Skip to content
Fresh Desk
Agustus 2, 2026
Timnas

Solving Problems: David Nascimento Ungkap Masalah Utama Timnas Indonesia U-17 Usai Ditahan Malaysia

Charles Lopez - beritanara.com 3 mins baca

David Nascimento: Tantangan Utama Timnas Indonesia U-17 dalam Solusi Masalah Jakarta, tvOnenews.com Solving Problems adalah fokus utama yang diungkapkan oleh

Solving Problems: David Nascimento Ungkap Masalah Utama Timnas Indonesia U-17 Usai Ditahan Malaysia

David Nascimento: Tantangan Utama Timnas Indonesia U-17 dalam Solusi Masalah

Jakarta, tvOnenews.com

Solving Problems adalah fokus utama yang diungkapkan oleh pelatih Timnas Indonesia U-17, David Nascimento, setelah laga uji coba melawan Malaysia berakhir imbang 1-1. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Manahan, Solo, pada Sabtu (4/7/2026) menyoroti tantangan yang dihadapi skuad Garuda Muda dalam proses perbaikan performa. Meski tampil dominan sepanjang pertandingan, kesulitan mengubah peluang menjadi gol menjadi hambatan utama yang perlu diatasi.

Pertandingan Berimbang, Namun Masih Ada Kekurangan

Dalam laga melawan Malaysia, Timnas Indonesia U-17 mampu menguasai bola dan menciptakan banyak peluang. Namun, mereka gagal memanfaatkan kesempatan tersebut, terutama di menit-menit akhir pertandingan. Gol yang berhasil tercipta pada menit ke-80 melalui Dhamar Try Kusuma membawa skuad Garuda Muda mendekati kemenangan, tetapi Malaysia mampu menyamakan skor di masa injury time, menjaga hasil imbang hingga peluit tanda berakhir.

David Nascimento menilai bahwa imbang bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan bagian dari proses Solving Problems dalam pembinaan pemain muda. “Pertandingan ini memberi kita wawasan tentang kekuatan dan kelemahan tim. Kami harus terus belajar dan menyelesaikan masalah yang muncul, seperti konsistensi dalam mengubah peluang menjadi gol,” ujarnya setelah pertandingan.

Kinerja Pemain dan Peluang untuk Perbaikan

Chico Jericho menjadi salah satu pemain yang tampil menonjol dalam laga ini. Sebagai striker muda, ia kerap mengancam pertahanan Malaysia, meski belum mampu mencetak gol. Performa konsisten dari pemain berusia 17 tahun ini menjadi bukti bahwa potensi timnas masih bisa dikembangkan. “Chico memiliki visi dan kecepatan yang bagus, tapi kami perlu memperbaiki komunikasi antar pemain untuk memaksimalkan kelebihannya,” tambah Nascimento.

Selain Chico Jericho, beberapa pemain lain juga menunjukkan kemajuan. Namun, ada keterbatasan dalam kestabilan permainan dan pengelolaan bola di area pertahanan. “Kami masih dalam tahap belajar. Solving Problems terkait dengan kesabaran dan kepercayaan diri. Anak-anak perlu beradaptasi dengan tekanan tingkat atas,” jelas pelatih asal Portugal tersebut.

Koordinasi antar pemain juga menjadi aspek yang perlu ditingkatkan. Meski dominasi bola terjadi sepanjang pertandingan, tim muda Indonesia masih sering kehilangan bola di area pertahanan. “Kami sudah membuat perbaikan, tetapi ada hal-hal kecil yang belum teratasi. Solving Problems membutuhkan waktu, dan kami yakin bisa menyelesaikannya dengan latihan intensif,” tegas Nascimento.

Persiapan untuk Kompetisi Internasional

Hasil imbang ini menjadi evaluasi penting sebelum Timnas Indonesia U-17 menghadapi kompetisi internasional yang lebih berat. Pertandingan melawan Malaysia dianggap sebagai ujian awal untuk mengukur kesiapan tim di tingkat nasional. “Kami menargetkan peningkatan signifikan sebelum turnamen besar. Solving Problems saat ini adalah langkah awal menuju tujuan tersebut,” kata Nascimento.

Menurut pelatih, persiapan tim harus terus ditingkatkan, terutama dalam aspek mental dan teknik. “Anak-anak muda ini perlu lebih percaya diri di menit-menit kritis. Kita juga harus belajar dari kekalahan dan kemenangan untuk memperkuat strategi. Solving Problems adalah bagian dari perjalanan, dan kami terus berusaha menjawab tantangan ini dengan baik.”

Dengan Solving Problems sebagai paradigma, David Nascimento berharap kekuatan timnas U-17 bisa terus berkembang. Ia juga menekankan pentingnya pengalaman dalam pertandingan berat, sehingga pemain muda Indonesia bisa lebih matang di masa depan. “Kami tak menyerah, bahkan imbang ini bisa menjadi fondasi untuk terus berkembang. Kuncinya adalah kesabaran dan komitmen,” pungkasnya.

Ikut berdiskusi