3 Praktisi Hukum Nilai Ruben Onsu Berpeluang Besar Menangkan Gugatan Hak Asuh Anak
3 Praktisi Hukum Nilai Ruben Onsu Berpeluang Besar Menangkan Gugatan Hak Asuh Anak 3 Praktisi Hukum Nilai Ruben Onsu - Beberapa praktisi hukum mengungkapkan
3 Praktisi Hukum Nilai Ruben Onsu Berpeluang Besar Menangkan Gugatan Hak Asuh Anak
3 Praktisi Hukum Nilai Ruben Onsu – Beberapa praktisi hukum mengungkapkan bahwa Ruben Onsu memiliki peluang signifikan untuk meraih keputusan gugatan hak asuh anak yang diajukan terhadap mantan istrinya, Sarwendah. Gugatan ini resmi diajukan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada awal Juli 2026, sebagai tindak lanjut dari dugaan penutupan akses bertemu anak dan pelibatan anak dalam siaran langsung di media sosial. Dengan adanya tiga ahli hukum yang memberikan analisis, kasus ini semakin menarik perhatian publik.
Dasar Gugatan dan Konteks Kasus
Gugatan yang diajukan Ruben Onsu didasarkan pada dugaan eksploitasi anak di bawah umur oleh Sarwendah, yang menurut laporan media, terjadi dalam siaran langsung TikTok. Selain itu, Ruben mengklaim bahwa akses anak kepadanya telah dibatasi secara tidak adil. Kasus ini bukan hanya soal hak asuh, tetapi juga tentang kesejahteraan anak dalam lingkungan keluarga. Sidang perdana telah dijadwalkan pada 15 Juli 2026, di mana pihak penggugat dan tergugat akan membahas bukti dan argumen masing-masing.
Analisis Hukum dari Praktisi
Dalam wawancara dengan Intens Investigasi (10/7/2026), praktisi hukum Sunan Kalijaga menyatakan bahwa Ruben Onsu memiliki dasar kuat untuk memperjuangkan hak asuh anak. Ia menjelaskan bahwa keputusan hak asuh tidak selalu jatuh ke tangan ibu, terutama jika ada alasan kuat yang dibuktikan dalam persidangan. Sunan menekankan bahwa kualitas pengasuhan dan kepentingan anak adalah prioritas utama dalam pemutusan hak asuh.
Menurut Sunan Kalijaga, kegaduhan rumah tangga Ruben dan Sarwendah telah terjadi cukup lama, dan peran pihak Ruben sebagai ayah menjadi sorotan. Ia menambahkan bahwa kebijakan pengadilan bisa berubah berdasarkan bukti yang diberikan. “Anak yang masih di bawah umur tidak serta-merta harus bersama ibu. Jika Ruben bisa menunjukkan bahwa ia memberikan pengasuhan yang lebih baik, maka keputusan bisa berpijak pada sisi yang berbeda,” ujarnya.
Dalam pandangan hukumnya, Sunan juga mempertanyakan komitmen Sarwendah terhadap pengasuhan anak. Ia menilai bahwa jika Sarwendah tidak aktif dalam menjaga hubungan dengan anak-anak, maka Ruben bisa membawa bukti-bukti yang mengungkapkan kelemahan peran pengasuh. “Hak asuh tidak hanya tentang kecintaan, tetapi juga tentang tindakan konkret yang menunjukkan tanggung jawab terhadap kebutuhan anak,” tambahnya.
Kasus Serupa dan Tantangan Ruben Onsu
Kasus Ruben Onsu bukanlah yang pertama kali terjadi. Banyak pengadilan sebelumnya pernah mengambil keputusan bahwa ayah bisa mendapatkan hak asuh anak jika ada bukti jelas. Misalnya, dalam beberapa kasus di mana ibu tidak bisa memberikan perhatian yang cukup karena pekerjaan atau alasan lain, hak asuh dialihkan ke bapak. Namun, Ruben harus membawa bukti yang lebih kuat untuk menunjukkan bahwa keadaannya berbeda.
Selain Sunan Kalijaga, dua praktisi hukum lainnya juga memberikan penilaian. Praktisi pertama, yang identitasnya tidak disebutkan, menyatakan bahwa Ruben memiliki kelebihan dalam menangani hubungan dengan anak-anak secara individual. Praktisi kedua, yang menjabat sebagai ahli tata usaha negara, menekankan bahwa eksploitasi anak dalam media sosial bisa menjadi bukti kuat untuk menunjang gugatan. Keduanya sepakat bahwa Ruben Onsu berpeluang besar memenangkan persidangan, terutama jika semua bukti yang diajukan disusun secara terstruktur.
Kasus ini juga memicu diskusi mengenai peran media sosial dalam kehidupan anak. Banyak orang menilai bahwa penggunaan platform seperti TikTok bisa memengaruhi hubungan antara anak dan orang tua. Dengan adanya tiga praktisi hukum yang memberikan penilaian, masyarakat semakin antusias untuk menunggu hasil persidangan. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya perspektif hukum dalam memecahkan konflik keluarga.
Ruben Onsu sendiri berharap bisa memberikan lingkungan yang lebih stabil bagi anak-anaknya. Ia menilai bahwa dengan kehidupan yang lebih terarah dan bimbingan yang lebih baik, anak-anak akan berkembang secara optimal. Meski ada tantangan, praktisi hukum menegaskan bahwa pengadilan akan menilai seluruh aspek kehidupan Ruben dan Sarwendah untuk menentukan keputusan yang adil. Dengan konsistensi bukti dan argumen, Ruben Onsu berpotensi memperoleh hak asuh anak yang diperjuangkan secara aktif.
“Jika Ruben Onsu dapat menunjukkan bahwa ia memberikan pengasuhan yang lebih baik dan tidak membatasi akses anak secara tidak adil, maka kasus ini akan berjalan sesuai kepentingan anak,” kata Sunan Kalijaga dalam wawancara yang diunggah ke kanal YouTube Intens Investigasi.
