Skip to content
Fresh Desk
Agustus 7, 2026
Nasional

Rupiah Melemah 12 Poin Menjadi Rp17.935 per Dolar AS

Charles Lopez - beritanara.com 3 mins baca

Rupiah Melemah 12 Poin Menjadi Rp17.935 per dolar AS pada perdagangan hari Jumat, 7 Agustus 2026. Pelemahan ini tercatat sebesar 12 poin atau setara dengan

Rupiah Melemah 12 Poin Menjadi Rp17.935 per Dolar AS

Rupiah Melemah 12 Poin Menjadi Rp17.935 per Dolar AS: Analisis Lengkap dan Dampaknya

Beritanara.com – Rupiah Melemah 12 Poin Menjadi Rp17.935 per dolar AS pada perdagangan hari Jumat, 7 Agustus 2026. Pelemahan ini tercatat sebesar 12 poin atau setara dengan 0,07 persen dibandingkan posisi penutupan sebelumnya. Nilai tukar rupiah saat ini berada di level Rp17.935 per satu dolar AS, setelah sebelumnya ditutup pada angka Rp17.923 di akhir perdagangan Kamis.

Berdasarkan acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) yang diterbitkan Bank Indonesia, pergerakan kurs rupiah dalam beberapa hari terakhir menunjukkan fluktuasi yang cukup dinamis. Pada Kamis, 6 Agustus 2026, kurs rupiah tercatat lebih kuat di posisi Rp17.919 per dolar AS. Sebelumnya, pada perdagangan Rabu, 5 Agustus 2026, nilai tukar rupiah berada di Rp17.937 per dolar AS, sehingga terjadi penguatan sebesar 18 poin.

Sementara itu, aktivitas perdagangan di pasar spot pada Jumat pagi hingga pukul 09.00 WIB menunjukkan rupiah ditransaksikan pada Rp17.931 per dolar AS. Angka ini merepresentasikan pelemahan 8 poin atau 0,04 persen dibandingkan posisi penutupan sebelumnya. Kondisi ini mencerminkan sentimen pasar yang masih berhati-hati di tengah ketidakpastian global.

Faktor Ekonomi dan Sentimen Pasar yang Mempengaruhi Kurs

Ibrahim Assuaibi, seorang pengamat ekonomi dan pasar uang terkemuka, menyoroti bahwa pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) pada kuartal kedua tahun 2026 tercatat sebesar 5,29 persen secara tahunan. Angka ini lebih rendah dibandingkan capaian kuartal pertama 2026 yang mencapai 5,61 persen. Pertumbuhan yang melambat ini menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan oleh investor.

“Namun tetap melampaui proyeksi, sehingga menjadikan pertumbuhan semester I-2026 mencapai sebesar 5,45 persen,” kata Ibrahim dalam riset hariannya, Jumat (7/8/2026).

Di sisi lain, pelaku pasar pada bulan Agustus tidak hanya fokus pada hasil peninjauan indeks MSCI, tetapi juga menantikan pengumuman dari FTSE Russell yang dijadwalkan antara 10 hingga 14 Agustus 2026. Status pembekuan (freeze) Indonesia diprediksi akan menjadi katalis signifikan bagi pergerakan pasar saham dalam waktu dekat. Hal ini tentu memberikan dampak positif bagi stabilitas pasar modal nasional.

Meskipun berbagai reformasi yang telah dijalankan oleh regulator, khususnya Otoritas Jasa Keuangan (OJK), memberikan dampak positif, hal tersebut belum sepenuhnya menjamin perubahan sikap dari FTSE maupun MSCI dalam waktu dekat. MSCI diperkirakan akan menyampaikan evaluasi lanjutan terkait tuntutan reformasi pasar modal Indonesia menjelang akhir Oktober 2026.

Untuk saat ini, MSCI akan mengumumkan hasil peninjauan indeks kuartalan pada 13 Agustus 2026. Perubahan yang dihasilkan dari peninjauan tersebut akan mulai berlaku efektif pada penutupan perdagangan tanggal 31 Agustus 2026. Dengan demikian, arah kebijakan dari penyedia indeks global masih sulit diprediksi, sehingga berpotensi menciptakan sentimen yang membayangi pergerakan pasar.

Pengaruh besar dari keputusan penyedia indeks global juga tercermin melalui dana pasif yang mereka kelola. Aset kelolaan pasif atau passive assets under management (AUM) dari indeks MSCI mencapai sekitar US$5 miliar. Dengan asumsi kurs Rp17.995 per dolar AS, nilai tersebut setara dengan Rp89,98 triliun. Jumlah ini menunjukkan betapa pentingnya keputusan MSCI bagi aliran dana asing ke Indonesia.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Pelemahan Rupiah

Apa penyebab utama Rupiah Melemah 12 Poin Menjadi Rp17.935? Pelemahan rupiah disebabkan oleh kombinasi faktor internal dan eksternal, termasuk pertumbuhan PDB yang melambat serta ketidakpastian terkait keputusan MSCI dan FTSE Russell dalam meninjau indeks pasar modal Indonesia.

Kapan hasil peninjauan MSCI akan diumumkan? MSCI dijadwalkan mengumumkan hasil peninjauan indeks kuartalan pada 13 Agustus 2026, dengan perubahan yang berlaku efektif pada penutupan perdagangan tanggal 31 Agustus 2026.

Berapa nilai aset pasif MSCI yang dikelola? Aset kelolaan pasif dari indeks MSCI mencapai sekitar US$5 miliar, yang setara dengan Rp89,98 triliun dengan asumsi kurs Rp17.995 per dolar AS.

Apakah status pembekuan Indonesia oleh FTSE Russell memberikan dampak positif? Ya, status pembekuan (freeze) Indonesia diprediksi akan menjadi katalis signifikan bagi pergerakan pasar saham dalam waktu dekat, meskipun reformasi lebih lanjut masih diperlukan.

Ikut berdiskusi