Skip to content
Fresh Desk
Agustus 8, 2026
Nasional

Jenis Senjata Api hingga Hasil Labfor Kasus Kematian Mantan Istri Polisi di Medan

Robert Hernandez - beritanara.com 4 mins baca

Kasus kematian WLG, mantan istri seorang anggota kepolisian di Medan, telah mendapatkan klarifikasi lebih lanjut melalui hasil analisis laboratorium forensik

Jenis Senjata Api hingga Hasil Labfor Kasus Kematian Mantan Istri Polisi di Medan

Jenis Senjata Api hingga Hasil Labfor Kasus Kematian WLG di Medan

Beritanara.com – Kasus kematian WLG, mantan istri seorang anggota kepolisian di Medan, telah mendapatkan klarifikasi lebih lanjut melalui hasil analisis laboratorium forensik. Jenis Senjata Api hingga Hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Polda Sumatera Utara memberikan gambaran komprehensif mengenai mekanisme bunuh diri yang terjadi. Kombes Rio Nababan, sebagai Kepala Bidang Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sumatera Utara, memimpin tim yang melakukan investigasi mendalam terhadap bukti-bukti fisik dalam kasus ini.

Investigasi ini menjadi sangat penting untuk memastikan bahwa tidak ada unsur pembunuhan atau intervensi pihak ketiga dalam kematian WLG yang berusia 30 tahun. Proses forensik yang dilakukan mencakup berbagai aspek, mulai dari identifikasi senjata hingga analisis jejak tembakan pada tubuh korban dan mantan suaminya, Brigadir IH dari Polsek Medan Sunggal.

Identifikasi Detail Senjata Api

Salah satu temuan kunci dalam kasus ini adalah identifikasi jenis senjata yang digunakan WLG. Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium forensik, senjata yang digunakan untuk bunuh diri merupakan revolver kaliber 38. Temuan ini dikonfirmasi melalui proses shooting test yang dilakukan oleh tim Labfor.

“Kami sudah melakukan pemeriksaan terkait senjata api. Senjata api itu adalah jenis revolver kaliber 38,” ujar Rio Nababan dalam konferensi pers pada Jumat, 7 Agustus 2026.

Proses verifikasi dilakukan dengan cara menembakkan sampel peluru dari revolver yang sama dan membandingkannya dengan proyektil yang ditemukan di dalam tubuh korban. Hasilnya menunjukkan kesamaan yang sangat identik, memperkuat kesimpulan bahwa senjata tersebut memang digunakan untuk menembak korban.

“Di mana tembakan kami lakukan untuk mengambil sampel terhadap senjata yang sama dan amunisi yang ada sisa di dalam chambernya,” terangnya lebih lanjut.

Analisis Jejak Tembakan dan Swab

Tim forensik juga melakukan pengujian swab terhadap tubuh korban dan mantan suaminya untuk mendeteksi residu peluru. Pengujian ini sangat krusial untuk menentukan apakah ada tembakan yang terjadi dari jarak dekat atau tidak.

“Biasanya amunisinya terbakar, menghasilkan gas tinggi, mengakibatkan lontaran-lontaran partikel mikroskopi yang di mana itu bisa melekat di bagian tangan, tubuh, pakaian, bahkan benda-benda di sekitarnya,” tuturnya menjelaskan mekanisme deteksi.

Hasil pengujian swab menunjukkan bahwa Brigadir IH tidak memiliki jejak tembakan sama sekali di tubuhnya. Sebaliknya, pada tubuh WLG ditemukan jejak tembakan yang signifikan di tangan sebelah kanan dan juga di sekitar leher. Temuan ini konsisten dengan mekanisme bunuh diri melalui penembakan pada area kepala.

“Kami tidak menemukan adanya jejak tembakan sama sekali di tubuhnya (Brigadir IH), sedangkan untuk korban itu ada jejak yang berada di tangan sebelah kanan dan juga di sekitar leher,” jelasnya.

Terkait analisis pakaian, tim Labfor Polda Sumut tidak menemukan tanda-tanda tembakan pada pakaian Brigadir IH, sementara pada pakaian korban terdapat jejak tembakan yang jelas. Hal ini semakin memperkuat kesimpulan bahwa WLG melakukan bunuh diri sendiri tanpa campur tangan pihak lain.

Implikasi Forensik dalam Kasus Ini

Hasil pemeriksaan laboratorium forensik memberikan kontribusi signifikan dalam penyelesaian kasus kematian WLG. Jenis Senjata Api hingga Hasil analisis yang komprehensif ini telah membantu menghilangkan keraguan masyarakat dan keluarga mengenai penyebab kematian yang sebenarnya.

Proses forensik modern yang digunakan dalam kasus ini melibatkan berbagai teknik canggih untuk memastikan akurasi hasil. Mulai dari identifikasi senjata api, analisis proyektil, hingga deteksi partikel mikroskopis dari residu peluru, semua dilakukan dengan standar internasional.

Tim penyidik juga melakukan cross-check dengan berbagai saksi dan bukti pendukung lainnya untuk memastikan konsistensi hasil forensik dengan fakta-fakta di lapangan. Pendekatan multidisiplin ini menjadi kunci dalam memberikan kepastian hukum bagi keluarga korban.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Kasus

Apa jenis senjata yang digunakan WLG? WLG menggunakan revolver kaliber 38 untuk melakukan bunuh diri. Senjata ini diidentifikasi melalui proses shooting test oleh tim Labfor Polda Sumut.

Bagaimana cara mengetahui jejak tembakan? Jejak tembakan dideteksi melalui pengujian swab yang mencari partikel mikroskopis dari residu peluru yang melekat pada tubuh, pakaian, atau benda di sekitarnya.

Apakah Brigadir IH terlibat dalam kasus ini? Berdasarkan hasil swab dan analisis forensik, Brigadir IH dinyatakan negatif terhadap jejak tembakan, sehingga tidak terlibat langsung dalam kasus kematian istrinya.

Kapan hasil laboratorium forensik diumumkan? Hasil analisis laboratorium forensik diumumkan oleh Kombes Rio Nababan pada Jumat, 7 Agustus 2026.

Apa signifikansi hasil forensik dalam kasus ini? Hasil forensik memberikan kepastian bahwa WLG melakukan bunuh diri sendiri, menghilangkan keraguan mengenai kemungkinan pembunuhan atau intervensi pihak ketiga.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai perkembangan kasus ini, pembaca dapat mengunjungi halaman berita nasional di tvonenews.com/berita/nasional.

Ikut berdiskusi