Skip to content
Fresh Desk
Agustus 2, 2026
Kesehatan

Important News: Waspada DBD: Begini Gejala Umum Demam Berdarah Dengue yang Sering Diabaikan

Charles Lopez - beritanara.com 3 mins baca

Waspada DBD: Gejala Umum yang Sering Diabaikan Important News – Demam berdarah dengue (DBD) kembali mengemuka sebagai ancaman kesehatan di Kabupaten Sumatra

Important News: Waspada DBD: Begini Gejala Umum Demam Berdarah Dengue yang Sering Diabaikan

Waspada DBD: Gejala Umum yang Sering Diabaikan

Important News – Demam berdarah dengue (DBD) kembali mengemuka sebagai ancaman kesehatan di Kabupaten Sumatra Selatan (Sumsel). Menurut Dinas Kesehatan setempat, hingga 14 Juli 2026, total kasus DBD mencapai 2.149 dengan sebaran di seluruh 17 kabupaten/kota. Penyakit ini menjangkau berbagai kelompok usia, sehingga masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan untuk menghindari komplikasi berbahaya.

DBD disebabkan oleh virus Dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Virus ini dapat mengakibatkan peradangan hebat pada pembuluh darah, menyebabkan perdarahan yang berpotensi mengancam nyawa. Menurut data dari Kementerian Kesehatan, penyakit ini tergolong serius karena gejala awalnya sering kali diabaikan, meski bisa berkembang menjadi kondisi kritis jika tidak segera diatasi.

“Virus Dengue menyebar melalui nyamuk Aedes aegypti yang berkembang biak di genangan air bersih seperti bak mandi, pot bunga, dan ban bekas,” jelas Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sumsel, Ira Primadesa, dalam wawancara bersama media, Kamis (16/7).

Perbedaan Antara Demam Biasa dan DBD

Meski demam berdarah dengue (DBD) sering disalahpahami sebagai penyakit biasa, ada beberapa ciri yang membedakannya. Pada DBD, gejala seperti demam tinggi, nyeri otot, dan ruam kulit bisa muncul dalam waktu singkat, tetapi kondisi ini tidak hanya mengandung demam. Perbedaan kunci terletak pada penurunan jumlah trombosit dan gejala perdarahan yang lebih parah, seperti mata memerah, gusi berdarah, atau bercak di kulit.

Demam biasa biasanya disertai dengan kelelahan dan sakit kepala ringan, sementara DBD bisa menyebabkan gejala seperti gejala perdarahan, cairan tubuh berkurang, dan bahkan kejang. Jika tidak segera ditemukan, DBD bisa berkembang menjadi demam berdarah dengue (DBD) berat, yang memerlukan perawatan intensif di rumah sakit.

Gejala Umum DBD yang Sering Diabaikan

Important News – Berikut adalah gejala DBD yang sering tidak disadari, sehingga memperparah risiko kesehatan: demam tiba-tiba, nyeri otot atau sendi, ruam berupa bercak merah, serta kondisi Leukopenia (jumlah sel darah putih menurun). Gejala lain seperti pembesaran kelenjar getah bening dan penurunan trombosit juga bisa terjadi, namun sering dianggap remeh oleh masyarakat.

“Gejala awal DBD bisa mirip dengan demam biasa, tetapi penurunan trombosit dan nyeri sendi yang parah menjadi tanda berbahaya yang wajib diwaspadai,” tambah Ira Primadesa. Menurut dokumen dari keslan.kemkes.go.id, penyakit ini juga dapat menimbulkan gejala seperti mual, muntah, dan konjungtivitis.

Kasus DBD yang menyebar di Sumsel menunjukkan kebutuhan edukasi lebih luas tentang gejala yang sering diabaikan. Banyak pasien hanya memperhatikan demam dan nyeri, tetapi tidak menyadari tanda-tanda perdarahan atau kejang yang bisa menjadi tanda penyakit memburuk. Penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar segera mencari pertolongan medis ketika gejala DBD muncul.

Klasifikasi dan Tingkat Keparahan DBD

DBD dibagi menjadi empat tingkat berdasarkan gejala dan tingkat risiko komplikasi. Derajat I melibatkan demam dengan penurunan trombosit, sedangkan Derajat II ditandai dengan nyeri otot dan perdarahan ringan. Pada Derajat III, gejala seperti demam tinggi, ruam, dan perdarahan lebih parah mulai terlihat, sementara Derajat IV adalah bentuk tertinggi dengan risiko perdarahan internal dan gagal organ.

Klasifikasi ini membantu dokter dalam menentukan tingkat penanganan. Sebagai contoh, pasien pada Derajat IV memerlukan penanganan darurat karena bisa mengalami perdarahan yang mengancam nyawa. Penyakit ini membutuhkan pengawasan ketat, terutama untuk pasien yang memiliki riwayat perdarahan atau kondisi kesehatan penyerta.

Langkah Pencegahan dan Deteksi Dini

Important News – Untuk mencegah penyebaran DBD, masyarakat perlu melakukan langkah-langkah seperti menghindari genangan air, mengasihkan kenyamanan ke rumah, dan mengambil langkah-langkah sanitasi. Selain itu, deteksi dini sangat penting karena gejala awal bisa menjadi tanda peringatan untuk segera memeriksakan diri ke dokter.

Dokter merekomendasikan penggunaan kaus kaki dan pengasapan untuk mengurangi paparan nyamuk. Jika gejala seperti demam tinggi, ruam, atau perdarahan muncul, segera periksakan ke dokter untuk menghindari perkembangan penyakit menjadi berat. Dengan edukasi yang lebih baik, risiko penyebaran DBD bisa ditekan.

Pencegahan dan pengobatan dini menjadi kunci utama menghadapi penyakit ini. Masyarakat perlu mengenali gejala yang sering diabaikan, seperti nyeri sendi parah atau bercak di kulit, serta segera bertindak untuk meminimalkan dampak buruk DBD. Dengan kesadaran tinggi, kita bisa mengurangi jumlah kasus di Sumsel dan wilayah lainnya.

Ikut berdiskusi