Skip to content
Fresh Desk
Agustus 2, 2026
Arena

Pelatih Timnas Voli Indonesia U-18 Ungkap Biang Kerok Babak Belur Kalah dari Chinese Taipei di AVC Boys’ U-18 Championship 2026

Robert Hernandez - beritanara.com 3 mins baca

Pelatih Timnas Voli Indonesia U 18 Ungkap -

Pelatih Timnas Voli Indonesia U-18 Ungkap Biang Kerok Babak Belur Kalah dari Chinese Taipei di AVC Boys’ U-18 Championship 2026

Pelatih Timnas Voli Indonesia U-18 Buka Penyebab Kekalahan Menghadapi Chinese Taipei di AVC Boys’ U-18 Championship 2026

Pelatih Timnas Voli Indonesia U 18 Ungkap – Timnas Voli Indonesia U-18 kembali menorehkan kekalahan di babak kedua AVC Boys’ U-18 Championship 2026, setelah dibanting 0-3 oleh Chinese Taipei di Haikou Wuyuanhe Gymnasium, Haikou, Tiongkok, Senin (13/7/2026). Ini memperparah performa negatif mereka setelah tumbang 3-1 dari Tiongkok di hari pertama kompetisi, Minggu (12/7/2026). Pelatih Timnas Voli Indonesia U-18, Odyk Hermanto, memberikan penjelasan mendetail tentang penyebab kekalahan tersebut.

Kondisi Pemain dan Taktik yang Tidak Optimal

Kekalahan melawan Chinese Taipei menunjukkan kesulitan Timnas U-18 dalam menghadapi taktik yang diterapkan lawan. Pemain-pemain Garuda Muda terlihat kurang fokus dan lebih banyak mengalami kesalahan teknis dibandingkan pertandingan sebelumnya. Dalam wawancara usai laga, Odyk Hermanto mengungkap bahwa kondisi fisik dan mental para pemain menjadi kendala utama.

“Pemain kunci kita, Dito, dalam kondisi sakit sehingga performanya kurang maksimal,” ujar Odyk Hermanto, dikutip dari PBVSI. “Kondisi ini memengaruhi koordinasi tim secara keseluruhan, terutama saat menghadapi lawan yang lebih terorganisir.”

Odyk juga menyoroti keterlambatan adaptasi tim terhadap strategi pertahanan Chinese Taipei. Meski sebelumnya telah melakukan evaluasi taktik, hasilnya belum terlihat dalam pertandingan. “Kami sudah memperbaiki beberapa area pertahanan, tapi pemain belum mampu menerapkan perubahan tersebut secara konsisten,” tambah pelatih.

Analisis Pertandingan dan Faktor Membelakangi

Pertandingan melawan Chinese Taipei berlangsung sangat ketat di awal, namun pelan-pelan tim asuhan Odyk mulai kehilangan momentum. Dalam set pertama, mereka sempat memimpin 30-29, tetapi Chinese Taipei menutup dengan angka 32 untuk mengunci set pertama. Set kedua melihat dominasi lawan yang lebih terasa, dengan skor 16-25 yang menandai keunggulan taktis.

“Kami memang belum siap sepenuhnya menghadapi gaya permainan Chinese Taipei. Mereka lebih cepat dalam mengambil keputusan, sementara pemain kita terlihat ragu di setiap momen kritis,” ungkap Odyk dalam wawancara eksklusif.

Kelemahan mental menjadi sorotan utama, terutama saat pemain Indonesia kehilangan kepercayaan diri. Dibandingkan pertandingan pertama, mereka terlihat lebih tidak stabil, dengan beberapa kesalahan yang terulang. Timnas U-18 juga mengalami kesulitan dalam mengatur rotasi pemain, sehingga banyak posisi yang tidak diisi dengan optimal.

Proses Evaluasi dan Tindakan Perbaikan

Setelah pertandingan, Odyk Hermanto menjelaskan bahwa tim telah melakukan evaluasi menyeluruh. Namun, hasilnya belum bisa terlihat di lapangan. “Kami memperbaiki pertahanan dan rotasi, tapi pemain belum sepenuhnya mengikuti arahan,” katanya. Pelatih menegaskan pentingnya konsistensi mental dan fisik sebelum laga-laga berikutnya.

Analisis dari PBVSI menunjukkan bahwa kekalahan ini memberikan pelajaran berharga bagi Timnas U-18. Meski berada di grup yang cukup berat, mereka masih memiliki potensi untuk bangkit. Odyk berharap pemain mampu memperbaiki pola permainan dan lebih siap dalam pertandingan mendatang.

“Kami akan fokus pada peningkatan mental dan penguasaan teknik. Jika bisa menyelesaikan dua hal ini, Timnas U-18 bisa menyaingi tim-tim kuat di AFC Boys’ U-18 Championship,” ujar pelatih dalam pernyataan terbaru.

Target dan Harapan untuk Kompetisi Selanjutnya

Dalam persiapan ke babak selanjutnya, Timnas Voli Indonesia U-18 ditargetkan untuk meningkatkan performa secara signifikan. Odyk Hermanto menyatakan bahwa pemain harus lebih proaktif dalam mengambil inisiatif dan mengurangi kegugupan di setiap momen pertandingan. “Kami ingin menjadi lebih kuat dalam tekanan, karena itu adalah kunci untuk menang di level internasional,” tuturnya.

Kepemimpinan Odyk Hermanto diharapkan bisa memberikan dampak positif dalam jangka panjang. Dengan pengalaman dan strategi yang lebih matang, Timnas U-18 diharapkan mampu menyaingi tim-tim besar seperti Chinese Taipei dan Tiongkok. “Ini adalah salah satu kesempatan terbaik untuk menguji kemampuan kami di kancah internasional,” pungkas pelatih dalam wawancara terpisah.

Ikut berdiskusi