Skip to content
Fresh Desk
Agustus 2, 2026
Internasional

New Policy: Fasilitas Militer AS di Bahrain dan Radar di Oman Jadi Target Serangan Iran

Charles Williams - beritanara.com 3 mins baca

Iran Serang Fasilitas Militer AS di Bahrain dan Radar Oman sebagai Bagian dari New Policy New Policy - Baru-baru ini, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC)

New Policy: Fasilitas Militer AS di Bahrain dan Radar di Oman Jadi Target Serangan Iran

Iran Serang Fasilitas Militer AS di Bahrain dan Radar Oman sebagai Bagian dari New Policy

New Policy – Baru-baru ini, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) meluncurkan serangan terhadap fasilitas militer Amerika Serikat di Bahrain serta sistem radar Oman, menurut laporan dari media nasional Iran, IRIB. Serangan ini menjadi bagian dari New Policy yang diterapkan Iran untuk memperkuat kehadiran militer mereka di wilayah Timur Tengah. Serangan tersebut dilakukan dengan menggunakan pesawat tempur dan drone, dengan target utama adalah fasilitas yang dianggap sebagai ancaman terhadap keamanan dan kepentingan regional. Pihak berwenang Bahrain segera merespons dengan mengklaim sirene serangan udara kembali berbunyi di seluruh wilayah, meminta masyarakat tetap tenang dan segera berlindung di tempat aman.

Strategi New Policy Iran dan Ancaman terhadap Selat Hormuz

Dalam wawancara eksklusif, juru bicara IRGC mengungkapkan bahwa New Policy ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan negara-negara Timur Tengah pada kekuatan asing, terutama Amerika Serikat. “Kita tidak lagi membiarkan negara-negara pesisir terjebak dalam ketidakadilan yang dibuat oleh kekuatan barat,” kata juru bicara tersebut. Serangan terhadap fasilitas militer AS di Bahrain dan radar Oman dianggap sebagai tindakan tegas untuk menegaskan posisi Iran dalam persaingan geopolitik. Kementerian Pertahanan Amerika Serikat juga menyatakan bahwa mereka sedang melakukan penelitian lebih lanjut untuk mengevaluasi kerusakan yang terjadi dan merencanakan respons diplomatik serta militer.

“New Policy ini adalah langkah strategis untuk menegaskan dominasi Iran di wilayah Selat Hormuz. Jika AS tidak menghormati kebijakan baru ini, kita akan terus meningkatkan tekanan,”

Ancaman Terhadap Jalur Pengekspor Minyak Global

Peristiwa ini terjadi di tengah kekhawatiran meningkat terhadap stabilitas Selat Hormuz, yang merupakan jalur utama pengangkutan minyak global. Dengan menargetkan fasilitas militer AS dan radar Oman, Iran berusaha menunjukkan kemampuan mereka untuk mengganggu operasi penting AS di wilayah kritis ini. Meski tidak ada laporan kehilangan korban jiwa, kerusakan fisik pada fasilitas tersebut diperkirakan akan memperlambat alur logistik dan mengurangi kapasitas kapal-kapal yang melintasi perairan strategis tersebut. New Policy ini dianggap sebagai bagian dari upaya Iran untuk mengontrol kembali pengaruh militer di kawasan, sebelumnya yang telah mereka coba kurangi melalui perjanjian dengan AS.

Konteks Perjanjian Juni dan Perubahan Kebijakan AS

Pengumuman New Policy ini datang setelah perjanjian Juni antara Iran dan Amerika Serikat, yang bertujuan mengakhiri konflik militer dan membangun kerja sama strategis. Namun, kebijakan baru Iran mengindikasikan bahwa mereka tidak sepenuhnya mempercayai upaya AS untuk memperkuat kehadiran militer di Timur Tengah. Sejak perjanjian tersebut ditandatangani, AS sempat menurunkan tekanan militer, tetapi baru-baru ini kembali meningkatkan aktivitasnya di Selat Hormuz, terutama setelah menargetkan beberapa kapal komersial. Dalam konteks ini, New Policy Iran dianggap sebagai respons untuk mengembalikan kekuasaan mereka dalam memerintah jalur laut kritis.

Respons Internasional dan Dampak pada Keamanan Global

Sejumlah negara regional seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab menyatakan dukungan terhadap tindakan Iran, mengingat ketidakpuasan mereka terhadap dominasi AS di kawasan. Namun, pihak Amerika Serikat menegaskan bahwa mereka akan mempertahankan kehadiran militer di Selat Hormuz sebagai bagian dari New Policy yang diumumkan. Serangan terhadap fasilitas militer AS di Bahrain dan radar Oman tidak hanya memicu ketegangan bilateral, tetapi juga menghantarkan gelombang kecemasan di kalangan negara-negara yang bergantung pada pasokan minyak. Para ahli keamanan mengingatkan bahwa serangan ini bisa mempercepat eskalasi konflik dan memengaruhi stabilitas ekonomi global.

“New Policy Iran menunjukkan bahwa mereka tidak lagi membiarkan AS mengatur kebijakan luar negeri negara-negara Timur Tengah. Ini adalah tanda perubahan besar dalam dinamika kekuasaan,”

Langkah Penguasaan dan Kesiapan untuk Serangan Selanjutnya

Selain menargetkan fasilitas militer AS, Iran juga menyoroti keberhasilan mereka dalam mengembangkan kemampuan militer yang lebih canggih, termasuk penggunaan drone dan rudal canggih. New Policy ini diharapkan akan memperkuat posisi Iran dalam memerintah jalur laut dan mengurangi ketergantungan pada kekuatan asing. Sejumlah laporan menyebutkan bahwa Iran sedang mempersiapkan serangan lebih besar di Selat Hormuz, terutama jika AS tidak menyesuaikan kebijak mereka. Pihak berwenang di Oman dan Bahrain mengungkapkan bahwa mereka sedang mengevaluasi keamanan wilayah mereka, terutama setelah serangan yang menargetkan sistem radar sebagai bagian dari New Policy.

“New Policy Iran bukan hanya tentang serangan militer, tetapi juga tentang mengubah kebijakan luar negeri negara-negara Timur Tengah. Mereka ingin menegaskan bahwa kekuasaan lokal harus mendominasi area strategis,”

Ikut berdiskusi