Latest Update: Kapolri Menaikkan Pangkat Personel Satuan Reserse Narkoba Polres Katingan yang Gugur Saat Operasi Narkoba di Katingan
Kapolri Berikan Penghargaan kepada Anggota Polres Katingan yang Gugur dalam Operasi Narkoba Latest Update: Kepolisian RI telah melakukan penganugerahan
Kapolri Berikan Penghargaan kepada Anggota Polres Katingan yang Gugur dalam Operasi Narkoba
Latest Update: Kepolisian RI telah melakukan penganugerahan pangkat khusus kepada personel Satuan Reserse Narkoba (Subdit Resnarkoba) Polres Katingan yang gugur dalam operasi penindakan narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi atas pengabdian serta dedikasi almarhum yang sempat menjadi pahlawan dalam perang melawan kejahatan narkoba.
Proses Penganugerahan dan Pesan Kapolda
Penganugerahan dilakukan oleh Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah, Inspektur Jenderal Polisi Iwan Kurniawan, di Kota Kasongan, Jumat lalu. Acara ini dihadiri oleh sejumlah pejabat seperti Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran, Bupati Katingan Saiful, dan Wakil Bupati Katingan Firdaus.
“Latest Update: Kapolri memberikan kenaikan pangkat luar biasa anumerta sebagai penghargaan atas kontribusi dan kesetiaan almarhum dalam menjalankan tugas. Beliau menjadi contoh nyata tentang pengorbanan yang tidak sia-sia,”
tutur Iwan Kurniawan dalam sambutannya.
Menurut Kapolda, kepergian Aipda Anumerta Yudhie Perdana Putra merupakan kehilangan berharga bagi Polri dan bangsa. Almarhum dianggap sebagai anggota yang berani, disiplin, serta siap mengorbankan diri demi kebaikan masyarakat. Penganugerahan ini juga menegaskan komitmen institusi kepolisian dalam merayakan para pahlawan yang gugur di medan operasi.
Operasi Narkoba dan Tantangan di Katingan
Latest Update: Operasi penindakan narkoba di Katingan yang menyebabkan gugur Aipda Yudhie Perdana Putra adalah bagian dari upaya menyelamatkan generasi muda dari dampak buruk narkoba. Kepolisian terus meningkatkan intensitas operasi untuk mengungkap jaringan peredaran gelap di wilayah tersebut.
Proses penegakan hukum di Katingan memang tidak mudah. Banyak tantangan seperti wilayah yang terpencil, minimnya infrastruktur, serta keberagaman jenis narkoba yang masuk ke daerah itu.
“Latest Update: Operasi ini merupakan bagian dari kampanye nasional melawan narkoba. Kesetiaan almarhum menjadi bukti bahwa perjuangan melawan kejahatan narkoba tidak pernah mudah,”
tambah Kapolda Iwan Kurniawan.
Kelompok teroris narkoba di Katingan terus berusaha menyembunyikan barang bukti dan merespons operasi dengan cepat. Namun, keberanian personel seperti Yudhie Perdana Putra menjadi pendorong utama dalam mempercepat proses penegakan hukum. Penganugerahan ini juga diharapkan menjadi semangat bagi anggota lain yang terus bekerja keras di medan front.
Keluarga Almarhum Berharap Dukungan dari Masyarakat
Keluarga Aipda Yudhie Perdana Putra mengucapkan terima kasih atas penghargaan yang diberikan kepada almarhum. Mereka berharap masyarakat memberikan dukungan lebih besar kepada anggota polisi yang berjuang melawan kejahatan narkoba.
“Latest Update: Kepergian almarhum adalah pengorbanan yang sangat berharga. Kami berharap penghargaan ini menjadi pengingat bahwa pahlawan seperti beliau tidak pernah terlupakan,”
kata salah satu anggota keluarga yang hadir dalam acara tersebut.
Dalam kesempatan ini, Kapolda juga menegaskan bahwa Polri tidak hanya memberikan penghargaan kepada almarhum, tetapi juga memberikan kesempatan istimewa bagi keluarga untuk mengikuti seleksi penerimaan bintara. Ini sebagai bentuk penghargaan yang lebih luas terhadap pengorbanan Yudhie Perdana Putra.
Penyelidikan Terus Berlanjut untuk Menemukan Anggota yang Hilang
Latest Update: Selain penganugerahan, Kapolda Iwan Kurniawan juga menyampaikan bahwa pencarian satu anggota Polres Katingan yang hilang selama operasi masih berlangsung. Tim gabungan dari Polda Kalteng dan Forkopimda setempat terus berusaha menemukan anggota tersebut dalam kondisi aman.
“Latest Update: Kami telah menggerakkan seluruh personel untuk mempercepat proses pencarian. Setiap anggota Polri adalah aset berharga, dan kita tidak akan berhenti mencari hingga ditemukan,”
ungkap Kapolda dalam wawancara terpisah.
Kehilangan dua personel dalam satu operasi ini menjadi peringatan bagi seluruh anggota kepolisian untuk tetap waspada. Polda Kalteng berkomitmen untuk terus meningkatkan persiapan dan perlengkapan dalam operasi penindakan narkoba agar tidak terjadi lagi situasi serupa. Selain itu, pihak kepolisian juga berharap masyarakat bersama-sama mengawasi dan melaporkan tanda-tanda keberadaan anggota yang hilang.
