Skip to content
Fresh Desk
Agustus 7, 2026
Jatim

Jasad Korban Pendaki Gunung Piramid Bondowoso Dimakamkan di Babat Lamongan

Elizabeth Jones - beritanara.com 3 mins baca

Kelurahan Banaran di Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, diselimuti suasana duka yang mendalam pada Kamis pagi. Jasad Korban Pendaki Gunung Piramid

Jasad Korban Pendaki Gunung Piramid Bondowoso Dimakamkan di Babat Lamongan

Perpisahan Terakhir untuk Jasad Korban Pendaki Gunung Piramid di Lamongan

Beritanara.com – Kelurahan Banaran di Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, diselimuti suasana duka yang mendalam pada Kamis pagi. Jasad Korban Pendaki Gunung Piramid – almarhumah Hj Maliya Finda, berusia 51 tahun – dimakamkan di pemakaman keluarga Desa Karangkembang. Ratusan orang memadati rumah duka untuk memberikan penghormatan terakhir kepada wanita ramah yang dikenal memiliki semangat tinggi dalam menjelajahi alam Indonesia.

Kecintaan mendalam terhadap pegunungan dan alam menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan hidup almarhumah. Namun, pendakian terakhirnya di Gunung Piramid, Bondowoso, Jawa Timur, justru mengantarkannya kembali ke pangkuan Sang Pencipta. Jasad Korban Pendaki Gunung Piramid ini meninggalkan keluarga dan komunitas pendaki yang sangat menyayanginya.

Prosesi Pemakaman yang Penuh Air Mata

Jenazah Maliya tiba di kediaman keluarga sekitar pukul 07.00 WIB setelah dievakuasi dari kawasan gunung. Tangis keluarga dan kerabat terdengar saat prosesi salat jenazah dan tahlil berlangsung. Duka yang mendalam mengiringi kepergian perempuan yang selama bertahun-tahun telah menaklukkan puluhan gunung di berbagai daerah Indonesia.

Setelah disalatkan, jenazah diberangkatkan menuju pemakaman keluarga di Desa Karangkembang, Kecamatan Babat. Iring-iringan pelayat mengantar almarhumah ke peristirahatan terakhir dalam suasana penuh doa dan isak tangis. Jasad Korban Pendaki Gunung Piramid ini dimakamkan dengan khidmat di samping keluarga tercinta.

Kisah Haru di Balik Kegemaran Mendaki

Di balik kegemarannya mendaki, tersimpan kisah haru yang kini menjadi kenangan terakhir bagi keluarga. Naim Mahzumi, paman almarhumah, menceritakan bahwa Maliya merupakan sosok yang sangat mencintai alam. Selain mendaki gunung, ia juga gemar bersepeda dan telah menjelajahi banyak puncak di Indonesia.

Almarhumah memang sangat mencintai alam. Dulu setiap hendak mendaki selalu meminta izin kepada ibunya. Namun setiap kali diminta izin, ibunya selalu menangis seolah berat melepas kepergiannya. Karena itu, beberapa pendakian berikutnya dilakukan tanpa memberi tahu ibunya.

Takdir rupanya telah menuliskan cerita berbeda pada pendakian kali ini. Sebelum berangkat menuju Gunung Piramid, Maliya sempat menemui ibu yang sedang berada di Bali untuk meminta izin dan restu. Jasad Korban Pendaki Gunung Piramid ini akhirnya kembali ke tanah kelahiran setelah tragedi yang menimpa dirinya.

Ternyata itu menjadi izin dan restu yang terakhir,

ucap Naim dengan suara bergetar.

Perjalanan Terakhir yang Tak Terduga

Perjalanan terakhir Maliya dimulai pada Minggu (2/8). Ia mendaki Gunung Piramid bersama seorang pemandu lokal asal Bondowoso. Namun hingga Selasa (4/8) pagi, keduanya tidak kunjung turun dari jalur pendakian dan dinyatakan hilang. Jasad Korban Pendaki Gunung Piramid ini ditemukan setelah proses pencarian intensif oleh tim SAR gabungan.

Kabar hilangnya Maliya pertama kali diterima keluarga melalui komunitas pendaki. Tim SAR gabungan kemudian melakukan pencarian, meski sempat terkendala cuaca buruk yang menyulitkan proses evakuasi di kawasan pegunungan. Tragedi ini menjadi pengingat bagi seluruh pendaki untuk selalu berhati-hati dan memperhatikan kondisi cuaca sebelum memulai pendakian.

Reaksi Komunitas Pendaki

Komunitas pendaki di Jawa Timur dan seluruh Indonesia turut berduka atas kehilangan almarhumah. Banyak yang mengenang semangat dan kegigihan Maliya dalam menaklukkan berbagai puncak gunung. Jasad Korban Pendaki Gunung Piramid ini menjadi inspirasi bagi para pendaki pemula yang ingin mengikuti jejaknya.

Keluarga almarhumah mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dalam proses pencarian dan pemakaman. Doa dan dukungan dari masyarakat terus mengalir untuk keluarga yang ditinggalkan.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Jasad Korban Pendaki Gunung Piramid

Kapan Jasad Korban Pendaki Gunung Piramid dimakamkan? Jasad Korban Pendaki Gunung Piramid dimakamkan pada Kamis pagi di pemakaman keluarga Desa Karangkembang, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan.

Siapa nama korban pendaki Gunung Piramid? Nama korban pendaki Gunung Piramid adalah Hj Maliya Finda, seorang wanita berusia 51 tahun yang dikenal sebagai pendaki berpengalaman.

Di mana lokasi pendakian yang menimpa korban? Korban mendaki Gunung Piramid yang terletak di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, saat tragedi terjadi pada awal Agustus.

Bagaimana proses evakuasi Jasad Korban Pendaki Gunung Piramid? Tim SAR gabungan melakukan evakuasi setelah terkendala cuaca buruk. Jenazah kemudian dibawa ke Lamongan untuk dimakamkan bersama keluarga.

Apakah ada korban lain dalam kejadian yang sama? Ya, seorang pemandu lokal asal Bondowoso juga ikut mendaki dan dinyatakan hilang bersama almarhumah sebelum ditemukan.

Ikut berdiskusi