New Policy: Eks Kiper Persib Bangun Sekolah Sepak Bola, Proyeksikan Tampil di Turnamen Internasional
New Policy: Eks Kiper Persib Bangun Sekolah Sepak Bola, Proyeksikan Tampil di Turnamen Internasional New Policy - Sebagai bagian dari new policy yang
New Policy: Eks Kiper Persib Bangun Sekolah Sepak Bola, Proyeksikan Tampil di Turnamen Internasional
New Policy – Sebagai bagian dari new policy yang diterapkan oleh eks kiper Persib Bandung, Rizky Bagja memulai proyek sekolah sepak bola Neo Gen Academy dengan tujuan membangun talenta muda yang siap berkiprah di tingkat internasional. Akademi ini secara resmi meluncurkan programnya, termasuk persiapan pemain untuk mengikuti turnamen bergengsi seperti Singa Cup di Singapura, serta menawarkan pendekatan berbasis teknologi dalam pembinaan atlet.
Tujuan dan Struktur Akademi
Neo Gen Academy didirikan dengan new policy yang berfokus pada pengembangan sistem pendidikan sepak bola yang sistematis. Sebagai akademi pertama di Bandung yang menggabungkan pendidikan formal dan latihan intensif, program ini dirancang untuk melatih pemain dari usia dini hingga remaja, sekaligus memberikan pelatihan khusus untuk meningkatkan keterampilan teknis dan taktik. Selain itu, akademi juga menyediakan fasilitas modern seperti lapangan rumput sintetis, klinik pascaperlagaan, dan pelatihan mental atlet.
“Dengan new policy ini, kami ingin menjadikan Neo Gen Academy sebagai pusat pelatihan yang menghasilkan pemain berkualitas, bukan hanya dalam konteks nasional, tapi juga internasional,” kata Rizky Bagja, pendiri akademi.
Menurut Rizky, kebijakan ini melibatkan kolaborasi dengan pelatih profesional, klub sepak bola, serta pihak pendidikan untuk menciptakan lingkungan pelatihan yang holistik. “Kami juga menekankan pentingnya disiplin dan konsistensi dalam setiap sesi latihan,” tambahnya, menambahkan bahwa sistem ini akan diujicoba selama enam bulan sebelum dilakukan evaluasi dan penyesuaian.
Pemilihan Peserta dan Kriteria Seleksi
Proses seleksi di Neo Gen Academy menggunakan metode yang ketat dan objektif. Pada tahap awal, sebanyak 230 anak yang mendaftar diuji coba, dan dari mereka, hanya 70 peserta usia 10 tahun yang lolos ke tahap berikutnya. “Kriteria utama adalah kemampuan teknik, kecepatan reaksi, dan ketekunan selama latihan,” jelas Rizky. Seleksi kedua akan diadakan pada Minggu (5/7/2026), dan hasilnya akan ditentukan berdasarkan performa di lapangan.
“Kami juga melibatkan pelatih dari luar negeri untuk memberikan perspektif internasional dalam proses evaluasi,” tambah Rizky. Ini menjadi bagian dari new policy yang memastikan pemain tidak hanya terampil dalam bermain, tetapi juga mampu menghadapi tekanan kompetisi tingkat Asia Tenggara.
Kebijakan ini mencakup sistem penghargaan berbasis kinerja, di mana pemain yang menunjukkan pertumbuhan signifikan akan mendapat insentif tambahan. “Kami ingin menciptakan motivasi yang sehat bagi para peserta,” tutur Rizky, yang juga menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dalam proses pembinaan. Dengan new policy ini, Neo Gen Academy berharap dapat menumbuhkan tiga hingga lima pemain utama yang mampu berkiprah di turnamen internasional dalam tiga tahun ke depan.
Proyek Strategis dan Kemitraan
Sebagai bagian dari new policy, Neo Gen Academy juga berencana menjalin kemitraan dengan klub-klub lokal dan internasional untuk memperkaya program pelatihan. “Kemitraan ini akan memungkinkan kami mengakses sumber daya terbaik, seperti pelatih berkualitas dan infrastruktur berstandar tinggi,” kata Rizky. Proyek ini juga mendapat dukungan dari pemerintah setempat yang menganggap pendidikan sepak bola sebagai salah satu sektor pengembangan olahraga nasional.
“Dengan new policy yang kami terapkan, kami ingin menjamin bahwa setiap pemain memiliki peluang meraih prestasi yang maksimal,” ujar Rizky. Ini bukan hanya tentang membina atlet, tetapi juga menciptakan ekosistem sepak bola yang berkelanjutan.
Neo Gen Academy juga berencana mengadakan kompetisi internal berkala untuk mengukur kemajuan pemain. Selain itu, akademi akan menyelenggarakan program mentorship bagi pemain muda yang menunjukkan potensi besar. “Ini menjadi bagian dari new policy untuk memastikan pemain tidak hanya berkembang secara teknis, tetapi juga secara mental dan fisik,” jelas Rizky. Dengan pendekatan ini, ia optimis para pemain akan siap tampil dalam turnamen internasional seperti Singa Cup dan kompetisi lain di kawasan Asia Tenggara.
Pengembangan Jangka Panjang
Kebijakan baru ini dirancang untuk menjadi landasan pengembangan jangka panjang di bidang sepak bola. Rizky Bagja menargetkan bahwa dalam lima tahun mendatang, Neo Gen Academy akan menjadi salah satu akademi yang paling diakui di Asia Tenggara. “Kami juga akan menyediakan pelatihan untuk pemain usia 15 tahun, yang akan mengikuti turnamen di Bali pada September 2026,” katanya. Ini menjadi bagian dari new policy yang mendorong peningkatan kualitas pemain di setiap kelompok usia.
“Tujuan utama kami adalah menciptakan atlet yang bisa bersaing di level internasional, termasuk dalam new policy yang menyeluruh,” tambah Rizky. Ia berharap program ini dapat menjadi model bagi akademi sepak bola lain di Indonesia.
Dengan new policy yang diterapkan, Neo Gen Academy tidak hanya fokus pada hasil jangka pendek, tetapi juga pada keberlanjutan program. “Kami ingin membangun fondasi yang kuat, agar generasi muda bisa melangkah lebih jauh,” kata Rizky. Ini menunjukkan komitmen sejati dalam memajukan sepak bola nasional melalui pendekatan sistematis dan inovatif.
