Warga sekitar dan teman-teman sekolahnya juga ikut membantu mencari informasi mengenai keberadaan siswa tersebut. Hingga saat ini, keluarga masih menunggu kabar baik bahwa Ghilmi akan kembali ke rumah dengan selamat.

Keberadaan surat yang ditinggalkan menjadi harapan terbesar bagi keluarga. Isi surat tersebut menunjukkan bahwa Ghilmi mungkin sedang mencari ketenangan atau memiliki alasan tertentu untuk pergi. Keluarga berharap Ghilmi segera kembali dan memberikan kejelasan mengenai kepergiannya.

Ikut berdiskusi