Niatnya Menonton Pawai Kemerdekaan Berujung Celaka, Seorang Ibu Histeris Diduga Ditabrak Oknum Polisi
Niatnya Menonton Pawai Kemerdekaan Berujung Celaka bagi sebuah keluarga di Sulawesi Selatan. Sebuah video yang menampilkan seorang ibu sedang histeris di
Niatnya Menonton Pawai Kemerdekaan Berujung Celaka: Balita Meninggal Dunia
Beritanara.com – Niatnya Menonton Pawai Kemerdekaan Berujung Celaka bagi sebuah keluarga di Sulawesi Selatan. Sebuah video yang menampilkan seorang ibu sedang histeris di tengah jalan raya telah menyebar luas di platform media sosial. Keadaan tersebut diduga terjadi karena sang anak baru saja kehilangan nyawa setelah tertabrak kendaraan yang dikemudikan oleh seorang anggota kepolisian. Tragedi ini menimpa keluarga yang sedang dalam perjalanan untuk menyaksikan acara perayaan kemerdekaan Indonesia.
Detail Kejadian dan Para Korban
Berdasarkan rekaman yang viral, balita dengan inisial GN berusia empat tahun dinyatakan meninggal dunia. Tragisnya, anak tersebut berada di atas sepeda motor yang kemudian ditabrak oleh sebuah mobil dari arah belakang. Insiden ini terjadi saat keluarga tersebut berhenti di persimpangan lampu merah, menunggu waktu yang tepat untuk melanjutkan perjalanan.
Kendaraan yang menabrak diduga dikemudikan oleh Ipda MA, seorang perwira berusia 49 tahun dari Polres Bone. Peristiwa ini terjadi di perempatan Jalan Ahmad Yani yang bertemu dengan Jalan MT Haryono, tepatnya di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Lokasi ini merupakan jalur utama yang sering dilalui kendaraan menuju pusat kota.
Menurut informasi yang beredar, kejadian tersebut berlangsung pada hari Rabu, tanggal 5 Agustus 2026, sekitar pukul 14.00 WITA. Di sepeda motor yang ditabrak saat itu terdapat tiga penumpang, yaitu GN bersama ibunya Hermiati (45 tahun) dan kakaknya Masrur (19 tahun). Pengendara motor tersebut diidentifikasi sebagai MS (19 tahun). Selengkapnya di tvonenews.com.
Kronologi dan Pernyataan Pihak Terkait
Informasi dari media sosial menyebutkan bahwa Ipda MA diduga menerobos lampu merah saat menabrak motor Scoopy yang ditumpangi keluarga tersebut. Setelah kecelakaan, Hermiati dan Masrur mengalami luka ringan, sedangkan GN berada dalam kondisi kritis dan akhirnya meninggal dunia setelah mendapat perawatan di RSUD Tenriawaru Bone. Proses evakuasi korban dilakukan dengan cepat oleh tim medis setempat.
Masrur, salah satu korban yang selamat, menceritakan pengalamannya saat kejadian:
“Saya mau ke Lapmer nonton pawai kemerdekaan tapi di lampu merah saya ditabrk sama mobil dari arah belakang,” kata Masrur, Kamis (6/8/2026).
Sementara itu, jenazah GN telah dimakamkan pada Kamis, 6 Agustus 2026. Hingga berita ini disusun, belum ada pernyataan resmi lebih lanjut dari pihak berwenang mengenai kasus ini. Keluarga korban kini sedang dalam masa duka yang mendalam.
Hasil Penyelidikan Sementara
Ipda MA saat ini sedang diperiksa oleh Propam Polres Bone terkait insiden tersebut. Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Bone, Ajun Komisaris Polisi Riyanda Putra Utama, memberikan keterangan mengenai dugaan penyebab kecelakaan. Proses penyelidikan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan kebenaran fakta yang ada.
Menurutnya, mobil yang melaju dari arah belakang diduga mengalami gangguan pada sistem pengeremannya. Akibatnya, kendaraan tersebut menghantam bagian belakang sepeda motor yang sedang berhenti di persimpangan karena hendak memasuki jalan perempatan. Baca berita terkait di sini.
“Mobil yang melaju dari arah yang sama diduga mengalami gangguan pada sistem pengereman hingga menabrak bagian belakang sepeda motor,” jelas AKP Riyanda Putra Utama. Tim investigasi juga memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian untuk memperkuat bukti-bukti yang ada.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian atau yang mengunggah video tersebut. Namun, tim tvonenews.com telah berusaha menghubungi berbagai pihak terkait untuk mendapatkan klarifikasi lebih lanjut mengenai kejadian yang menimpa keluarga tersebut.
Frequently Asked Questions (FAQ)
Siapa saja korban dalam kecelakaan ini? Korban dalam kecelakaan ini meliputi GN (balita berusia 4 tahun yang meninggal dunia), Hermiati (ibu berusia 45 tahun), Masrur (kakak berusia 19 tahun), dan MS (pengendara motor berusia 19 tahun).
Kapan dan di mana kecelakaan ini terjadi? Kecelakaan terjadi pada hari Rabu, 5 Agustus 2026, sekitar pukul 14.00 WITA di perempatan Jalan Ahmad Yani dan Jalan MT Haryono, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.
Siapa pengemudi mobil yang menabrak? Pengemudi mobil yang menabrak diduga adalah Ipda MA, seorang perwira berusia 49 tahun dari Polres Bone.
Apa dugaan penyebab kecelakaan menurut pihak berwenang? Menurut AKP Riyanda Putra Utama, mobil yang melaju dari arah belakang diduga mengalami gangguan pada sistem pengereman hingga menabrak bagian belakang sepeda motor.
Di mana jenazah GN dimakamkan? Jenazah GN telah dimakamkan pada Kamis, 6 Agustus 2026, setelah mendapat perawatan di RSUD Tenriawaru Bone.
