Skip to content
Fresh Desk
Agustus 7, 2026
Nasional

Heboh Usulan MBG Raih Nobel Perdamaian 2026, Istana Akhirnya Buka Suara

Elizabeth Jones - beritanara.com 3 mins baca

Jakarta, tvOnenews.com – Heboh Usulan MBG Raih Nobel Perdamaian 2026 kembali mencuat ke permukaan setelah Istana Kepresidenan memberikan respons resmi

Heboh Usulan MBG Raih Nobel Perdamaian 2026, Istana Akhirnya Buka Suara

Heboh Usulan MBG Raih Nobel Perdamaian 2026: Istana Kepresidenan Resmi Beri Tanggapan

Beritanara.com – Jakarta, tvOnenews.com – Heboh Usulan MBG Raih Nobel Perdamaian 2026 kembali mencuat ke permukaan setelah Istana Kepresidenan memberikan respons resmi terhadap isu yang sedang berkembang. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas oleh pemerintah pusat kini menjadi sorotan internasional, bahkan diusulkan sebagai kandidat penerima penghargaan bergengsi tersebut. Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Hasan Nasbi, secara terbuka mengakui bahwa ia belum mengetahui adanya usulan ini secara detail.

Pernyataan tersebut disampaikan Hasan Nasbi kepada para wartawan usai menghadiri agenda resmi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Kamis (6/8/2026). Saat dimintai tanggapan mengenai beredarnya sebuah makalah ilmiah yang mengusulkan MBG sebagai kandidat penerima Nobel Perdamaian, Hasan Nasbi memberikan jawaban singkat namun jelas. Ia menegaskan bahwa informasi mengenai usulan ini baru pertama kali ia dengar dari media.

“Saya belum pernah dengar itu,” tegas Hasan Nasbi dengan nada tenang namun pasti.

Makalah yang Memicu Heboh dan Investigasi Pemerintah

Isu ini mulai mencuat setelah beredar sebuah makalah akademik yang diunggah di platform papers.ssrn.com. Makalah tersebut berjudul “Nobel Peace Prize 2026 Free Meal Program by The National Nutrition Agency Building Smart Business for Food Security Industry and Indonesia’s Economic Growth.” Dalam dokumen ilmiah tersebut, Program Makan Bergizi Gratis diusulkan secara resmi sebagai kandidat Nobel Perdamaian 2026. Yang menarik, dokumen tersebut juga mencantumkan nama Presiden Prabowo Subianto sebagai salah satu penulis makalah.

Pemerintah pusat hingga saat ini belum memberikan pengakuan resmi atas keabsahan dokumen tersebut. Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Muhammad Qodari, menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan investigasi menyeluruh terhadap makalah yang beredar luas di masyarakat. “Lagi diinvestigasi,” ujar Qodari di Kantor Bakom, Jakarta, pada Rabu (5/8/2026). Dokumen tersebut juga memuat lampiran surat yang menggunakan kop resmi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), yang semakin memperkuat kecurigaan masyarakat.

Klarifikasi Kemendagri dan IPDN

Menanggapi hal tersebut, Kepala Pusat Penerangan Kemendagri, Benni Irawan, menjelaskan bahwa kementeriannya sedang melakukan klarifikasi komprehensif. Tujuannya adalah untuk memastikan apakah surat tersebut benar-benar diterbitkan secara resmi oleh Kemendagri. Menurut Benni, pemeriksaan tidak hanya dilakukan terhadap dokumen yang mengatasnamakan Kemendagri, tetapi juga terhadap keterlibatan sejumlah lembaga lain yang namanya tercantum dalam makalah tersebut.

Salah satu temuan penting dalam proses klarifikasi adalah adanya surat yang menggunakan kop Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Namun, berdasarkan hasil klarifikasi awal yang dilakukan, pihak IPDN secara tegas membantah telah menerbitkan dokumen tersebut. “Saya sudah klarifikasi ke IPDN, itu bukan dari IPDN, kita sudah telepon Pak Rektor, itu bukan dari IPDN,” jelas Benni Irawan.

Kemendagri juga masih melakukan klarifikasi internal terkait adanya nama seorang pegawai yang tercantum dalam makalah tersebut. Proses verifikasi ini melibatkan berbagai pihak untuk memastikan keakuratan informasi yang beredar di masyarakat.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Heboh Usulan MBG Raih Nobel

1. Apa itu Program Makan Bergizi Gratis (MBG)? MBG adalah program pemerintah Indonesia yang menyediakan makanan bergizi secara gratis untuk masyarakat, terutama anak-anak dan keluarga kurang mampu, sebagai upaya meningkatkan gizi nasional.

2. Mengapa MBG diusulkan untuk Nobel Perdamaian 2026? Usulan ini didasarkan pada kontribusi MBG terhadap ketahanan pangan, pengurangan kemiskinan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat yang dapat berdampak pada perdamaian global.

3. Apakah Presiden Prabowo Subianto benar-benar penulis makalah tersebut? Hingga saat ini, keabsahan nama Presiden Prabowo Subianto sebagai penulis masih dalam proses investigasi oleh pemerintah.

4. Kapan hasil investigasi akan diumumkan? Pemerintah belum menetapkan waktu pasti, namun hasil pemeriksaan diharapkan dapat diumumkan dalam waktu dekat setelah semua proses klarifikasi selesai.

5. Bagaimana cara masyarakat mendapatkan informasi terbaru? Masyarakat dapat memantau informasi resmi melalui situs tvonenews.com atau akun media sosial resmi pemerintah.

Hasil pemeriksaan hingga kini belum diumumkan secara resmi kepada publik. Dengan demikian, hingga saat ini pemerintah belum memastikan keaslian makalah maupun dokumen-dokumen pendukung yang beredar luas di masyarakat. (agr/cmi)

Ikut berdiskusi