Skip to content
Fresh Desk
Agustus 7, 2026
Sulawesi

Jayawijaya Memiliki Potensi Kopi dan Wisata Alam

Michael Johnson - beritanara.com 4 mins baca

Kabupaten Jayawijaya di Provinsi Papua Pegunungan dikenal sebagai salah satu daerah dengan kekayaan alam dan budaya yang luar biasa. Berdasarkan informasi

Jayawijaya Memiliki Potensi Kopi dan Wisata Alam

Jayawijaya Memiliki Potensi Kopi dan Wisata Alam yang Belum Tergali

Beritanara.com – Kabupaten Jayawijaya di Provinsi Papua Pegunungan dikenal sebagai salah satu daerah dengan kekayaan alam dan budaya yang luar biasa. Berdasarkan informasi terbaru, Jayawijaya Memiliki Potensi Kopi dan Wisata yang sangat menjanjikan untuk dikembangkan lebih lanjut. Pernyataan ini disampaikan oleh Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Enik Ermawati dalam kunjungannya ke Wamena pada hari Jumat lalu.

Dalam kunjungan tersebut, Wakil Menteri Pariwisata bersama Menteri Koperasi serta bupati dan wakil bupati Jayawijaya meninjau langsung beberapa destinasi wisata unggulan di daerah ini. Mereka mengunjungi desa wisata Kumukima yang terkenal dengan tradisi adatnya, serta desa wisata Aikima yang menyimpan mumi-mumi bersejarah. Kunjungan perdana ini memberikan gambaran jelas tentang potensi besar yang dimiliki Jayawijaya.

“Kami tadi bersama dengan pak Menteri Koperasi, bupati dan wakil bupati Jayawijaya mengunjungi desa (kampung) wisata di Kumukima dan melihat Mumi di desa wisata Aikima, dan sangat senang sekali dengan kunjungan perdana ini di Wamena,” kata Ni Luh Enik Ermawati.

Festival Budaya dan Kopi sebagai Daya Tarik Utama

Salah satu momen penting dalam kunjungan ini adalah penyelenggaraan Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) ke-34 oleh Pemerintah Kabupaten Jayawijaya. Acara tahunan ini tidak hanya menampilkan atraksi budaya tradisional, tetapi juga menghadirkan Wamena Coffee Festival dan Noken Street Fashion yang semakin memperkaya pengalaman wisatawan.

Ni Luh Enik Ermawati menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan festival yang menggabungkan unsur budaya, kopi, dan fashion ini. Menurutnya, kombinasi ketiga elemen tersebut menunjukkan bagaimana Jayawijaya Memiliki Potensi Kopi dan Wisata yang dapat dikembangkan secara holistik untuk menarik lebih banyak pengunjung.

“Kami sangat senang sekali bisa hadir di sini dan menyaksikan persiapan dan penyelenggaraan FBLB ke-34 tahun 2026 dengan adanya atraksi budaya dan Wamena Coffee Festival dan Noken Street Fashion tahun 2026,” ujarnya dengan penuh antusiasme.

Mengembangkan Potensi Lokal untuk Kesejahteraan Masyarakat

Wakil Menteri Pariwisata menekankan bahwa potensi wisata alam, budaya, dan kopi di Jayawijaya sangat besar dan perlu didorong untuk menjadi sumber pendapatan daerah dan masyarakat setempat. Kekayaan adat dan budaya yang terdapat di desa wisata Kumukima dan Aikima menjadi aset berharga yang belum dimanfaatkan secara optimal.

Di sisi lain, potensi kopi lokal juga menjadi perhatian utama dalam pengembangan pariwisata Jayawijaya. Kopi dari daerah ini memiliki kualitas yang diakui, namun masih perlu pengembangan lebih lanjut untuk meningkatkan nilai jual dan daya tarik bagi wisatawan. Hal ini merupakan pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama guna meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan serta memperpanjang masa tinggal mereka di wilayah tersebut.

“Ada begitu besar potensi wisata utamanya kekayaan adat dan budaya yang ada di sini seperti di desa wisata Kumukima dan Aikima. Kami juga melihat potensi kopi di sini dan itu menjadi pekerjaan rumah (PR) yang harus dijahit bersama untuk meningkatkan kunjungan dan lama tinggal wisatawan yang datang ke sini,” jelasnya.

Kolaborasi untuk Memaksimalkan Potensi Jayawijaya

Ni Luh Enik Ermawati berharap kolaborasi antara pemerintah daerah dan Kementerian Pariwisata RI dapat meningkatkan jumlah wisatawan yang datang untuk menyaksikan FBLB maupun menikmati potensi wisata alam dan budaya di Jayawijaya. Dengan sinergi yang baik, diharapkan kesejahteraan masyarakat asli di Jayawijaya maupun Papua Pegunungan secara umum dapat meningkat dari sektor pariwisata maupun agrowisata.

Selain kopi, potensi agrowisata di Jayawijaya juga mencakup buah nenas yang sangat menjanjikan. Dukungan penuh dari pemerintah daerah dan pusat diperlukan untuk memaksimalkan berbagai potensi ini sebagai daya tarik wisatawan ke daerah tersebut. Pengembangan infrastruktur dan promosi yang terintegrasi akan menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan visi Jayawijaya Memiliki Potensi Kopi dan Wisata yang berkelanjutan.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Jayawijaya

Apa saja destinasi wisata utama di Jayawijaya? Destinasi wisata utama di Jayawijaya meliputi desa wisata Kumukima, desa wisata Aikima dengan mumi bersejarahnya, serta kawasan Lembah Baliem yang menjadi lokasi Festival Budaya Lembah Baliem.

Berapa kali Festival Budaya Lembah Baliem diadakan setiap tahunnya? Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) diadakan setiap tahun dan tahun ini merupakan penyelenggaraan ke-34 yang menggabungkan atraksi budaya, kopi, dan fashion.

Apa saja potensi agrowisata di Jayawijaya? Potensi agrowisata di Jayawijaya mencakup kopi lokal yang berkualitas dan buah nenas yang sangat menjanjikan untuk dikembangkan lebih lanjut.

Bagaimana cara meningkatkan kunjungan wisatawan ke Jayawijaya? Peningkatan kunjungan wisatawan dapat dilakukan melalui pengembangan infrastruktur, promosi terintegrasi, dan kolaborasi antara pemerintah daerah dengan Kementerian Pariwisata RI.

Apa peran kopi dalam pariwisata Jayawijaya? Kopi menjadi salah satu daya tarik utama melalui Wamena Coffee Festival yang diadakan bersamaan dengan FBLB, menunjukkan bagaimana Jayawijaya Memiliki Potensi Kopi dan Wisata yang saling melengkapi.

Ikut berdiskusi