Skip to content
Fresh Desk
Agustus 2, 2026
Opini

Solution For: BUMN Ramah Wanita, Prioritaskan Pelayanan Bukan Keuntungan

Michael Johnson - beritanara.com 3 mins baca

Solution For: BUMN Ramah Wanita, Prioritaskan Pelayanan Bukan Keuntungan Solution For - (Artikel ini dibuat oleh Ratu Tiara, seorang perempuan yang

Solution For: BUMN Ramah Wanita, Prioritaskan Pelayanan Bukan Keuntungan

Solution For: BUMN Ramah Wanita, Prioritaskan Pelayanan Bukan Keuntungan

Solution For – (Artikel ini dibuat oleh Ratu Tiara, seorang perempuan yang memperhatikan isu anak-anak (KOWANI), anggota AMPG Pusat, Staf Ahli Komisi VI DPR RI (2021), serta produser Hendropriyono).

Kecelakaan mengerikan di Stasiun Bekasi Timur yang menimpa 15 perempuan korban KRL menjadi momen penting untuk meninjau ulang prioritas BUMN dalam menyediakan layanan publik. Kecelakaan ini menggambarkan kelemahan sistem keselamatan yang terjadi akibat faktor teknis dan manusia, seperti hambatan pada sistem sinyal, kemacetan di rel akibat taksi yang terjatuh, serta respons lambat masinis KA Argo Bromo Anggrek dalam menginjakkan rem. Dengan melihat masalah ini, Solution For BUMN kini menjadi solusi utama untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pengguna, terutama perempuan, yang menjadi korban utama dari ketidaknyamanan tersebut.

Kenapa BUMN Perlu Lebih Ramah Wanita?

Pelayanan BUMN tidak hanya terkait kualitas infrastruktur, tetapi juga bagaimana mereka menyesuaikan kebutuhan pengguna dalam segala kondisi. Perempuan, sebagai pengguna utama transportasi umum, sering menghadapi tantangan khusus seperti risiko jatuh, kesulitan mengakses area rel, atau kurangnya informasi yang jelas mengenai keadaan kereta. Dengan memprioritaskan pelayanan, BUMN dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman, nyaman, dan inklusif untuk seluruh pengguna, termasuk perempuan. Solution For kejadian ini adalah mengubah pola pikir bahwa profit menjadi satu-satunya tujuan utama, dan menggantinya dengan kepedulian terhadap pengalaman pengguna.

Penerapan Solusi dalam Layanan BUMN

Untuk mencapai Solution For BUMN yang ramah wanita, beberapa langkah konkrit harus diterapkan. Pertama, perbaikan infrastruktur di stasiun dan area rel harus menjadi fokus utama, termasuk penambahan penghalang khusus di platform kereta, eskalator, dan lift yang memudahkan akses. Kedua, sistem sinyal dan pengaturan kereta perlu diupgrade untuk mengurangi risiko kecelakaan, seperti mengintegrasikan teknologi pendeteksi gerak atau lampu peringatan di area rel. Ketiga, pelatihan karyawan, terutama masinis dan petugas stasiun, harus ditingkatkan untuk meningkatkan kewaspadaan dan respons cepat terhadap situasi darurat.

Salah satu contoh solusi yang bisa diterapkan adalah mengadopsi sistem pembayaran digital yang lebih mudah diakses, karena perempuan sering mengandalkan metode ini untuk transaksi harian. Selain itu, penambahan fasilitas seperti tempat duduk yang nyaman, ruang menyusui, atau kamar mandi umum di stasiun juga dapat meningkatkan pengalaman pengguna. Solution For ini bukan hanya tentang memperbaiki fasilitas, tetapi juga tentang membangun budaya perusahaan yang lebih peduli terhadap kebutuhan pengguna, terutama perempuan.

Dunia internasional sudah membuktikan bahwa teknologi canggih dapat menjadi bagian penting dalam menciptakan pelayanan yang lebih aman. Misalnya, di beberapa negara, kereta api dilengkapi dengan sensor jarak jauh yang dapat mendeteksi keberadaan orang di rel secara real-time. Teknologi ini tidak hanya mencegah kecelakaan, tetapi juga meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap keandalan BUMN. Selain itu, sistem pengaturan jadwal kereta yang lebih akurat juga bisa mengurangi risiko kekacauan di stasiun, terutama saat jam sibuk.

Menurut analisis, sektor BUMN perlu memprioritaskan kepuasan pengguna sebagai komponen utama dalam evaluasi kinerja. Jika keuntungan ekonomi tetap menjadi prioritas utama, maka pengalaman buruk seperti kecelakaan KRL bisa berulang, mengakibatkan kerugian reputasi dan kepercayaan masyarakat. Solution For BUMN harus menjadi upaya jangka panjang yang melibatkan kolaborasi antara pemerintah, pengelola BUMN, dan masyarakat. Misalnya, melalui program pelatihan dan peningkatan kualitas SDM, serta implementasi standar keselamatan yang lebih ketat.

Kecelakaan di Bekasi Timur juga menjadi pelajaran bahwa BUMN tidak bisa hanya berfokus pada efisiensi operasional, tetapi harus mengakui dampak sosial dari kebijakan mereka. Solution For ini bisa dimulai dengan menyusun kebijakan pelayanan yang mengutamakan keamanan, kenyamanan, dan keadilan. Selain itu, transparansi dalam laporan kecelakaan dan respons cepat terhadap keluhan pengguna juga harus menjadi bagian dari Solution For BUMN. Dengan menyeimbangkan antara profit dan kualitas pelayanan, BUMN bisa menjadi contoh yang baik dalam membangun infrastruktur yang ramah dan inklusif bagi seluruh masyarakat.

Ikut berdiskusi