Skip to content
Fresh Desk
Agustus 2, 2026
Jateng

Bapas Kelas II Nusakambangan Membuka Angkringan Pinondang

Charles Williams - beritanara.com 3 mins baca

Bapas Kelas II Nusakambangan Membuka Angkringan Pinondang sebagai wujud nyata upaya reintegrasi sosial bagi warga binaan. Lokasi yang terletak tidak jauh dari

Bapas Kelas II Nusakambangan Membuka Angkringan Pinondang

Angkringan Pinondang: Inisiatif Baru Bapas Kelas II Nusakambangan untuk Masyarakat Cilacap

Beritanara.com – Bapas Kelas II Nusakambangan Membuka Angkringan Pinondang sebagai wujud nyata upaya reintegrasi sosial bagi warga binaan. Lokasi yang terletak tidak jauh dari Stasiun Cilacap ini telah resmi beroperasi selama beberapa minggu terakhir. Griya Abhipraya Pinondang hadir dengan konsep yang berbeda, menawarkan ruang terbuka bagi masyarakat untuk berinteraksi langsung dengan hasil karya dan program pembimbingan yang dijalankan oleh institusi pemasyarakatan.

Perlu diketahui bahwa meskipun namanya merujuk pada Pulau Nusakambangan yang terkenal sebagai kawasan penjara berkeamanan tinggi, Bapas ini justru berada di daratan Kota Cilacap. Posisi geografis yang strategis ini memungkinkan aksesibilitas lebih baik bagi masyarakat yang ingin mengakses layanan pembimbingan klien. Selain itu, keberadaan angkringan ini juga menjadi jembatan komunikasi antara dunia pemasyarakatan dengan masyarakat sekitar.

Kehangatan yang Dirasakan Pengunjung

Pengunjung yang datang ke Angkringan Pinondang akan disambut dengan suasana yang berbeda dari tempat-tempat sejenis. Aroma wedang jahe yang harum dan kopi lokal yang seduh segar menjadi daya tarik utama. Kunjungan media pada Senin, 27 Juli 2026, menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap inisiatif baru ini. Tim Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Publik (Pusdatin) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) juga hadir mendampingi rombongan tersebut.

Angkringan Pinondang bukan sekadar tempat menikmati makanan dan minuman. Di balik konsep sederhana tersebut tersimpan misi besar, yakni menghapus stigma terhadap klien pemasyarakatan sekaligus memperkenalkan hasil karya warga binaan kepada masyarakat.

Ruang yang dirancang dengan konsep terbuka ini memberikan kesan yang jauh dari kaku. Pengunjung dapat menikmati suasana santai sambil melihat berbagai produk yang dipajang di sepanjang dinding. Setiap produk yang tersedia merupakan hasil karya warga binaan dari sejumlah Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di kawasan Nusakambangan yang telah melalui proses pembimbingan intensif.

Program Kemandirian dan Produk Unggulan

Berbagai produk unggulan menjadi daya tarik utama Angkringan Pinondang. Mulai dari kopi lokal, olahan pangan, kerajinan tangan, hingga es krim Nibaya yang terbuat dari singkong. Es krim Nibaya telah menjadi salah satu produk ikonik yang dihasilkan oleh warga binaan dan menjadi favorit para pengunjung. Kehadirannya menunjukkan kreativitas tinggi yang dikembangkan melalui program pembimbingan.

Di bagian belakang galeri, terdapat workshop pengolahan Jaheku yang menjadi produk unggulan Bapas Kelas II Nusakambangan. Minuman herbal ini diproduksi oleh para klien pemasyarakatan, termasuk klien anak-anak, dengan memanfaatkan jahe emprit dan jahe merah sebagai bahan utama. Proses produksi dilakukan dengan standar kualitas yang baik untuk memastikan produk yang dihasilkan memenuhi harapan konsumen.

Kehadiran Jaheku membuktikan bahwa proses pembimbingan di Bapas tidak hanya berfokus pada pendampingan administratif, tetapi juga membekali para klien dengan keterampilan berwirausaha yang memiliki nilai ekonomi. Selain Jaheku, Bapas juga memasarkan telur omega hasil pemberdayaan klien serta kopi dari kawasan Majenang yang dibudidayakan dan dipasarkan melalui jejaring Bapas.

Dampak Sosial bagi Masyarakat Sekitar

Inisiatif Bapas Kelas II Nusakambangan Membuka Angkringan Pinondang ini memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat sekitar. Selain menjadi tempat bersantai, angkringan ini juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat tentang program-program pembimbingan yang dijalankan. Masyarakat dapat melihat langsung hasil karya warga binaan dan memahami proses rehabilitasi yang dilakukan.

Kehadiran angkringan ini juga membuka peluang ekonomi bagi warga binaan yang telah menyelesaikan program pembimbingan. Mereka dapat melanjutkan kegiatan usaha yang telah dikembangkan selama berada di bawah bimbingan Bapas. Hal ini sejalan dengan visi Bapas untuk menciptakan kemandirian ekonomi bagi para klien pemasyarakatan.

Dengan konsep yang sederhana namun bermakna, Angkringan Pinondang menjadi bukti nyata bahwa institusi pemasyarakatan dapat berinteraksi positif dengan masyarakat. Kehadirannya tidak hanya memberikan manfaat bagi warga binaan, tetapi juga menjadi tempat yang nyaman bagi masyarakat Cilacap untuk menikmati suasana dan produk-produk unggulan hasil karya warga binaan.

Ikut berdiskusi